Fatwa Syaikh Shalih al-Fawzan
Hukum Demontrasi dalam Merespon Penghinaan kepada Nabi Muhammad ﷺ
dan Membunuh Penghinanya seperti Charlie Hebdo, dll.

بسم الله الرحمن الرحيم

الفتوى للعلامة صالح بن فوزان الفوزان حفظه الله

حكم التعبير من الإساءة للنبي بالمظاهرات
هل يجوز اغتيال الرسام الكافر الذي عرف بوضع الرسوم المسيئة للنبي صلى الله عليه وسلم؟

Fatwa Fadhilatusy-Syaikh Dr.
Al-'Allamah Shalih bin Fawzan al-Fawzan
Hukum demontrasi dalam merespon penghinaan kepada Nabi Muhammad ﷺ
Hukum membunuh kartunis yang menghina Nabi Muhammad ﷺ (seperti Charlie Hebdo, dll)


http://youtu.be/upMXltEAifE

Fatwa Syaikh Shalih al-Fawzan
Hukum Demontrasi dalam Merespon Penghinaan kepada Nabi Muhammad ﷺ
dan Membunuh Penghinanya seperti Charlie Hebdo, dll. [Video]

Soal:
أحسن الله إليكم
Akhir-akhir ini kembali terjadi penghinaan kepada
Nabi صلى الله عليه وسلم dengan berbagai cara penghinaan seperti melalui film, surat kabar dan lain-lain.
Pertanyaannya adalah bagaimana posisi syariat
terhadap penghinaan ini?
Dan pertanyaan selanjutnya adalah apa hukum mengekspresikan kemarahan terhadap penghinaan kepada Nabi صلى الله عليه وسلم ini dengan demontrasi?

Jawab:

Wahai saudara-saudaraku, hal ini bukanlah perkara
yang baru, di masa Nabi صلى الله عليه وسلم mereka
(orang-orang kafir) biasa berkata bahwa beliau adalah tukang sihir, pendusta, dukun, penyair dan tuduhan-tuduhan selain itu. Akan tetapi Rasulullah عليه الصلاة والسلام bersabar dan tidak tergesa-gesa. Allah memerintahkan beliau untuk bersabar.

وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلًا
Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan
dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.
(QS. al-Muzzammil: 10)

Beliau mendengar penghinaan itu
dan beliau عليه الصلاة والسلام tetap sabar
dengan menaati perintah Allah عز وجل.

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ
Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan,
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ
maka bertasbihlah dengan memuji Rabb-mu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat),
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
dan sembahlah Rabb-mu sampai datang
kepadamu yang diyakini (ajal).
(QS. al-Hijr: 97-99)

Beliau tetap bersabar dan melarang para sahabatnya untuk membalas, saat beliau masih tinggal di Makkah, karena jika mereka membalas kepada orang-orang musyrikin, hal ini bisa mematikan Islam di Makkah
dan mematikan dakwah yang baru tumbuh.
Hingga beliau hijrah (ke Madinah)
dan mendapat pembela (الأنصار).
Kemudian Allah memerintahkan beliau
untuk berjihad melawan orang-orang musyrikin,
jihad yang sesuai syariat.

Adapun demontrasi, perusakan atau pembunuhan
orang-orang yang tidak bersalah, yang mereka di bawah keamanan dan perlindungan kaum muslimin, maka ini adalah pengkhianatan. Hal ini tidak diperbolehkan.
Tidak diperbolehkan untuk membunuh orang yang tidak bersalah, bahkan walau mereka adalah orang-orang kafir. Hal ini tidak diperbolehkan.

وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا
Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada
sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi
kamu dari Masjidilharam, mendorongmu
berbuat aniaya (kepada mereka).
(QS. al-Maidah: 2)

Tidak diperbolehkan melakukan penyerangan
kepada orang-orang yang tidak bersalah.

وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَ
Dan seorang yang berdosa tidak akan
memikul dosa orang lain.
(QS. al-An’am: 164)

وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّهِ
ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْلَمُونَ
Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian
itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.
(QS. at-Taubah: 6)

Utusan kaum musyrikin datang kepada
Rasulullah صلى الله عليه وسلم untuk berunding,
beliau menerimanya bahkan di dalam masjid
beliau عليه الصلاة والسلام.
Beliau berunding bersama mereka meskipun
mereka adalah orang-orang musyrikin dan kafir.
Namun, perlu diketahui bahwa Islam
bukanlah agama kemarahan dan agama balas dendam,
sesungguhnya Islam adalah agama hidayah,
rahmah dan keramahan
sebagaimana Nabi صلى الله عليه وسلم dulu melakukannya.

Dan bagaimana hasilnya?
Hasilnya adalah bahwa Allah menolong Rasul-Nya
dan menguatkan agama-Nya.
Dan orang-orang yang dulu merendahkan dan mencomooh Nabi صلى الله عليه وسلم,
sebagian dari mereka kemudian berubah
menjadi pemimpin Islam dan orang-orang
yang berjihad di jalan Allah.
Dan mereka menjadi pemeluk Islam
dan keislaman mereka menjadi baik karena
Nabi صلى الله عليه وسلم sabar kepada mereka,
lemah lembut kepada mereka
dan ramah kepada mereka,
sehingga mereka mencintai beliau,

seperti yang difirmankan Allah عز وجل:
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ
Dan sesungguhnya kamu benar-benar
berakhlaq yang agung.
(QS. al-Qalam: 4)
Beginilah akhlaq Rasulullah صلى الله عليه وسلم.

Mereka orang-orang kafir saat melakukan perbuatan (penghinaan) ini, yang mereka inginkan adalah provokasi (memancing kemarahan kaum Muslimin),
lalu (saat ada yang terprovokasi) mereka berkata:
“Lihat aksi kaum Muslimin, mereka membunuh duta besar, menghancurkan rumah-rumah, meruntuhkan bangunan-bangunan! Inilah agama Islam!”
Inilah yang orang-orang kafir inginkan. Sebuah ujian bagi kaum Muslimin dari aksi konyol mereka, aksi konyol mereka, atau dari penyusup yang bersama mereka.
Tidak diperbolehkan gegabah dalam menghadapi permasalahan ini.

وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَىٰ مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّىٰ أَتَاهُمْ نَصْرُنَا ۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ۚ وَلَقَدْ جَاءَكَ مِنْ نَبَإِ الْمُرْسَلِينَ
Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu.
(QS. al-An'am: 34)

Inilah bimbingan Islam dalam permasalahan ini,
dengan keramahan, kehati-hatian, kesabaran,
dan menghilangkan ketergesa-gesaan.
Jadi orang-orang musyrikin ingin mengambil keuntungan dari permasalahan ini, dari apa yang terjadi pada sebagian kaum Muslimin yang arogan, melakukan penghancuran dan pembunuhan, hingga kaum muslimin mulai bertempur di antara diri mereka sendiri, berdemontrasi, berkelahi melawan penjaga keamanan kaum Muslimin (pemerintah). Hal inilah yang diinginkan oleh orang-orang kafir.
Na’am.

http://www.alfawzan.af.org.sa/node/14103

Soal:
أحسن الله إليكم
Apakah diperbolehkan membunuh
kartunis kafir yang telah diketahui
menggambar kartun penghinaan
kepada Nabi ﷺ?

Jawab:
Ini bukan cara yang benar (yakni dengan)
pembunuhan dan (cara) ini akan menambah
mereka (untuk melakukan) kejahatan
dan kemarahan terhadap kaum Muslimin.
Akan tetapi kalahkan mereka dengan
membantah syubhat/kerancuan mereka
dan menjelaskan kesalahan mereka.
Adapun membela dengan kekuatan dan senjata,
ini adalah tugas pemerintah Muslimin
dan dengan berjihad di Allah عز وجل.
Na’am.

http://www.alfawzan.af.org.sa/node/1960

Posting-posting Terkait

>>> Fatwa Syaikh Shalih al-Fawzan
Hukum Demontrasi dalam Merespon Penghinaan kepada Nabi Muhammad ﷺ
dan Membunuh Penghinanya seperti Charlie Hebdo, dll.

>>> Nasihat Syaikh Shalih al-Fauzan dalam Merespon Film Innocence of Muslims

http://youtu.be/PzCsdPr77_w
Syaikh Shalih al-Fauzan - Respon atas film penghinaan kepada Nabi Muhammad ﷺ [Video]
>>> [Fatwa] Syaikh Shalih al-Fauzan: Hukum Orang Awam Syi'ah Rafidhah
>>> Syaikh Rabi': "...Kirimkan mereka ke Dammaj untuk belajar ilmu dan sunnah..."
>>> Mengenal Darul Hadits Dammaj Yamanدار الحديث بدماج - حرسها الله -Markiz Masyaikh & Penuntut Ilmu-
>>> Penelponan Syaikh Rabi' dan Syaikh Yahya -New Release-
>>> Autobiografi al-Imam al-Mujaddid Muqbil bin Hadi al-Wadi`i –rahimahullahu- dengan Suaranya Sendiri
>>> Mengenang Perjalanan Dakwah Syaikh Muqbil al-Wadi'i -rahimahullahu- الإمام المجدد مقبل بن هادي الوادعي - رحمه الله - oleh Abu Hazim Muhsin al-Indonesia
>>> Mengenal Syaikh Yahya bin Ali al-Hajuri الشيخ العلامة يحيى بن علي الحجوري - حفظه الله
>>> Mauqif Syaikh Rabi' kepada Syaikh Yahya

http://islam-itu-mulia.blogspot.com/2015/01/fatwa-syaikh-shalih-al-fawzan-hukum.html

> > > > > > > READ MORE

Tanya-Jawab bersama Syaikh Yahya al-Hajuri di Makkah al-Mukarramah -
Malam Selasa 22-Rabi'ul Awwal-1436H

بسم الله الرحمن الرحيم

أسئلة من بعض طلبة العلم
أجاب عنها شيخنا العلامة
أبو عبدالرحمن
يحيى بن علي الحجوري ــــ حفظه الله ـــ

سجلت هذه الأسئلة في مكة المكرمة شرفها الله

اللهليلة الثلاثاء 22 ربيع أول 1436هـ


[AUDIO] Tanya-Jawab bersama Syaikh al-'Allamah الناصح الأمين Yahya bin 'Ali al-Hajuri حفظه الله تعالى di Makkah al-Mukarramah pada malam Selasa 22 Rabi'ul Awwal 1436H

Download klik ini: atau Download klik ini:

السؤال الأول:
 
صاحب الشرك الأكبر؛ إن مات عليه بدون توبة، هل يدخل النار وجوبا أم تحت مشيئة الله
 
السؤال الثاني:
 
كيف نجمع بين حديث: ((  افطر الحاجم و المحجوم))، و بين حديث : (( احجتم النبي صلى الله عليه وسلم وهو صائم ))
 
السؤال الثالث:
 
كيف الجمع بين حديث طلق، و حديث: بسرة رضي الله عنهما  في مس الذكر
 
السؤال الرابع:
 
قراءة الفاتحة  هل تلزم الإمام و المأموم
 
السؤال الخامس:
 
شارب الخمر إن تاب قبل موته؛ هل يشربها في الأخرة
 
السؤال السادس:
 
هل ساب النبي صلى الله عليه وسلم يقتل حتى و إن تاب
 
السؤال السابع:
 
ما هو الراجح في استقبال النيرين ــ الشمس و القمر ـــ في قضاء الحاجة
 
السؤال الثامن:
 
ما حكم تمثيل الأنبياء و الصحابة
 
السؤال التاسع:
 
ما حال حديث: ((  تحية البيت الطواف ))
 
السؤال العاشر:
 
ما حكم التبرع بالأعضاء للوالدين هل هذا من البر
 
السؤال الحادي عشر:
 
ما حكم تارك الصلاة تكاسلا
 
السؤال الثاني عشر:
 
ما حكم العمل بالحديث الضعيف في فضائل الأعمال
 
السؤال الثالث عشر:
 
من كان مسافرا و لا يدري متى يرجع هل يقصر الصلاة أم يتم 
 
 
سجلت هذه الأسئلة في مكة المكرمة شرفها الله
ليلة الثلاثاء 22 ربيع أول 1436هـ


Terbaru!!!



http://youtu.be/tmHbMHyVPd4
Syaikh Muqbil dan Syaikh Yahya tentang Adzan Pertama Shalat Jum'at



http://youtu.be/PAQyUwciwmo
Syaikh Muqbil - Hukum Adzan Pertama Shalat Jumat



http://youtu.be/vARVDnM3vIo
Syaikh Yahya al-Hajuri - Tahdzir (Waspada/Peringatan) dari 'Kejahatan' Luqman Baaduh si Hizbi Hina
Sejak 20 Dzulhijjah 1429H (18 Desember 2008M)

Posting-posting Terkait

>>> Tanya-Jawab bersama Syaikh Yahya al-Hajuri di Makkah al-Mukarramah - Malam Selasa 22-Rabiul Awwal-1436H
>>> Tanya-Jawab bersama Syaikh Yahya al-Hajuri di Makkah al-Mukarramah - Malam Jum'at 3-Rabiul Awwal-1436H
>>> Tanya-Jawab bersama Syaikh Yahya al-Hajuri di Makkah al-Mukarramah - Rabu 18-Shafar-1436H
>>> Tanya-Jawab bersama Syaikh Yahya al-Hajuri di Makkah al-Mukarramah - Sabtu 07-Shafar-1436H
>>> ((إقامة الدين)) Muhadharah Syaikh Yahya al-Hajuri di Makkah al-Mukarramah 13-01-1436H
>>> [Fatwa] Syaikh Yahya al-Hajuri : Pertanyaan dari Indonesia Malam Senin 22 Syawal 1435H
>>> Syaikh Yahya al-Hajuri : Wasiat untuk Melakukan Penjagaan terhadap Agama Islam
>>> Syaikh Yahya al-Hajuri Berlepas Diri dari Tuduhan-tuduhan Hizbiyin
>>> Perbedaan Nyata Ahlus Sunnah dan Tanzhim al-Qaeda
>>> Ahlus Sunnah wal Jama'ah Salafiyun Berlepas Diri dari Firqah Khawarij al-Qaeda
>>> Bermajelis bersama Ahlul Bid'ah untuk Menasihati?
>>> Hakikat Muhammad bin Hadi azh-Zhalim al-Muqallid
>>> [Dammaj Crisis] Update Berita Blokade Dammaj 1434H
>>> Syaikh Yahya al-Hajuri: تنبيهات على ما ذكرته بعض الصحف من دخولي المملكة حرسها الله من تقوّلات وتحليلات
>>> [Dammaj Crisis] Hijrah dari Sha'dah ke Hudaidah
>>> Fitnah Keji Situs FItnah
>>> Penjelasan atas Pertemuan Syaikh Yahya dengan al-Halabi & al-Ma'ribi
>>> Bara`ah al-Imam Muqbil al-Wadi'i dari Fitnah Juhaiman
>>> Syaikh Yahya al-Hajuri - Allah Tidak Menanyaimu Si Fulan Hizbi?
>>> Syaikh Rabi' ‘’Ini (al-Jam'iyat) adalah perkara bid'ah…
>>> Syaikh Abu 'Amr 'Abdul Karim al-Hajuri - Tahdzir bagi Dai-dai Pencela Dammaj
>>> Al-Jam'iyat, Fatwa Terbaru Syaikh Rabi'

http://islam-itu-mulia.blogspot.com/2015/01/tanya-jawab-bersama-syaikh-yahya-al.html

> > > > > > > READ MORE

Nasihat Syaikh Shalih al-Fauzan dalam Merespon Film Innocence of Muslims,
Sikap yang Benar dalam Merespon Penghinaan kepada Nabi Muhammad ﷺ
seperti Charlie Hebdo, dll.

بسم الله الرحمن الرحيم

الفتوى للعلامة صالح بن فوزان الفوزان حفظه الله

Nasihat Mulia dari Fadhilatusy-Syaikh
Al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan
Sikap yang benar dalam merespon penghinaan kepada Nabi Muhammad ﷺ


http://youtu.be/PzCsdPr77_w

Syaikh Shalih al-Fauzan - Respon atas penghinaan kepada Nabi Muhammad ﷺ [Video]
Soal:
Wahai Syaikh yang kami hormati, semoga Allah menganugerahkan anda taufiq.
Ada banyak pertanyaan,
apa nasihat anda untuk para penuntut ilmu
dan selain dari mereka
berkenaan dengan apa yang terjadi baru-baru ini, mengenai film yang menghinakan Nabi ﷺ.
Apa nasihat anda berkenaan dengan hal itu?

Jawab:

Nasihat kami mengenai hal itu adalah
dengan bersikap tenang
dan tidak mengingkarinya dengan cara-cara ini:
demonstrasi,
membahayakan orang-orang yang tidak bersalah,
dan menyia-nyiakan harta,
(cara-cara) ini tidak diperbolehkan.
Mereka yang harus merespon hal ini adalah
para ulama,
bukan orang awam.
Para ulama yang merespon urusan ini.
Mereka (yaitu orang-orang kafir) ingin menimbulkan kekacauan di antara kita
dan mereka ingin mempengaruhi kita,
(kekacauan) ini adalah apa yang mereka inginkan.
Mereka ingin kita berkelahi satu sama yang lain.
Para tentara (pihak keamanan negara seperti polisi dll.) bertahan sementara orang-orang (Muslim yang awam) ini menyerang,
dan ada yang terpukul, terbunuh, dan yang luka-luka.
Ini adalah apa yang mereka inginkan.
Tenang, dan tenang.
Mereka yang bertanggung jawab untuk merespon adalah orang-orang yang berpengetahuan dan berwawasan
(yaitu para ulama).
Atau mereka (para ulama) bisa memilih untuk tidak merespon mereka (kaum kafir) dan bertekad untuk tidak merespon.
Dahulu orang-orang musyrik menjuluki Rasulullah ﷺ
sebagai tukang sihir, tukang ramal, pembohong dll.,
dan Allah memerintahkan Rasulullah untuk bersabar,
Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk bersabar.
Mereka (orang-orang Islam) tidak melakukan protes (demonstrasi) di Mekah dan mereka tidak menghancurkan salah satu rumah dari orang-orang musyrik, juga tidak membunuh siapa pun.
Dengan bersabar dan bersikap tenang sampai Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi memberikan jalan keluar bagi umat Islam.
Maka yang seharusnya adalah bersikap tenang, terutama pada masa-masa ini, pada masa cobaan dan kejahatan ini, yang dewasa ini terjadi di dalam negara-negara Muslim. Adalah kewajiban untuk bersikap tenang dan tidak terburu-buru masuk ke dalam urusan ini,
dan (terutama) bagi orang-orang awam yang tidak mampu menangani hal ini, karena orang bodoh tidak tahu.
Tidak seharusnya seseorang berurusan dengan hal ini kecuali orang-orang berpengetahuan dan berwawasan (yaitu para ulama).

Soal:
Wahai Syaikh yang mulia,
semoga Allah memberimu taufiq.
Apakah diperbolehkan untuk menyebarkan dan mengedarkan apa-apa (kejahatan) yang dikatakan oleh kaum kafir dan yang mereka perbuat
terhadap Rasulullah ﷺ?

Jawab:
Ini tidak diperbolehkan, bahkan bila ini disebut dalam rangka untuk pengingkaran, ini tidak diperbolehkan.
Ini termasuk menyebarkan kejahatan. Maka ini tidak diperbolehkan. Sembunyikan dan jangan disebarkan.
Diingkari tapi jangan disebarkan.

Posting-posting Terkait

>>> Nasihat Syaikh Shalih al-Fauzan dalam Merespon Film Innocence of Muslims
>>> Fatwa Syaikh Shalih al-Fawzan
Hukum Demontrasi dalam Merespon Penghinaan kepada Nabi Muhammad ﷺ
dan Membunuh Penghinanya seperti Charlie Hebdo, dll.


http://youtu.be/upMXltEAifE
Fatwa Syaikh Shalih al-Fawzan
Hukum Demontrasi dalam Merespon Penghinaan kepada Nabi Muhammad ﷺ
dan Membunuh Penghinanya seperti Charlie Hebdo, dll. [Video]

>>> [Fatwa] Syaikh Shalih al-Fauzan: Hukum Orang Awam Syi'ah Rafidhah
>>> Syaikh Rabi': "...Kirimkan mereka ke Dammaj untuk belajar ilmu dan sunnah..."
>>> Mengenal Darul Hadits Dammaj Yamanدار الحديث بدماج - حرسها الله -Markiz Masyaikh & Penuntut Ilmu-
>>> Penelponan Syaikh Rabi' dan Syaikh Yahya -New Release-
>>> Autobiografi al-Imam al-Mujaddid Muqbil bin Hadi al-Wadi`i –rahimahullahu- dengan Suaranya Sendiri
>>> Mengenang Perjalanan Dakwah Syaikh Muqbil al-Wadi'i -rahimahullahu- الإمام المجدد مقبل بن هادي الوادعي - رحمه الله - oleh Abu Hazim Muhsin al-Indonesia
>>> Mengenal Syaikh Yahya bin Ali al-Hajuri الشيخ العلامة يحيى بن علي الحجوري - حفظه الله
>>> Mauqif Syaikh Rabi' kepada Syaikh Yahya

http://islam-itu-mulia.blogspot.com/2012/09/nasihat-syaikh-shalih-al-fauzan-dalam.html

> > > > > > > READ MORE

Syaikh Bin Baaz - Larangan untuk Mengadakan Maulidan

بسم الله الرحمن الرحيم

Al-Imam al-Allamah asy-Syaikh
'Abdul 'Aziz bin 'Abdullah bin Baaz
-rahimahullahu-
w. 1420H/1999M
الشيخ عبد العزيز بن عبد الله بن باز

الموالد بدعة
Maulidan itu bid'ah.





http://youtu.be/rLOHpAk9wEw
Syaikh Bin Baaz - Larangan untuk Mengadakan Maulidan [Video]



http://youtu.be/4noBEL771ao
Syaikh Bin Baaz - Seandainya Rasulullah Maulidan maka Kita Maulidan [Video]


"Larangan
untuk
Mengadakan
Acara Maulidan"

Soal:

Di tempat kami ada kuburan seorang Syaikh,
dan orang-orang mengadakan acara maulidan
(مولداً) untuknya setiap tahun, dan mengumpulkan
sebagian harta dari warga setempat dan saya
termasuk dari orang yang (ditugaskan) mengambil
harta dari mereka, dan saya tidak merasa yakin, ...
dan ketika menawari (tugas) mereka berkata
kepada saya: Bahwa ini tidak haram, kita membeli
hewan qurban (ذبائح) dengan harta ini untuk
orang-orang yang akan menghadiri acara
maulidan dari negeri setempat dan selainnya.
Maka apa hukumnya?
بارك الله فيكم.

Jawab:

هذا بدعة ومنكر
Ini bid'ah dan mungkar.

لا يجوز اتخاذ الموالد
Tidak diperbolehkan mengadakan
acara maulidan.

Tidak untuk ahli ilmu,
dan tidak untuk Syaikh qabilah (suku),
dan tidak untuk pemuka negeri,
dan tidak untuk selain mereka.

الموالد بدعة
Maulidan itu bid'ah.

Dan demikian (mengadakan) perayaan maulid
untuk nabi, untuk para shahabat utama -الصلاة
والسلام-,

ليس له أصل
(Maulidan ini) tidak ada dasarnya.

Dan demikian (mengadakan) perayaan maulid
para nabi atau orang-orang shalih atau para
ulama,

كله لا أصل له
Semua (maulidan ini) tidak ada dasarnya.

Dulu Nabi -صلى الله عليه وسلم- di antara para
shahabatnya di Madinah selama sepuluh tahun
tidak merayakan maulidnya -صلى الله عليه وسلم-,
tidak memerintahkan yang seperti itu, dan para
shahabatnya -رضي الله عنهم وأرضاهم- tidak

melakukannya.

Dan demikian para khulafaur rasyidun: (Abu
Bakar) ash-Shidiq, Umar (bin Khattab), Utsman
(bin Affan), dan Ali (bin Abi Thalib), mereka
tidak merayakannya.
Dan demikian para shahabat lainnya, mereka
tidak merayakannya.

Dan demikian pada qurun setelah mereka,
pada qurun terbaik, qurun pertama, kedua
dan ketiga, mereka tidak merayakan
yang seperti itu.

Maka yang seharusnya bagi kaum Muslimin
untuk menyambutnya (untuk tidak maulidan),
Dan sesungguhnya yang penting adalah
mereka menjaga ketaatan kepadanya -صلى الله
عليه وسلم- dan mengikuti syariatnya,
(mematuhi) perintah dan (menjauhi) larangannya,
bersegera kepada apa yang diperintahkannya,
dan meninggalkan apa yang dilarang atasnya
-عليه الصلاة والسلام-.

Dan adapun para Syaikh dan para ulama,
menjadi pintu pertama yang tidak
memperbolehkan maulidan bagi mereka.

Maka (tentang) kuburan ini yang berada di
tempat kalian, jangan merayakan untuk
pemiliknya, tidak berupa maulidan atau
yang selainnya.

Akan tetapi jika dia (yang dikubur) seorang
yang baik, berdoalah untuknya agar diampuni,
jika dia seorang Muslim, berdoalah untuknya
dengan ampunan dan rahmat.

Dan jika berziarah ke kuburannya dengan
ziarah yang sesuai syariat, dan berdoa
untuknya. Ucapkanlah: "السلام عليك يا فلان
غفر الله لك ورحمنا وإياك ويكفي" (Salam atasmu
ya fulan, semoga Allah memberi ampunan
untukmu, dan memberi rahmat bagi kami
dan kamu, dan kecukupan).

Adapun untuk berdoa kepada selain Allah,
meminta pertolongan kepadanya, atau
meminta berkah dengan kuburannya, atau
berthawaf kepadanya, ini adalah
kemungkaran yang besar (هذا منكر عظيم).
Jangan berthawaf kepada kuburannya,
dan jangan berdoa kepada selain Allah.

Jangan berkata, "Ya Sayidi Fulan bantulah
saya", atau "Saya dalam hisabmu atau
perlindunganmu", atau "Sembuhkan saya
atau sembuhkan sakitku". Semua ini
kemungkaran, tidak diperbolehkan,
bahkan ini termasuk kesyirikan yang
diharamkan.

Dan demikian, jangan berthawaf kepada
kuburan, dan jangan meminta berkah
dengan tanah, dan jangan dengan batu
berhala. Semua ini termasuk kemungkaran
yang besar, dan termasuk bertabaruk
yang mungkar. Meminta barakah dari
kuburan adalah syirik akbar.
نسأل الله العافية.

Maka yang wajib bagi warga setempat
agar mereka tidak menghadiri apa yang
diharamkan Allah kepadanya dan
menyambut perayaan ini.

Dan bahwa mereka jangan mengambil
harta-harta manusia dengan kebatilan.
Dan bahwa mereka jangan berdoa
kepada si mayit ini, karena jika si mayit
seorang Muslim, maka berdoalah
untuknya dengan ampunan, rahmat
dan kecukupan.
والحمد لله.

Keterangan:

Maulidan, Maulid Nabi
=
Rangkain Acara Peringatan Hari Lahir
Nabi Muhammad -صلى الله عليه وسلم-.
(Hari ulang tahun kelahiran, birthday)



"Seandainya Rasulullah Maulidan maka Kita Maulidan"

Merayakan maulid
bukanlah cara yang tepat
untuk menunjukkan kecintaaan kita
kepada Rasulullah
-صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-.

Dan pada kenyataannya
Ahlus Sunnah lebih mencintai Rasulullah
daripada ayah-ayah dan ibu-ibu mereka
dan daripada diri mereka sendiri.

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ
مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ
Tidaklah (sempurna) iman
salah seorang di antara kalian
sehingga aku lebih dicintainya
daripada orangtuanya, anaknya
dan segenap umat manusia.
(HR. Bukhari)

Dan ketika Umar bin Khattab
berkata kepada Rasulullah:
“Wahai Rasulullah, sungguh engkau lebih
aku cintai dari segala sesuatu
kecuali diriku sendiri.”
Maka Nabi bersabda,
“Tidak, demi Allah yang jiwaku
berada di tanganNya,
(tidak benar) sampai aku lebih engkau
cintai daripada dirimu sendiri.”
Kemudian Umar bin Khattab berkata,
“Wahai Rasulullah,
sekarang engkau lebih aku cintai
daripada diriku sendiri.”
Nabi bersabda,
“Sekarang (engkau benar) wahai Umar.”
(HR. Bukhari)

Ahlus Sunnah beriman
bahwasanya Rasulullah -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-
lebih mereka cintai
daripada segala sesuatu
setelah (kecintaan kepada) Allah.

Yang paling dicintai
oleh Ahlus Sunnah adalah Allah
kemudian Rasulullah
-صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-
manusia termulia dari kalangan mereka.

Kemudian nabi-nabi lain
yang kedudukannya
setelah Nabi kita
-صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-.
Dan kita mengikuti
jalan mereka (Ahlus Sunnah).

(Kemudian beliau -rahimahullahu-
dengan tersedu sedan menangis
sambil menerangkan...)

Allah yang menjadi saksi.

Allah yang menjadi saksi.
Bahwasanya Rasulullah adalah
orang yang paling kami cintai
setelah (kecintaan kepada) Allah,
daripada diri kami sendiri,
daripada harta-harta kami,
anak-anak kami dan segalanya.

Demi Allah!
Seandainya Rasulullah mengajarkan
untuk merayakan maulid ini,
tentu kami akan merayakannya.

Akan tetapi
beliau tidak mengajarkannya,
tidak juga dari kalangan sahabat
yang pernah merayakan maulid.



Sumber
http://www.binbaz.org.sa

Posting-posting Terkait

>>> Syaikh Bin Baaz - Larangan untuk Mengadakan Maulidan
>>> Syaikh Muqbil - Maulidan termasuk Bid'ah
>>> Syaikh Yahya al-Hajuri - Bantahan Istimewa kepada Para Pemuja Acara Maulidan
>>> Syaikh Yahya al-Hajuri - Allah Tidak Menanyaimu Si Fulan Hizbi?
>>> Syaikh Yahya al-Hajuri - Yusuf al-Qardhawi adalah Seorang Munafiq
>>> Syaikh Bin Baaz - Larangan Ikut Berpartisipasi dalam Perayaan Natal dan Tahun Baru (Juga Perayaan-perayaan Orang Kafir Lainnya)
>>> Syaikh bin Baaz: Larangan Mengobati Sihir dengan Sihir
>>> Syaikh Shalih al-Fauzan - Hadiah bagi para pencela Syaikh Yahya al-Hajuri
>>> Syaikh Rabi': Syaikh Yahya adalah Salafi dan Termasuk Salafiyin yang Kokoh
>>> Syaikh Rabi': "...Kirimkan mereka ke Dammaj untuk belajar ilmu dan sunnah..."
>>> Penelponan Syaikh Rabi' dan Syaikh Yahya -New Release-
>>> Nasihat dalam Menghadapi Fitnah Luqman Ba’abduh si Hizbi Hina
>>> Selesainya Pertikaian antara Syaikh Rabi’ dan Syaikh Yahya Selama-lamanya
>>> Mengenal Darul Hadits Dammaj Yamanدار الحديث بدماج - حرسها الله -Markiz Masyaikh & Penuntut Ilmu-
>>> Mengenal Syaikh Yahya bin Ali al-Hajuri الشيخ العلامة يحيى بن علي الحجوري - حفظه الله

http://islam-itu-mulia.blogspot.com/2013/02/syaikh-bin-baaz-larangan-untuk.html

> > > > > > > READ MORE

Syaikh Muqbil - Maulidan termasuk Bid'ah

بسم الله الرحمن الرحيم

Al-Imam al-Allamah al-Muhaddits
Asy-Syaikh Abu Abdirrahman
Muqbil bin Hadi al-Wadi'i
-rahimahullahu-
w. 1422H/2001M

فالإحتفال بالمولد يعتبر بدعة

Perayaan maulid termasuk bid'ah





http://youtu.be/44i4LpCzD2U
Syaikh Muqbil - Maulidan termasuk Bid'ah [Video]


Darul Hadits Dammaj Yaman

Perayaan Maulid (Maulidan)
termasuk Bid'ah

Soal:

Apa hukum perayaan-perayaan ini yang
dilakukan oleh mayoritas manusia dan
kemungkarannya, salah satunya seperti
maulidan?

Jawab:

الحمد لله
وصلى الله على نبينا محمد
وعلى آله وصحبه ومن والاه
وأشهد ألا إله إلا الله وحده لا شريك له
وأشهد أن محمداً عبده ورسوله
أما بعد

فالإحتفال بالمولد يعتبر بدعة

Perayaan maulid termasuk bid'ah,

tidak datang hadits dan tidak pula ayat
di dalam kitabullah mengijinkan kita
atau menganjurkan kita untuk
merayakan maulid Rasulullah
-صلى الله عليه وعلى آله وسلم-,

Nabi -صلى الله عليه وعلى آله وسلم- tidak
melakukannya, para sahabat juga tidak, dan
tidak pula at-Tabi'un (التابعون, murid-murid
sahabat, generasi shalih setelah sahabat).

Sesungguhnya yang melakukannya (kali pertama)
adalah sekolompok dari al-'Ubaidiyyun (العبيديين),
berkata sebagian dari mereka: Sesungguhnya
yang melakukannya beberapa raja (negeri) Syam,
karena (meniru) kaum Nashara merayakan
maulid (Nabi) 'Isa.

...

Selengkapnya lihat di
http://www.muqbel.net


Posting-posting Terkait

>>> Syaikh Muqbil - Maulidan termasuk Bid'ah
>>> Syaikh Bin Baaz - Larangan untuk Mengadakan Maulidan
>>> Syaikh Yahya al-Hajuri - Bantahan Istimewa kepada Para Pemuja Acara Maulidan
>>> Syaikh Yahya al-Hajuri - Allah Tidak Menanyaimu Si Fulan Hizbi?
>>> Syaikh Yahya al-Hajuri - Yusuf al-Qardhawi adalah Seorang Munafiq
>>> Syaikh Bin Baaz - Larangan Ikut Berpartisipasi dalam Perayaan Natal dan Tahun Baru (Juga Perayaan-perayaan Orang Kafir Lainnya)
>>> Syaikh bin Baaz: Larangan Mengobati Sihir dengan Sihir
>>> Syaikh Shalih al-Fauzan - Hadiah bagi para pencela Syaikh Yahya al-Hajuri
>>> Syaikh Rabi': Syaikh Yahya adalah Salafi dan Termasuk Salafiyin yang Kokoh
>>> Syaikh Rabi': "...Kirimkan mereka ke Dammaj untuk belajar ilmu dan sunnah..."
>>> Penelponan Syaikh Rabi' dan Syaikh Yahya -New Release-
>>> Nasihat dalam Menghadapi Fitnah Luqman Ba’abduh si Hizbi Hina
>>> Selesainya Pertikaian antara Syaikh Rabi’ dan Syaikh Yahya Selama-lamanya
>>> Mengenal Darul Hadits Dammaj Yamanدار الحديث بدماج - حرسها الله -Markiz Masyaikh & Penuntut Ilmu-

http://islam-itu-mulia.blogspot.com/2013/02/syaikh-muqbil-maulidan-termasuk-bidah.html

> > > > > > > READ MORE

Syaikh Yahya al-Hajuri - Bantahan Istimewa kepada Para Pemuja Acara Maulidan

بسم الله الرحمن الرحيم

Asy-Syaikh al-'Allamah Yahya bin 'Ali al-Hajuri
الشيخ العلامة يحيى بن علي الحجوري
-حفظه الله ورعاه-

الردُّ المسدَّد على أصحاب المولد

Bantahan Istimewa
kepada Para Pemuja Acara Maulidan


سجلت هذه المادة ليلة الثلاثاء 10 ربيع أول 1434 هـ


Syaikh Yahya al-Hajuri - Bantahan Istimewa kepada Para Pemuja Acara Maulidan [Audio]




بسم الله الرحمن الرحيم

Fatwa Imam al-Wadi'iy tentang MAULID NABI

Al Imam Al Wadi'iy رحمه الله ditanya:

"Apakah perayaan Maulid dan Mi'roj serta Rojabiyyah itu bid'ah ataukah sunnah hasanah?"

Maka beliau رحمه الله menjawab:

"Itu adalah bid'ah. Itu tadi semua tidak ada pada masa Nabi صلى الله
عليه وسلم . Dan Robbul 'izzah berfirman dalam kitab-Nya:

﴿الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً﴾ [المائدة: 3].

"Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Aku cukupkan untuk kalian kenikmatan-Ku dan Aku telah ridhoi Islam sebagai agama kalian."

Dan Rosul صلى الله عليه وسلم bersabda sebagaimana dalam "Shohihain":

«مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ ».

“Barangsiapa membikin dalam urusan agama kami perkara yang tidak ada dalam agama kami, maka dia itu tertolak.” (HR. Al Bukhoriy (2697) dan Muslim (1718)).

Maka seluruh perkara ini tadi adalah termasuk dari perkara baru, barangkali diada-adakan pada abad keenam. Dan di antaranya ada yang lebih dulu waktunya daripada itu. Dan secara keseluruhan, tidak ada di dalam Islam kebid'ahan yang baik. Rosul صلى الله عليه وسلم bersabda:

«كل بدعة ضلالة»،

"Setiap kebid'ahan adalah kesesatan."

«إن الله حجب التوبة عن كل صاحب بدعة حتى يدع بدعته».

"Sesungguhnya Alloh menghalangi tobat dari setiap pelaku kebid'ahan sampai dia meninggalkan kebid'ahannya."

Dan demikianlah wahai saudara-saudaraku. Umat Islam wajib untuk menjauh dari maulid-maulid yang menyebabkan mereka jauh dari Kitabulloh dan sunnah Rosululloh صلى الله عليه وسلم itu. Dan engkau tidak boleh berkata: "Aku akan memanfaatkan kesempatan itu, aku akan hadir dan memberikan petuah pada orang-orang." Tidak.

Jika engkau hadir dan akan berkata pada mereka bahwasanya mereka itu ada di atas kebid'ahan yang sesat: "Waka bertaqwalah kalian kepada Alloh dan tinggalkanlah bid'ah ini," maka silakan.

Adapun jika engkau berangkat dan memberkahi untuk mereka kebid'ahan mereka, maka jangan. Engkau akan memperbanyak jumlah mereka dan jadilah engkau bersekutu dengan mereka dalam dosa.

Dan Alloh sajalah Yang dimintai pertolongan."

(selesai penukilan dari "Ijabatus Sail"/hal. 337/cet. Darul Haromain).

Al Imam Al Wadi'iy رحمه الله juga ditanya:

"Apa hukum membaca "Maulidud Di'abiy" dan "Nazhmu Sirotir Rosul صلى الله عليه وسلم?"

Maka beliau رحمه الله menjawab:

"Maulid itu sendiri adalah bid'ah, tidak tetap. Dan Nabi صلى الله عليه وسلم tidak memerintahkannya. Bacalah Kitabulloh dari awal sampai akhirnya. Apakah kalian mendapati di dalamnya ada perayaan maulid?

Bacalah sunnah Rosululloh صلى الله عليه وسلم , bacalah Shohihul Bukhoriy, Shohih Muslim, Musnad Imam Ahmad, Sunan Abi Dawud, Jami'ut Tirmidziy, dan demikian pula Sunanun Nasaiy, Sunan Ibni Majah, Sunanud Darimiy, dan yang lainnya. Apakah kalian mendapati di dalamnya perayaan maulid?

Ataukah yang mendatangkannya adalah Ubaidiyyun di Maghrib dan asal mereka adalah orang-orang Yahudi, kemudian mereka menyatakan bahwasanya mereka itu dari keturunan keluarga Nabi, dan mereka menisbatkan diri pada Ismail bin Ja'far, kemudian mereka diikuti oleh orang-orang yang terlalaikan, sampai bahkan ada seorang raja pada abad
keenam yang melihat orang-orang Kristen merayakan maulid Isa. Abu Syamah berkata: "Maka raja tadi mengadakan perayaan maulid Nabi صلى الله عليه وسلم lebih besar daripada perayaan orang-orang Kristen untuk maulid Isa."

Para raja dan para pemimpin itu tidak boleh digunakan sebagai hujjah (argumentasi). Yang digunakan sebagai hujjah adalah ucapan Rosul صلى الله عليه وسلم.

Aku menasihati setiap muslim yang menginginkan keselamatan dan ingin maju di dalam ilmu untuk kembali kepada kitab-kitab ulama terdahulu yang kosong dari bid'ah-bid'ah ini.

Engkau mendapati kebanyakan para pelaku maulid-maulid itu tidak memerintahkan yang ma'ruf dan tidak melarang dari yang mungkar. Bahkan terkadang kekejian dikerjakan di acara maulid. Maka maulid Badawiy itu terkadang kekejian dikerjakan di situ. Dan demikianlah masjid di Jund. Orang-orang hadir di situ pada malam sekian dan sekian pada bulan Rojab, dan mereka mendirikan kemah-kemah di sampingnya, terkadang kekejian dikerjakan di situ.

Adapun mubtadi'ah maka yang penting bagi mereka adalah memerangi Ahlussunnah: "Wahhabiyyah datang untuk meruntuhkan agama kita!"

Engkau wahai orang yang patut dikasihani, engkau itu tidak mementingkan agama, engkau cuma mementingkan ashidah (sejenis masakan dari tepung), dan saltah (campuran beberapa sayuran yang dipotong kecil-kecil), dan kot (sejenis ganja). Engkau tidak mementingkan agama. Engkau menyia-nyiakan dirimu sendiri.

Wahai orang yang malang, jika engkau mementingkan agama, maka kemarilah, kami siap untuk berdiskusi denganmu dan menjelaskan padamu bahwasanya engkau itu ada di atas kebid'ahan yang tidaklah Alloh menurunkan dalil yang mendukung tentang itu.

Dan Alloh sajalah Yang dimintai pertolongan."

(selesai penukilan dari "Ijabatus Sail"/hal. 336-337/cet. Darul
Haromain).

Diterjemahkan oleh:
Abu Fairuz Abdurrohman Al Jawiy
عفا الله عنه

http://groups.google.com/group/audiosalafi

Sumber
Beyan ::جديد:: ((الردُّ المسدَّد على أصحاب المولد)) لشيخنا العلامة المحدث يحيى بن علي الحجوري حفظه الله

Posting-posting Terkait

>>> Syaikh Yahya al-Hajuri - Bantahan Istimewa kepada Para Pemuja Acara Maulidan
>>> Syaikh Muqbil - Maulidan termasuk Bid'ah
>>> Syaikh Bin Baaz - Larangan untuk Mengadakan Maulidan
>>> Syaikh Yahya al-Hajuri - Allah Tidak Menanyaimu Si Fulan Hizbi?
>>> Syaikh Yahya al-Hajuri - Yusuf al-Qardhawi adalah Seorang Munafiq
>>> Syaikh Bin Baaz - Larangan Ikut Berpartisipasi dalam Perayaan Natal dan Tahun Baru (Juga Perayaan-perayaan Orang Kafir Lainnya)
>>> Syaikh bin Baaz: Larangan Mengobati Sihir dengan Sihir
>>> Syaikh Shalih al-Fauzan - Hadiah bagi para pencela Syaikh Yahya al-Hajuri
>>> Syaikh Rabi': Syaikh Yahya adalah Salafi dan Termasuk Salafiyin yang Kokoh
>>> Syaikh Rabi': "...Kirimkan mereka ke Dammaj untuk belajar ilmu dan sunnah..."
>>> Penelponan Syaikh Rabi' dan Syaikh Yahya -New Release-
>>> Nasihat dalam Menghadapi Fitnah Luqman Ba’abduh si Hizbi Hina
>>> Selesainya Pertikaian antara Syaikh Rabi’ dan Syaikh Yahya Selama-lamanya
>>> Mengenal Darul Hadits Dammaj Yamanدار الحديث بدماج - حرسها الله -Markiz Masyaikh & Penuntut Ilmu-
>>> Mengenal Syaikh Yahya bin Ali al-Hajuri الشيخ العلامة يحيى بن علي الحجوري - حفظه الله

http://islam-itu-mulia.blogspot.com/2013/01/syaikh-yahya-al-hajuri-bantahan_158.html

> > > > > > > READ MORE

Tanya-Jawab bersama Syaikh Yahya al-Hajuri di Makkah al-Mukarramah - Malam Jum'at 3-Rabiul Awwal-1436H

بسم الله الرحمن الرحيم

أسئلة من بعض طلبة العلم
أجاب عنها شيخنا العلامة
أبو عبدالرحمن
يحيى بن علي الحجوري ــــ حفظه الله ـــ

سجلت هذه الأسئلة في مكة المكرمة شرفها الله
يوم
ليلة الجمعة 3 ربيع أول 1436هـ


[AUDIO] Tanya-Jawab bersama Syaikh al-'Allamah الناصح الأمين Yahya bin 'Ali al-Hajuri حفظه الله تعالى di Makkah al-Mukarramah pada malam Jum'at 3 Rabi'ul Awwal 1436H

Download klik ini: atau klik ini:
السؤال الأول:
لماذا قال الشيخ محمد بن عبدالوهاب رحمه الله في رسالته نواقض الإسلام حين ذكر بعض النواقض أن صاحبها كفر إجماعا، و بعض الاحيان يذكر  أنه كفر ، بدون ذكر الإجماع
السؤال الثاني:
هل يكفر الذي يصلي الظهر و العصر في وقت المغرب متعمدا
و يظن أن هذا جائز
السؤال الثالث:
إذا وجد المسلم في بلاد الكفر امرأة كافرة في الشارع مضروبة أو مجروحة بسبب حادثة مثلا، و الحالة شديدة بحيث إن لم يعالجها ماتت كإيقاف الدم بيده، أو ما يسمى بعملية الإنعاش __ و هي الضغط على الصدر عدة مرات __  إلى غير ذلك من الأمور
السؤال هل يجوز له أن يفعل ذلك
السؤال الرابع:
هل المسلم معذور بالإكراه إذا هدد بقتل  غيره كزوجته أو ولده إذا لم يقل  أو يفعل ما هو كفر
السؤال الخامس:
رجل محرم و تجاوز الميقات، ثم  احرم عندما تذكر  ذلك
 فماذا عليه
السؤال السادس:
محرم غطى رأسه و هو يؤدي العمرة نسيانا منه
 فماذا عليه
السؤال السابع:
ما حقيقة الإجماع الذي ينعقد
السؤال الثامن:
الذي يسهو في الصلاة ثم يبني على ما بنى به صاحبه الذي بجنبه علما أنهما دخلا في الصلاة في نفس الوقت
السؤال التاسع:
ما حكم من نسي رفع اليدين عند القيام إلى الركعة الثالثة
السؤال العاشر:
إذا منعت الدولة العمل بالفيزة التجارية
 فما حكم المال المكتسب من هذه الفيزة


Terbaru!!!



http://youtu.be/tmHbMHyVPd4
Syaikh Muqbil dan Syaikh Yahya tentang Adzan Pertama Shalat Jum'at



http://youtu.be/PAQyUwciwmo
Syaikh Muqbil - Hukum Adzan Pertama Shalat Jumat



http://youtu.be/vARVDnM3vIo
Syaikh Yahya al-Hajuri - Tahdzir (Waspada/Peringatan) dari 'Kejahatan' Luqman Baaduh si Hizbi Hina
Sejak 20 Dzulhijjah 1429H (18 Desember 2008M)

Posting-posting Terkait

>>> Tanya-Jawab bersama Syaikh Yahya al-Hajuri di Makkah al-Mukarramah - Malam Jum'at 3-Rabiul Awwal-1436H
>>> Tanya-Jawab bersama Syaikh Yahya al-Hajuri di Makkah al-Mukarramah - Rabu 18-Shafar-1436H
>>> Tanya-Jawab bersama Syaikh Yahya al-Hajuri di Makkah al-Mukarramah - Sabtu 07-Shafar-1436H
>>> ((إقامة الدين)) Muhadharah Syaikh Yahya al-Hajuri di Makkah al-Mukarramah 13-01-1436H
>>> [Fatwa] Syaikh Yahya al-Hajuri : Pertanyaan dari Indonesia Malam Senin 22 Syawal 1435H
>>> Syaikh Yahya al-Hajuri : Wasiat untuk Melakukan Penjagaan terhadap Agama Islam
>>> Syaikh Yahya al-Hajuri Berlepas Diri dari Tuduhan-tuduhan Hizbiyin
>>> Perbedaan Nyata Ahlus Sunnah dan Tanzhim al-Qaeda
>>> Ahlus Sunnah wal Jama'ah Salafiyun Berlepas Diri dari Firqah Khawarij al-Qaeda
>>> Bermajelis bersama Ahlul Bid'ah untuk Menasihati?
>>> Hakikat Muhammad bin Hadi azh-Zhalim al-Muqallid
>>> [Dammaj Crisis] Update Berita Blokade Dammaj 1434H
>>> Syaikh Yahya al-Hajuri: تنبيهات على ما ذكرته بعض الصحف من دخولي المملكة حرسها الله من تقوّلات وتحليلات
>>> [Dammaj Crisis] Hijrah dari Sha'dah ke Hudaidah
>>> Fitnah Keji Situs FItnah
>>> Penjelasan atas Pertemuan Syaikh Yahya dengan al-Halabi & al-Ma'ribi
>>> Bara`ah al-Imam Muqbil al-Wadi'i dari Fitnah Juhaiman
>>> Syaikh Yahya al-Hajuri - Allah Tidak Menanyaimu Si Fulan Hizbi?
>>> Syaikh Rabi' ‘’Ini (al-Jam'iyat) adalah perkara bid'ah…
>>> Syaikh Abu 'Amr 'Abdul Karim al-Hajuri - Tahdzir bagi Dai-dai Pencela Dammaj
>>> Al-Jam'iyat, Fatwa Terbaru Syaikh Rabi'

http://islam-itu-mulia.blogspot.com/2014/12/tanya-jawab-bersama-syaikh-yahya-al_27.html

> > > > > > > READ MORE

Syaikh al-Utsaimin - Hukum Haramnya Memberi Ucapan Selamat Natal (dan Ucapan Selamat Serupa Lainnya pada Hari Raya Keagamaan Non-Muslim)

بسم الله الرحمن الرحيم
التهنئة بشعائر الكفر المختصة به فحرام بالاتفاق

"Memberi Ucapan Selamat atas Hari Raya Keagamaan Orang-orang Kafir maka (Hukumnya) Haram Menurut Kesepakatan (Para Ulama)"
(Seperti “Selamat Hari Natal”, “Selamat Hari Raya Nyepi”, “Selamat Hari Raya Waisak”, “Selamat Hari Raya Imlek” dll.)

Allamah al-Faqih az-Zaman
Asy-Syaikh Abu Abdillah
Muhammad bin Shalih al-Utsamin
-rahimahullahu-
w. 1421H/2001M

Berkata Syaikh –rahimahullahu-:
… Berkata Ibnul Qayyim –rahimahullahu- (691H-751H) di kitab أحكام أهل الذمة :
وأما التهنئة بشعائر الكفر المختصة به فحرام بالاتفاق
Dan adapun mengucapkan selamat atas hari raya keagamaan orang-orang kafir maka (hukumnya) haram menurut kesepakatan (para ulama).

Seperti memberi ucapan selamat atas hari raya mereka dan puasa mereka dengan memberi ucapan: ‘Hari raya yang diberkahi untukmu’ atau memberi ucapan selamat atas hari raya ini atau semisalnya, maka dalam hal ini Ibnul Qayyim berkata bahwa ucapan ini bisa saja selamat dari kekufuran akan tetapi ini adalah termasuk perkara yang diharamkan. Karena kedudukannya serupa dengan memberikan ucapan selamat atas sujudnya mereka kepada salib. Bahkan perkara itu (memberi ucapan selamat atas kekufuran mereka) lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai daripada memberi ucapan selamat atas mereka yang meminum khamr, membunuh jiwa, melakukan tindakan asusila yang diharamkan dan semisalnya.
Dan Ibnul Qayyim berkata bahwa banyak di antara manusia yang tidak menghormati agamanya yang terjerumus dalam perkara itu, mereka tidak menyadari kejelekan dari apa yang dilakukannya.
Maka barangsiapa yang memberi ucapan selamat atas seorang hamba yang melakukan kemaksiatan, kebid’ah dan kekufuran, maka sungguh dia akan menghadapi kebencian dan kemurkaan Allah.
Akhir ucapan beliau –rahimahullahu-.


قال بن القيم رحمه الله في كتابه أحكام أهل الذمة قال وأما التهنئة بشعائر الكفر المختصة به فحرام بالاتفاق مثل أن نهنئهم بأعيادهم وصومهم فيقول عيد مبارك عليك أو تهنأ بهذا العيد ونحوه فهذا يقول ابن القيم فهذا إن سلم قائله من الكفر فهو من الحرمات وهو بمنزلة أن يهنئه بسجوده للصليب بل ذلك اعظم إثما عند الله واشد مقتاً من التهنئة بشرب الخمر وقتل النفس وارتكاب يعني انتهاك الفرج المحرم ونحوه قال وكثير يقوله ابن القيم وكثير ممن لا قدر للدين عندهم يقع في ذلك ولا يدرى قبح ما فعل فمن هنأ عبداً بمعصية أو بدعه أو كفر فقد تعرض لمقت الله وسخطه انتهي كلامه رحمه الله."

Sumber

Simak penjelasan lengkap beserta dalil-dalinya di sini www.ibnothaimeen.com

Video Lainnya



http://youtu.be/jDdbwJea1Z0
>>> Syaikh Bin Baaz - Larangan Ikut Berpartisipasi dalam Perayaan Natal dan Tahun Baru (Juga Perayaan-perayaan Orang Kafir Lainnya)



http://youtu.be/44i4LpCzD2U
>>> Syaikh Muqbil - Maulidan termasuk Bid'ah



http://youtu.be/4noBEL771ao
>>> Syaikh Bin Baaz - Larangan untuk Mengadakan Maulidan

Posting-posting Terkait

>>> Syaikh al-Utsaimin - Hukum Haramnya Memberi Ucapan Selamat Natal (dan Ucapan Selamat Serupa Lainnya pada Hari Raya Keagamaan Non-Muslim)
>>> Syaikh Bin Baaz - Larangan Ikut Berpartisipasi dalam Perayaan Natal dan Tahun Baru (Juga Perayaan-perayaan Orang Kafir Lainnya)

http://islam-itu-mulia.blogspot.com/2014/12/syaikh-al-utsaimin-hukum-haramnya.html

> > > > > > > READ MORE

Syaikh Bin Baaz - Larangan Ikut Berpartisipasi dalam Perayaan Natal dan Tahun Baru

بسم الله الرحمن الرحيم

"Larangan Ikut Berpartisipasi dalam Perayaan Natal dan Tahun Baru"
(Juga Perayaan-perayaan Orang Kafir Lainnya)

Al-Imam al-Allamah asy-Syaikh
'Abdul 'Aziz bin 'Abdullah bin Baaz
-rahimahullahu-
w. 1420H/1999M



http://youtu.be/jDdbwJea1Z0


Soal:
Saudara kita berkata:
Dia memperhatikan bahwa sebagian kaum Muslimin ikut berpartisipasi bersama المسيحيين (kaum Nashara/Kristen/Katolik) pada perayaan kelahiran atau 'Natalan/Christmas' -seperti yang mereka sebut-, dan dia mengharapkan petunjuk (التوجيه).

Jawab:
Tidak boleh (dilarang) bagi Muslimin dan Muslimah untuk ikut berpartisipasi bersama kaum Nashara, Yahudi, atau kaum kafir lainnya dalam acara perayaan-perayaan mereka (أعيادهم). Bahkan wajib meninggalkannya.

Ini karena (Rasulullah bersabda):

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

"Barang siapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk dari mereka."
(HR. Abu Dawud, al-Libas. Al-Albani berkata dalam Shahih Abu Dawud, Hasan Shahih)

Dan Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah memperingatkan kita terhadap meniru/menyerupai mereka dan menghiasi diri kita dengan akhlaq/tingkah laku mereka.
Maka wajib bagi setiap mukmin dan mukminah untuk waspada dari hal itu, dan tidak boleh membantu untuk merayakan perayaan-perayaan orang-orang kafir tersebut dengan sesuatu apapun, karena itu merupakan perayaan yang menyelisihi syari’at Allah dan dirayakan oleh para musuh Allah.
Jadi tidak boleh (dilarang) untuk berpartisipasi di dalamnya atau bekerja sama dengan orang-orangnya atau untuk membantu mereka dengan apa pun, tidak dengan (memberi mereka) teh, kopi, atau apa pun sama sekali, seperti peralatan, dan sejenisnya.

Dan juga Allah سبحانه berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketaqwaan, dan jangalah kalian tolong menolong dalam dosa dan permusuhan.”
[Al-Ma`idah: 2]

Jadi ikut berpartisipasi bersama orang-orang kafir dalam perayaan-perayaan mereka adalah termasuk jenis membantu mereka dalam dosa dan permusuhan. Maka yang wajib bagi setiap muslimin dan muslimah untuk meninggalkan hal itu.
Dan tidak pantas bagi orang yang memiliki aqal (kecerdasan) tertipu oleh orang-orang lain dalam tindakan mereka.
Yang wajib atasnya untuk mempertimbangkan dengan syariat Islam dan apa yang telah dibawanya. Dan mematuhi perintah Allah dan Rasul-Nya. Dan tidak menimbangnya dengan aturan manusia. Karena mayoritas manusia (makhluq) tidak memiliki kepedulian terhadap syariat Allah.

Sebagaimana firman Allah عز وجل di dalam kitab-Nya yang agung:

وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ ۚ

“Kalau engkau mentaati mayoritas manusia yang ada di muka bumi, niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.”
[Al-An’am: 116]

Dia سبحانه berfirman:

وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ

“Mayoritas manusia tidaklah beriman walaupun engkau sangat bersemangat (untuk menyampaikan penjelasan).”
[Yusuf: 103]

Maka segala perayaan (العوائد) yang bertentangan dengan syari’at Allah tidak boleh (dilarang) dirayakan meskipun banyak manusia yang merayakannya.
Dan seorang mukmin menimbang segala ucapan dan perbuatannya, juga menimbang segala perbuatan dan ucapan manusia, dengan timbangan al-Kitab (al-Qur`an) dan as-Sunnah, Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah عليه الصلاة والسلام.
Maka apa yang sesuai dengan keduanya (al-Qur`an dan as-Sunnah) atau salah satu dari keduanya, maka diterima (المقبول) meskipun manusia meninggalkannya.
Dan apa yang bertentangan dengan keduanya (al-Qur'an dan as-Sunnah) atau salah satu dari keduanya, maka ditolak (المردود) meskipun manusia melakukannya.

رزق الله الجميع للتوفيق والهداية
"Semoga Allah merezekikan taufiq dan hidayah untuk semuanya."
جزاكم الله خيراً
"Semoga Allah menambah kebaikan untuk kalian."

Sumber

http://www.binbaz.org.sa/mat/20019

Video Lainnya



http://youtu.be/44i4LpCzD2U
>>> Syaikh Muqbil - Maulidan termasuk Bid'ah



http://youtu.be/4noBEL771ao
>>> Syaikh Bin Baaz - Larangan untuk Mengadakan Maulidan


Syaikh Yahya al-Hajuri - Bantahan Istimewa kepada Para Pemuja Acara Maulidan [Audio]
>>> Syaikh Yahya al-Hajuri - Bantahan Istimewa kepada Para Pemuja Acara Maulidan

Posting-posting Terkait

>>> Syaikh Bin Baaz - Larangan Ikut Berpartisipasi dalam Perayaan Natal dan Tahun Baru (Juga Perayaan-perayaan Orang Kafir Lainnya)
>>> Syaikh al-Utsaimin - Hukum Haramnya Memberi Ucapan Selamat Natal (dan Ucapan Selamat Serupa Lainnya pada Hari Raya Keagamaan Non-Muslim)
>>> Syaikh bin Baaz: Larangan Mengobati Sihir dengan Sihir
>>> Syaikh Shalih al-Fauzan - Hadiah bagi para pencela Syaikh Yahya al-Hajuri
>>> Syaikh Rabi': Syaikh Yahya adalah Salafi dan Termasuk Salafiyin yang Kokoh
>>> Syaikh Rabi': "...Kirimkan mereka ke Dammaj untuk belajar ilmu dan sunnah..."
>>> Penelponan Syaikh Rabi' dan Syaikh Yahya -New Release-
>>> Nasihat dalam Menghadapi Fitnah Luqman Ba’abduh si Hizbi Hina
>>> Selesainya Pertikaian antara Syaikh Rabi’ dan Syaikh Yahya Selama-lamanya
>>> Mengenal Darul Hadits Dammaj Yamanدار الحديث بدماج - حرسها الله -Markiz Masyaikh & Penuntut Ilmu-
>>> Mengenal Syaikh Yahya bin Ali al-Hajuri الشيخ العلامة يحيى بن علي الحجوري - حفظه الله
>>> Mauqif Syaikh Rabi' kepada Syaikh Yahya
>>> Syaikh Yahya al-Hajuri - Yusuf al-Qardhawi adalah Seorang Munafiq

http://islam-itu-mulia.blogspot.com/2012/12/syaikh-bin-baaz-larangan-ikut.html

> > > > > > > READ MORE

Tanya-Jawab bersama Syaikh Yahya al-Hajuri di Makkah al-Mukarramah - Rabu 18-Shafar-1436H

بسم الله الرحمن الرحيم

أسئلة من بعض طلبة العلم الصوماليين بمركز الفاروق بإب ـــ حرسها الله ــ
أجاب عنها شيخنا العلامة
أبو عبدالرحمن
يحيى بن علي الحجوري ــــ حفظه الله ـــ

سجلت هذه الأسئلة في مكة المكرمة شرفها الله
يوم
الأربعاء 18 صفر 1436هـ


[AUDIO] Tanya-Jawab bersama Syaikh al-'Allamah الناصح الأمين Yahya bin 'Ali al-Hajuri حفظه الله تعالى di Makkah al-Mukarramah pada hari Rabu 18 Shafar 1436H

Download klik ini:
أسئلة من بعض طلبة العلم الصوماليين بمركز الفاروق بإب


السؤال الأول:

هل كل الصفات الفعلية ذاتية، أم أن بعضها ذاتية وبعضها ليس كذلك؟

السؤال الثاني:

ما حكم الكسب الذي يأخذه صاحب سيارة الأجرة، علما أنه يحصل في السيارة اختلاط؟

السؤال الثالث:

اشتهر عندنا في الصومال كشف النساء لوجوههن ، فهل يجوز للسلفي أن يفتح دكانا في هذا المجتمع؟

السؤال الرابع:

ما الجمع بين حديث أنس في الصحيحين: (( أَنَّ النَّبي صلى الله عليه وسلم صلى الظهر في المدينة اربعا، و صلى العصر بذي الحليفة ركعتين ))و حديث ابن عباس في صحيح مسلم: (( أَنَّ النبي صلى الله عليه و سلم صلى الظهر في ذي الحليفة)) و بين حديث انس عند النسائي و هو في الصحيح المسند: (( أَنَّ النبي صلى الله عليه وسلم صلى الظهر بالبيداء ))؟

السؤال الخامس:

اشتهر عندنا في الصومال أَنَّ الرجل إذا زنى بامرأة فإنه يزوج بها لاسيما إذا حملت منه من غير احداث توبة منهمافما حكم هذا الزواج و هل يصح العقد ؟

السؤال السادس:

هل يجوز للمرأة تلوين شعرها بالأبيض و الاحمر، و غير ذلك من الالوان؟

السؤال السابع:

ما حكم تسوية الأسنان من أجل الزينة، و هل يجوز للرجل أَنْ يركب أسنانًا ذهبية؟

السؤال الثامن:

هل يجوز للمرأة أَنْ تثقب أنفها لتعليق الخاتم للزينة؟

السؤال التاسع:

ما حال حديث أم سلمة: (( قالت كنت عند رسول الله -صلى الله عليه وسلم- وعنده ميمونة فأقبل ابن أم مكتوم وذلك بعد أن أمرنا بالحجاب فقال النبي -صلى الله عليه وسلم- « احتجبا منه ». فقلنا يا رسول الله أليس أعمى لا يبصرنا ولا يعرفنا فقال النبي -صلى الله عليه وسلم- « أفعمياوان أنتما ألستما تبصرانه »و إذا كان الحديث غير صحيح فهل يلزم المرأة الاحتجاب من الأعمى؟

السؤال العاشر:

إذا لم يوجد في الراوي جرج و لا تعديل، و لكن روى عنه من قيل في حقه لا يروي إلا عن ثقةفهل يرتقي ذلك إلى حيز الاحتجاج

و هل يحتج به إذا روى عنه الثقات؟

السؤال الحادي عشر:

إذا لم نجد نصًا من الأئمة في رواية الراوي عن المختلط، هل كانت قبل الاختلاط او بعده، ولكن وجدنا الشيخين قد أخرجا له فهل يكتفى بذلك و ينزل منزلة من روى عنه قبل الاختلاط؟

السؤال الثاني عشر:

إذا اختلفت العمة و الخالة في حضانة الطفل فمن أحق به

و إذا مات الأب و تزوجت الأم؛ فهل تنتقل الحضانة إلى الورثة أم تبقى مع الأم؟

السؤال الثالث عشر:

هل يحرم الزواج بأم الزوجة من الرضاعة؟

السؤال الربع عشر:

بعضهم يقول: إِن امتحان الناس بالأشخاص بدعة، و إنما كان الامتحان الشرعي في عهد الإمام أحمد و سفيان الثوري ، أما الان فيعتبر بدعة فما مدى صحة هذا القول؟

السؤال الخامس عشر:

ما حكم صنع الطعام لمن يشتغل في تجهيز الميت وحفر القبر له؟

السؤال السادس عشر:

ما صحة من يقول: إِن الجدار الفاصل بين الرجال و النساء في المسجد بدعة؛ لأنه لم يكن في عهد النبي صلى الله عليه وسلم؟

السؤال السابع عشر:

اعتاد الناس عند في الصومال على إلقاء موعظة بعد الانتهاء من الدفنفما حكم هذا العمل وهل يصل إلى حد البدعة؟

السؤال الثامن عشر:

سمعنا بعض الناس يقول: إِن بعض الآيات الموجودة في القرآن هي نفسها موجودة في التوراة: (( فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ ))فما صحة هذا القول؟

السؤال التاسع عشر:

اصحاب الكبائر إذا عذبوا في القبر هل تفتح لهم نافذة إلى الجنة أم إلى النار و هل يأخذوا كتابهم باليمين أم بالشمال و هل الملائكة الذين يقبوا ارواحهم، بيض الوجوه أم سود الوجوه؟

السؤال العشرون:

هل تنقضي عدة الحامل إذا تعمدت أسقاط الجنين؟

السؤال الحادي و العشرون :

هل يجوز أكل ميتة الحيوانات البرمائية التي تعيش في البر و البحر؟

السؤال الثاني و العشرون:

هل يقع طلاق المسحور؟

السؤال الثالث و العشرون:

ما صحة من يقول: إِن الدول الإسلامية التي تحكم بالديمقراطية لا يقال عنها دول إسلامية ما دامت تحكم بالديمقراطية؟

السؤال الرابع و العشرون:

هل يجوز أكل القرد و الفيل و التمساح؟

السؤال الخامس و العشرون و الأخير:

هل يقال في قول العالم المتقدم و قوله المتأخر ناسخ و منسوخ؟

Sumber: aloloom.net.

Terbaru!!!



http://youtu.be/tmHbMHyVPd4
Syaikh Muqbil dan Syaikh Yahya tentang Adzan Pertama Shalat Jum'at



http://youtu.be/PAQyUwciwmo
Syaikh Muqbil - Hukum Adzan Pertama Shalat Jumat



http://youtu.be/vARVDnM3vIo
Syaikh Yahya al-Hajuri - Tahdzir (Waspada/Peringatan) dari 'Kejahatan' Luqman Baaduh si Hizbi Hina
Sejak 20 Dzulhijjah 1429H (18 Desember 2008M)

Posting-posting Terkait

>>> Tanya-Jawab bersama Syaikh Yahya al-Hajuri di Makkah al-Mukarramah - Rabu 18-Shafar-1436H
>>> Tanya-Jawab bersama Syaikh Yahya al-Hajuri di Makkah al-Mukarramah - Sabtu 07-Shafar-1436H
>>> ((إقامة الدين)) Muhadharah Syaikh Yahya al-Hajuri di Makkah al-Mukarramah 13-01-1436H
>>> [Fatwa] Syaikh Yahya al-Hajuri : Pertanyaan dari Indonesia Malam Senin 22 Syawal 1435H
>>> Syaikh Yahya al-Hajuri : Wasiat untuk Melakukan Penjagaan terhadap Agama Islam
>>> Syaikh Yahya al-Hajuri Berlepas Diri dari Tuduhan-tuduhan Hizbiyin
>>> Perbedaan Nyata Ahlus Sunnah dan Tanzhim al-Qaeda
>>> Ahlus Sunnah wal Jama'ah Salafiyun Berlepas Diri dari Firqah Khawarij al-Qaeda
>>> Bermajelis bersama Ahlul Bid'ah untuk Menasihati?
>>> Hakikat Muhammad bin Hadi azh-Zhalim al-Muqallid
>>> [Dammaj Crisis] Update Berita Blokade Dammaj 1434H
>>> Syaikh Yahya al-Hajuri: تنبيهات على ما ذكرته بعض الصحف من دخولي المملكة حرسها الله من تقوّلات وتحليلات
>>> [Dammaj Crisis] Hijrah dari Sha'dah ke Hudaidah
>>> Fitnah Keji Situs FItnah
>>> Penjelasan atas Pertemuan Syaikh Yahya dengan al-Halabi & al-Ma'ribi
>>> Bara`ah al-Imam Muqbil al-Wadi'i dari Fitnah Juhaiman
>>> Syaikh Yahya al-Hajuri - Allah Tidak Menanyaimu Si Fulan Hizbi?
>>> Syaikh Rabi' ‘’Ini (al-Jam'iyat) adalah perkara bid'ah…
>>> Syaikh Abu 'Amr 'Abdul Karim al-Hajuri - Tahdzir bagi Dai-dai Pencela Dammaj
>>> Al-Jam'iyat, Fatwa Terbaru Syaikh Rabi'

http://islam-itu-mulia.blogspot.com/2014/12/tanya-jawab-bersama-syaikh-yahya-al_13.html

> > > > > > > READ MORE