كلمة لشيخنا الناصح الأمين حفظه الله تعالى حين وصوله إلى مسجد الفتح بصنعاء بعد أدائه للعمرة

بسم الله الرحمن الرحيم
كلمةٌ لشيخنا الناصح الأمين أبي عبد الرحمن يحيى بن علي الحجوري حفظه الله تعالى حين وصوله إلى مسجد الفتح بصنعاء بعد أدائه للعمرة


Kalimah Syaikh al-'Allamah Yahya bin 'Ali al-Hajuri حفظه الله تعالى saat baru datang dari menunaikan ibadah umrah, disampaikan di Masjid al-Fath di kota Shan'a Yaman pada waktu Zhuhur hari Selasa 1 Jumadil Akhir 1435H.

Download di sini: http://www.sh-yahia.net/nwe_sounds/22/015.mp3
Download di sini: http://aloloom.net/upload/h/kalemah_1-6-1435.mp3

Selasa, 1 Jumadil Akhir 1435H (01-04-2014 06.14 WIB)
Syaikh al-'Allamah Yahya bin 'Ali al-Hajuri telah tiba di Shan'a pada hari Selasa pagi tanggal 1 Jumadil Akhir 1435H.
Setelah rihlah ke negeri Haramain dalam rangka melaksanakan ibadah umrah, pemeriksaan medis dan bertemu dengan sejumlah ulama senior yang mulia. Lebih lengkap baca di aloloom.net

Malam Senin, 30 Jumadil Awal 1435H (31-03-2014 01.00 WIB)
Syaikhuna al-'Allamah Yahya al-Hajuri meninggalkan Riyadh menuju Makkah. Beliau حفــظ الله berangkat pada hari Ahad 29 Jumadil Awal 1435H bersama masyaikh dan thullabul ilmi yang menemaninya dalam perjalanan. حفــظ الله شيخنــا فــي حلــه وترحالــه.

Ahad, 1 Jumadil Awal 1435H (02-03-2014)
Diringkas dari tulisan Abu Hamzah 'Ali bin Ibrahim Alu Juhah pada hari Ahad tanggal 1 Jumadil Awal 1435H: Allah -عز وجل- memudahkan kepada Fadhilatusy-Syaikh 'Abdullah bin Shalih al-Qashir -حفظ الله- pada Hari Sabtu ba'da Zhuhur tanggal 29 Rabi'ul Akhir 1435H, ditemani Syaikh Ahmad ar-Rubai'an, Ikhwah 'Abdurrahman asy-Syamiri dan 'Abdul Qadir Hidan -حفظهم الله- beserta Penulis risalah ini, untuk berziyarah kepada Fadhilatusy-Syaikhuna Yahya bin 'Ali al-Hajuri -حفظ الله-, ziyarah yang indah mubarakah. Suatu liqa'/pertemuan yang menyenangkan, beliau -حفظ الله- memuliakan kami dengan bermajelis, pembicaraan yang menyenangkan dan makan siang menu Yaman bersamanya. -فجزاهم الله خير-.
Syaikh 'Abdullah al-Qashir dan Syaikh Yahya berdialog tentang permasalahan dakwah. Syaikh 'Abdullah -حفظ الله- dikenal akan kecintaannya kepada dakwah salafiyah, khususnya ma'had Dammaj dan beliau adalah murid senior Syaikh Bin Baaz -رحمه الله-, beliau sangat bersemangat untuk berkomunikasi dengan Masyaikh Darul Hadits Dammaj karena itu menyambut dengan baik pertemuan ini. Kita berdoa kepada Allah agar dengannya memberi manfaat kepada semua.

Malam Ahad, 30 Rabi'ul Akhir1 Jumadil Awal (2-03-2014 01.27 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: Dari Hussain al-Hajuri: Pada malam ini tanggal 30 Rabi'ul Akhir1 Jumadil Awal 1435H (Malam Ahad) antara Maghrib dan Isya, kami bersama Syaikhuna Yahya menziyarahi Syaikh 'Abdurrahman al-Barrak -حفظ الله الجميع- dan terjadi liqa'/pertemuan yang menyenangkan, beliau -حفظ الله- memuliakan kami dengan bermajelis dan pembicaraan yang menyenangkan. Beliau membatalkan durusnya untuk bermajelis bersama kami. Lalu Ustadzna Syaikh -حفظه الله- (berbicara tentang) penerbitan ta'liqat/komentar beliau pada kitab Fathul Baari yang dipakai thullab Dammaj dalam karya mereka pada kitab al-Fath, maka beliau mengijinkannya -جزاه الله خيرا-. Kemudian Ustadzna mau berpamitan, tetapi beliau berkata, 'Waktu antara Maghrib dan Isya tidak bisa dipisahkan.' Maka kami bermajelis bersama beliau sampai beberapa menit qabla Isya. فجزى الله الشيخ خير الجزاء atas keramahan dan kebaikan akhlaqnya. Lebih lengkap baca di aloloom.net.

Malam Ahad, 30 Rabi'ul Akhir1 Jumadil Awal 1435H (01-03-2014 20.54 WIB)
Disingkat dari aloloom.net: Pada hari Sabtu 22 Rabi'ul Akhir 1435H, berziyarah al-Allamah Syaikh 'Abdul 'Aziz ar-Rajhi kepada al-Allamah Yahya bin Ali al-Hajuri -حفظهما الله-.

Sabtu, 29 Rabi'ul Akhir 1435 (01-03-2014 17.24 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: Dari Abu Mush'ab Hussain al-Hajuri: Hari Sabtu ini tanggal 29 Rabi'ul Akhir 1435H pada jam 10 - 11.30 sebelum Zhuhur, kami bersama Syaikhuna Yahya menziyarahi Syaikh Shalih al-Luhaidan -حفظ الله الجميع- dan terjadi liqa'/pertemuan yang menyenangkan, beliau -حفظ الله- memuliakan kami dengan bermajelis dan pembicaraan yang menyenangkan. Beliau menanyakan keadaan anak-anaknya thullabul ilmi di Yaman dan memberikan nasihat dan arahan. Lebih lengkap baca di aloloom.net

Malam Jum'at, 28 Rabi'ul Akhir 1435H (27-02-2014 15.44 WIB)
العلامة الحجوري: انتهيت إلى طاعة الله وعلى المنهج السلفي أحيا وعليه أموت -بإذن الله
Kutipan tulisan Syaikh Abu Hatim Yusuf bin al-'Ied al-Jazairi pada malam Rabu tanggal 26 Rabi'ul Akhir 1435H.
"Ahlus Sunnah benar-benar (secara hakikat) bergembira dengan rihlah yang dilakukan oleh Syaikhuna (Yahya al-Hajuri) -حفظه الله- dan orang-orang yang bersamanya, untuk menunaikan ibadah umrah, dan kemudian melakukan pertemuan-pertemuan dengan sejumlah ulama terkemuka di Kerajaan Saudi Arabia, seperti al-Mufti Syaikh 'Abdul 'Aziz Alusy-Syaikh, Syaikh al-Fauzan, Syaikh al-'Abbad, Syaikh Luhaidan, Syaikh 'Abdul 'Aziz ar-Rajhi dan selain mereka. (Sebaliknya ini) Hal yang membuat marah mereka para ahlul hasad dan hawa, dan mereka kesal/muak karenanya."
Lebih lengkap baca di aloloom.net.

Ahad, 23 Rabi'ul Akhir 1435 (23-02-2014 06.37 WIB)
Banyak orang telah mendengar, khabar yang disebar di beberapa forum pendukung Ali bin Hasan al-Halabi -هداه الله- berupa pandangan tentang terjadinya pertemuan antara Syaikhuna (Yahya al-Hajuri, edt.) -حفظه الله- dengan al-Halabi, lalu dengan al-Ma'ribi (Abul Hasan al-Ma’ribi, edt.)!
>>> Selengkapnya baca di sini: Penjelasan atas Pertemuan Syaikh Yahya dengan al-Halabi & al-Ma'ribi

Sabtu, 22 Rabi'ul Akhir 1435 (22-02-2014 14:31 WIB)
Ditulis oleh Syaikh Abdul Hamid al-Hajuri az-Zu'kari di kota Riyadh -سلمها الله-:
والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن أهتدى بهداه
أما بعد
Pada malam ini, malam Sabtu tanggal 22 Rabi'ul Akhir 1435H, berdatangan ke Hotel InterContinental di kota Riyadh Ibukota Negara Saudi Arabia, sejumlah besar thullabul ilmi dan Ahlus Sunnah wal Jama'ah baik dari kota Riyadh, dari Universitas al-Imam Muhammad bin Su'ud, dari Dammam, dan dari tempat lainnya untuk mengambil faedah dan berziyarah kepada Syaikhuna Yahya -حفظه الله عز وجل-. Lebih lengkap baca di aloloom.net.

Malam Sabtu, 22 Rabi'ul Akhir 1435 (21-02-2014 20:34 WIB)
Diringkas dari tulisan أبو عمار نادر البعداني pada tanggal 21 Rabi'ul Akhir 1435H di Riyadh:
الحمدلله رب العالمين والصلاة والسلام على من بعثه الله رحمة للعالمين
وبعد
Sungguh Allah -عز وجل- telah memuliakan Ahlus Sunnah Salafiyin di kota Riyadh, dengan kehadiran para Ulama Rabbaniyin yang dipimpin oleh ar-Rihana al-Yaman dan Muhadits-nya asy-Syaikh al-Allamah Yahya bin Ali al-Hajuri -حفظه الله-. Saat kedatangan di bandara umat berbondong-bondong menyambut Syaikh di bandara Malik Khalid, kerumunan besar yang belum pernah terjadi sebelumnya, dari kalangan Ahlus Sunnah dan awamnya. Kemudian Syaikhuna Yahya bersama para pendampingnya yaitu Masyaikh dan selain mereka, pergi dilayani oleh Pemerintah menuju Hotel InterContinental Riyadh yang terletak di Jalan Ma'adzir, atau di sisi barat Jalan Malik Fahd dan Kementerian Dalam Negeri.
Kemudian banyak orang datang dari berbagai negara di dunia, seolah pena untuk menulis buku tidak mampu menggambarkannya, bahkan hadir para pembesar dari lawan dan penyelisih Syaikh dalam perkara manhaj. Sebelumnya karena banyaknya para pecinta beliau, penziyarah dan hadirin, sebagian ikhwan kita mengatur cara untuk menemui Syaikh Yahya, yaitu antrian rombongan, rombongan pertama diterima Syaikh, lalu yang kedua, dan selanjutnya untuk menghindari keruwetan.
Allah telah menjadikan Syaikh sebagai orang yang dicintai dan diterima di sisi makhluq, telah berbondong-bondong menziyarahi beliau yang datang dari berbagai tempat. Kemarin (Kamis, edt.) datang sejumlah besar ikhwah dari Qathar dan UEA untuk menemui Syaikh Yahya. Kemarin juga Syaikh Yahya bersama sebagian Masyaikh dan para pendampinya melakukan ziyarah kepada Syaikh 'Abdul 'Azis Alusy-Syaikh, mufti Kerajaan Saudi Arabia, di kantornya, dan terjadi pembicaraan antara kedua Syaikh yang mulia, jalsah yang indah, dipenuhi nasihat yang bermanfaat.
Dan pada hari ini (Jum'at) datang sejumlah ikhwah dari Dammam dan sebagian dari tempat yang lain, untuk menziyarahi Syaikh Yahya. Kami telah bertemu sebagian yang datang kemarin dan pada hari ini pada saat kami keluar dari Masjid الامير متعب بن عبد العزيز, masjid yang berkhotbah di dalamnya Syaikhuna Shalih al-Fauzan -حفظه الله-. Dan ada pertemuan yang indah dengan ikhwah yang datang dari luar Riyadh.
Pada hari-hari ini di kota Riyadh kami menikmati adanya durus, pertemuan, dan ziyarah. Kemarin (Kamis, edt.) ba'da Shalat Isya ada liqa bersama Syaikh Abdul Hamid al-Hajuri -حفظه الله-, memberikan durus tentang Ushul Sunnah dan syarh Haiyah Ibnu Abi Dawud, suatu penjelasan yang baik untuk kami dan memiliki banyak manfaat, dan hadir sejumlah thullabul ilmi salafiyin, dan merupakan durus yang mengesankan.
Pada hari ini kami ada pertemuan yang baik dengan Syaikh Abu Amru Abdul Karim al-Hajuri, akan terbuka untuk kita insya Allah suatu durus yang akan kami sebutkan rinciaannya nanti insya Allah.
Diringkas dari aloloom.net.

Malam Jum'at, 21 Rabi'ul Akhir 1435 (21-02-2014 00:10 WIB)
Ditulis oleh Syaikh Abdul Hamid al-Hajuri az-Zu'kari di kota Riyadh -سلمها الله- tanggal 20 Rabi'ul Akhir 1435 Hijriyah:
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن أهتدى بهداه
أما بعد
Pada hari Kamis tanggal 20 Rabi'ul Akhir 1435H ba'da Zhuhur telah terjadi pertemuan dengan Syaikh al-'Allamah 'Abdul 'Aziz Alusy-Syaikh -حفظه الله- di kantornya di kota Riyadh bersama Syaikh al-'Allamah Yahya bin 'Ali al-Hajuri -حفظه الله- dan para pendampingnnya. Suatu pertemuan yang indah mubarakah yang berisi taujihat/arahan dan nasihat diambil dari al-Kitab dan as-Sunnah. Di dalamnya ada (nasihat) kesabaran dari Syaikh 'Abdul 'Aziz Alusy-Syaikh terhadap apa yang terjadi kepada Ahlus Sunnah Dammaj, dan beliau menyebutkan dalil-dalil dari Kitabullah dan dari Sunnah Rasulullah -صلى الله عليه وسلم- kepada kesabaran, ihtisab/mengharapkan pahala dan tidak berputus asa, dan beliau berwasiat untuk tetap melanjutkan dakwah, dan beliau -حفظه الله- memberi khabar bahwa jika datang al-haq/kebenaran maka kebatilan akan lenyap sebagaimana firman Allah ta'ala:
وَقُلْ جَاءَ الحَقُّ وَزَهَقَ البَاطِلُ إِنَّ البَاطِلَ كَانَ زَهُوقاً
Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.
(QS al-Isra': 81)
Walhamdulillah, demikianlah ziyarah Ahlus Sunnah dan nasihat-nasihat Ahlus Sunnah dari al-Kitab dan as-Sunnah kepada al-Kitab dan as-Sunnah. Dan saling berziyarah merupakan perintah Allah -عز وجل- dan mengikuti petunjuk Rasulullah -صلى الله عليه وسلم-. Dan Syaikhuna yang mulia -حفظه الله- berdalil bahwa maksud ziyarah adalah mahabah fillah (cinta karena Allah) juga keikhlasan untuk Allah sebagaimana ada dalam hadits:
وَجَبَتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَحَابِّينَ فِيَّ وَالْمُتَجَالِسِينَ فِيَّ وَالْمُتَزَاوِرِينَ فِيَّ وَالْمُتَبَاذِلِينَ فِيَّ .. الحديث
Allah -تَبَارَكَ وَتَعَالَى- berfirman, “Kecintaan-Ku akan didapat oleh orang-orang yang saling mencintai dan saling (menemani) duduk karena Aku, saling berkunjung karena Aku, serta saling memberi karena Aku.” (HR Imam Malik: Kitab al-Muwatha’)
وسبحانك اللهم وبحمدك لا إله إلا أنت نستغفرك ونتوب إليك.
Sumber dari aloloom.net.

Malam Jum'at, 21 Rabi'ul Akhir 1435 (20-02-2014 20:44 WIB)
Dari Abu Hamzah as-Siwari: Sekarang terjadi pertemuan dan ziyarah yang berharga al-'Allamah al-Muhadits Yahya bin 'Ali al-Hajuri di kota Riyadh, berziyarah kepada Fadhilatuh Samahatuh al-Walid Mufti al-Mamlakah 'Abdul 'Aziz Alusy-Syaikh di kantornya di Riyadh. Pada hari Kamis ini tanggal 20 Rabi'ul Akhir 1435H.
Syaikhuna dan para pendampingnya tiba pada waktu zhuhur di Masjid al-Amir Turki maka mereka shalat Zhuhur lalu pergi menuju kantor Samahatuh dan disambut oleh Syaikh, dan beliau menanyakan keadaan mereka dan mendorong mereka untuk terus berdakwah ilallah, dan tetap saling berwasiat dalam kebenaran dan saling berwasiat dalam kesabaran.
Diringkas dari aloloom.net.

Rabu, 19 Rabi'ul Akhir 1435 (19-02-2014 15:32 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: Dinukil dari al-Akh Ziyad al-Maliki: Insya Allah ada pertemuaan antara kami bersama Syaikhuna Yahya bin Ali al-Hajuri -حفظه الله- pada ba'da Maghrib hari Rabu ini (Malam Kamis, edt) di Hotel InterContinental Riyadh di Jalan Ma'adzir, atau di sisi barat Jalan Malik Fahd dan Kementerian Dalam Negeri. والله الموفق. Sumber dari aloloom.net.

Malam Rabu, 19 Rabi'ul Akhir 1435 (19-02-2014 00:08 WIB)
Dari Abu Ibrahim Ali Mutsana: Alhamdulillah, telah tiba Syaikhuna Yahya bin Ali al-Hajuri pada hari ini di bandara internasional King Khalid di kota Riyadh. Syaikh disambut oleh kerumunan sebagian besarnya adalah Ahlus Sunnah dan mereka terus berdatangan ke bandara, dan Syaikh berada di ruang VIP. Dan sungguh Allah memudahkan kami untuk masuk dan menyalami Syaikh. Kami berdoa kepada Allah untuk melindungi Syaikh Yahya saat berhenti maupun dalam perjalanan. Dinukil/dikutip dari Akhuna Ziyad al-Maliki/ar-Riyadh. Diringkas dari aloloom.net.

Malam Rabu, 19 Rabi'ul Akhir 1435 (18-02-2014 18:57 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: Ba'da shalat Zhuhur, Syaikhuna al-Mujahid Yahya bin 'Ali al-Hajuri, sejumlah Masyaikh dan thullab telah meninggalkan bandara al-Haram al-Madani menuju bandara kota Riyadh. Kami mendoakan keselamatan atasnya dan kesedihan dalam hati kami karena kami senang bilamana beliau tinggal lebih lama lagi di Madinah Rasulullah. Ziyarah Syaikh ke Madinah Nabawiyah adalah ziyarah yang indah, shalat di Masjid Nabawi, dan kegiatan lainnya, dan pertemuan dengan dua Syaikh yang mulia, Syaikh 'Abdul Muhsin al-'Abbad dan Syaikh Shalih al-Fauzan, juga dengan thullabul ilmi dan para pecinta sunnah dan ahlunya. Dan kami bersamanya menghadiri durus Syaikh al-'Abbad antara Maghrib dan Isya dalam dua kali kesempatan. Kami berdoa kepada Allah dengan Karunia-Nya dan Kebaikan-Nya agar menjauhkan Syaikhuna dan kaum Muslimin seluruhnya dari semua kajahatan dan makar. والحمدالله رب العالمين. Ditulis oleh Hammud ats-Tsuwabi pada waktu Zhuhur hari Selasa tanggal 18 Rabi'ul Akhir 1435H. Selengkapnya baca di aloloom.net.

Malam Selasa, 18 Rabi'ul Akhir 1435 (18-02-2014 01:33 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: Berkata al-Akh Hammud الثوابي semoga Allah melindunginya: Atas Karunia Allah Yang Mahatinggi, kami bersama Syaikh Yahya menghadiri durus/pelajaran al-'Allamah al-'Abbad di al-Haram al-Madani pada malam Selasa tanggal 18 Rabi'ul Akhir 1435H. Dan ba'da shalat, thullab berdesak-desakan menuju Syaikh dan kami saling membantu mengeluarkan Syaikh ke hotel. Selengkapnya baca di aloloom.net.

Malam Selasa, 18 Rabi'ul Akhir 1435 (17-02-2014 21:52 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: dari Syaikh Abdul Hamid al-Hajuri:
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه، أما بعد
Pada hari Senin ini tanggal 17 Rabi'ul Akhir 1435H telah terjadi ziyarah antara dua Syaikh yang mulia, Syaikh Shalih al-Fauzan dan Syaikh Yahya al-Hajuri -حفظهما الله جميعا-. Sebuah pertemuan yang indah yang saling membicarakan sebagian permasalahan dakwah salafiyah, seperti ini adalah jalan Ahlul Ilmi untuk saling menasihati dan untuk menaati firman Allah ta'ala: وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر.
Dan pada waktu 'Ashar hari ini, terjadi ziyarah kepada Syaikh 'Abdul Muhsin al-'Abbad al-Badr, suatu ziyarah yang baik, kami menemukan di dalamnya kebaikan penyambutan, penghormatan kepada tamu, dan kebaikan perangai, seperti yang kami temukan dari al-'Allamah al-Fauzan.
Aku berdoa kepada Allah agar menjadikan ziyarah ini washilah kepada keridhaan-Nya dan upaya pembelaan kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah -صلى الله عليه وسلم- dan segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Selengkapnya baca di aloloom.net.

Malam Selasa, 18 Rabi'ul Akhir 1435 (17-02-2014 20:48 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: al-Akh Hammud الثوابي: Saat ini ada liqa'/pertemuan antara al-Allamah 'Abdul Muhsin al-'Abbad dan al-Allamah Yahya bin Ali al-Hajuri -حفظهما الله تعالى-, di tempat tinggal al-'Abbad -الفيصلية- al-Madinah an-Nabawiyah pada tanggal 17 Rabi'ul Akhir 1435H. Diringkas dari aloloom.net.

Senin, 17 Rabi'ul Akhir 1435 (17-02-2014 14:38 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: Pada hari Senin 17 Rabi'ul Akhir 1435H jam 9 pagi terjadi pertemuan yang indah antara dua Syaikh yang mulia, al-Allamah Shalih al-Fauzan dan al-Allamah Yahya bin Ali al-Hajuri -حفظهما الله تعالى-, di Madinah Rasulullah -صلى الله عليه وسلم-, di hotel yang sama di mana mereka berdua menginap. Diringkas dari aloloom.net.

Malam Senin, 17 Rabi'ul Akhir 1435 (17-02-2014 02:39 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: Akh Hammud menyuratiku: Dengan Karunia Allah kami shalat Isya' bersama Syaikh Yahya al-Hajuri di Masjid Nabawi dan kami hadir bersama Syaikh durus al-Allamah al-Abbad tentang syarah Shahih Muslim. Dan ba'da shalat, thullab berdesak-desakan untuk menyalaminya dan beramai-ramai mengiringinya menuju hotel. Dan saat kami bermajelis di gerbang hotel, saya bertemu dengan Syaikh al-Allamah Shalih al-Fauzan dan menyalaminya, dan berkata kepadanya bahwa Syaikh Yahya al-Hajuri berada di dalam hotel, dia bertanya: "Siapa?", saya menjawab: "Syaikh Yahya al-Hajuri", dia berkata: "Salam atasnya", dan saat ini mereka berdua di dalam hotel yang sama. -حفظهما الله جميعا والحمد الله رب العالمين-. Lebih lengkap baca di aloloom.net.

Malam Senin, 17 Rabi'ul Akhir 1435 (17-02-2014 02:20 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: Pada waktu Zhuhur hari ini Syaikhuna Yahya meluncur ke kota Jeddah dan dari sana langsung menuju Madinah Rasulullah -صلى الله عليه وسلم- lalu disambut dengan sambutan resmi, kemudian diantarkan ke tempat yang disediakan. Pada ba'da Maghrib Syaikhuna Yahya menuju Masjid Rasulullah -صلى الله عليه وسلم- untuk shalat Maghrib, lalu menghadiri halaqah Syaikh al-Allamah Abdul Muhsin al-Abbad. Ba'da shalat Isya' manusia berkerumun untuk menyalami Syaikhuna dan sebagiannya mengikutinya pulang ke hotel. Lebih lengkap baca di aloloom.net.

Malam Senin, 17 Rabi'ul Akhir 1435 (16-02-2014 23:25 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: Syaikh Abdul Hamid al-Hajuri di Madinah Nabawiyah: Kami bersama Syaikhuna menghadiri durus Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad di Masjid Nabawi, mensyarah hadits Abu Hurairah di Shahih Muslim (يا رسول الله أرأيت لو جاء رجل يريد أخذ مالي), hadits Abdullah bin Amr (من قتل دون ماله فهو شهيد) dan hadits Ma'qil bin Yasir (ما من راع يسترعه الله رعية يموت يوم يموت وهو غاش ... الحديث). Lebih lengkap baca di aloloom.net.

Malam Senin, 17 Rabi'ul Akhir 1435 (16-02-2014 21:21 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: Alhamdulillah, Fadhilatusy Syaikh al-Allamah Yahya bin Ali al-Hajuri bersama rombongan telah tiba di bandara Madinah Nabawiyah hari Ahad sore ini lalu menginap di hotel Dar al-Iman yang terletak berdekatan dengan Masjid Nabawi. Diringkas dari aloloom.net.


Sabtu, 15 Rabi'ul Akhir 1435 (15-02-2014 16:31 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: Berkata seseorang yang menyertai Syaikh dalam surat yang dikirimkan kepadaku kemarin: saat Syaikh pergi ke Masjidil Haram, manusia berkerumun untuk menyampaikan salam kepadanya dan kami semampunya mencari tempat duduk, semampunya menjauhkannya dari kerumunan lalu askar membantu menjauhkan/mengamankan dan askar merasa takjub terhadap kerumunan ini. Dan ada yang bertanya kepada mereka: kalian dari mana, ternyata ada yang datang dari Riyadh, Jeddah, Madinah dan selainnya. Diringkas dari aloloom.net.

Senin, 10 Rabi'ul Akhir 1435 (10-02-2014 04:07 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: Pada hari ini Syaikhuna bertemu dengan Syaikh al-Faqih al-Allamah Muhammad Ethiopia saat ba'da shalat Isya di Masjidil Haram di Mekkah. Diringkas dari aloloom.net.

Ahad, 9 Rabi'ul Akhir 1435 (09-02-2014 03:39 WIB)
Dari Khalid bin Muhammad al-Gharbani: Terjadi pertemuan antara dua Syaikh yang mulia, Syaikh Yahya al-Hajuri dan Syaikh Washiullah Abbas -حفظهما الله- pada hari Sabtu 8 Rabi'ul Tsani 1435H ba'da shalat Isya' di Masjidil Haram, bersama mereka sejumlah thullabul ilmi. Mereka saling bersalaman, mencium pipi dan berpelukan dalam keadaan yang indah serta melakukan perbincangan, -حفظ الله الشيخين وطلابهما-. Diringkas dari aloloom.net.

Jum'at, 7 Rabi'ul Akhir 1435 (7-02-2014 17:58 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: Syaikh Yahya pergi melaksanakan ibadah umrah bersama rombongan pada hari Kamis siang dari Bandara Internasional Shan'a. Kemudian terbang menuju Bandara Internasional Jeddah, tiba dan disambut resmi. Lalu menuju Yalamlam miqat bagi Ahlu Yaman, tiba sebelum Maghrib, kemudian menuju Mekkah untuk melaksanakan umrah. Syaikh lalu menginap di Hotel أبراج الساعة dan beliau akan menerima tamu setelah makan malam. Diringkas dari aloloom.net.

Terbaru!!!



http://youtu.be/tmHbMHyVPd4
Syaikh Muqbil dan Syaikh Yahya tentang Adzan Pertama Shalat Jum'at



http://youtu.be/PAQyUwciwmo
Syaikh Muqbil - Hukum Adzan Pertama Shalat Jumat



http://youtu.be/KihtRRxXitg
Sheikh Yahya al Hajoore Athan Dammaj للأذان دماج بصوت الشيخ يحي الحجوري

Posting-posting Terkait

>>> Bermajelis bersama Ahlul Bid'ah untuk Menasihati?
>>> Hakikat Muhammad bin Hadi azh-Zhalim al-Muqallid
>>> [Dammaj Crisis] Update Berita Blokade Dammaj 1434H
>>> Syaikh Yahya al-Hajuri: تنبيهات على ما ذكرته بعض الصحف من دخولي المملكة حرسها الله من تقوّلات وتحليلات
>>> [Dammaj Crisis] Hijrah dari Sha'dah ke Hudaidah
>>> Fitnah Keji Situs FItnah
>>> Penjelasan atas Pertemuan Syaikh Yahya dengan al-Halabi & al-Ma'ribi
>>> Bara`ah al-Imam Muqbil al-Wadi'i dari Fitnah Juhaiman
>>> Syaikh Yahya al-Hajuri - Allah Tidak Menanyaimu Si Fulan Hizbi?
>>> Syaikh Rabi' ‘’Ini (al-Jam'iyat) adalah perkara bid'ah…
>>> Syaikh Abu 'Amr 'Abdul Karim al-Hajuri - Tahdzir bagi Dai-dai Pencela Dammaj
>>> Al-Jam'iyat, Fatwa Terbaru Syaikh Rabi'
>>> [Fatwa] Syaikh Rabi' al-Madkhali: Bahaya al-Jam'iyat

http://islam-itu-mulia.blogspot.com/2014/04/blog-post.html

> > > > > > > READ MORE

Syaikh Muqbil dan Syaikh Yahya tentang Adzan Pertama Shalat Jum'at

بسم الله الرحمن الرحيم
هل كل من ارتكب البدعة مبتدع؟
سؤال موجه لفضيلة العلامة المحدث
مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله تعالى
من قلعة السنة - دار الحديث بدماج
في هذا المقطع الصوتي يتكلم فيه الإمام الوادعي حول أذان عثمان رضي الله عنه وأن ابن عمر حكم على الأذان الأول يوم الجمعة بأنه بدعة.
وليس فيه أن عثمان مبتدع

Syaikh Muqbil dan Syaikh Yahya
tentang Adzan Pertama Shalat Jum'at




http://youtu.be/tmHbMHyVPd4
Syaikh Muqbil dan Syaikh Yahya tentang Adzan Pertama Shalat Jum'at [Video]

Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi'i -rahimahullahu-
ما حكم الأذان الأول يوم الجمعة وهل يجوز متابعة المؤذن فيه؟
Apa hukum adzan pertama shalat Jum'at
dan
apakah boleh mengulangi ucapan Muadzin yang mengamalkannya?




http://youtu.be/PAQyUwciwmo
Syaikh Muqbil - Hukum Adzan Pertama Shalat Jumat [Video]


Adzan Jum’at: Sekali atau Dua Kali?

Pada hari Jum’at, kita mendengar sebagian mesjid ada yang mengumandangkan adzan satu kali, yaitu ketika khatib telah naik ke mimbar, dan ada pula yang mengumandangkan adzan sebanyak dua kali, yaitu sebelum dan sesudah khatib naik ke mimbar. Lantas manakah di antara dua hal ini yang benar? Manakah di antara dua ini yang sesuai dengan sunnah Nabi صلى الله عليه وسلم ? Insya Allah pada kesempatan ini, kita akan membahasnya secara ringkas.

Imam al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan dari As Sa`ib bin Yazib, dia berkata:

كَانَ النِّدَاءُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوَّلُهُ إِذَا جَلَسَ الْإِمَامُ عَلَى الْمِنْبَرِ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، فَلَمَّا كَانَ عُثْمَانُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَكَثُرَ النَّاسُ زَادَ النِّدَاءَ الثَّالِثَ عَلَى الزَّوْرَاءِ

“Dahulu pada masa Nabi صلى الله عليه وسلم , Abu Bakr, dan Umar radhiallahu ‘anhuma, adzan pada hari Jum’at, awalnya dikumandangkan ketika imam telah duduk di atas mimbar. Lalu ketika masa Utsman radhiallahu ‘anhu dan penduduk (Madinah) telah ramai, dia menambahkan adzan ketiga (yang dikumandangkan) di daerah Az Zaura`.” [HR al-Bukhari (912)]

Imam al-Bukhari berkata: “Az Zaura` adalah nama sebuah pasar di kota Madinah.”

Yang dimaksud dengan “adzan ketiga” , dikatakan oleh Ibnu Rajab al-Hanbali: “Dua adzan yang dilakukan pada masa Nabi صلى الله عليه وسلم adalah adzan dan iqamah.” Artinya, iqamah itu dianggap sebagai adzan juga, akan tetapi ia bukan adzan yang sebenarnya, berdasarkan hadits Abdullah bin Mughaffal, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلَاةٌ

“Di antara dua adzan ada shalat (sunat).” [HR al-Bukhari (624) dan Muslim (838)]

Yaitu antara adzan dan iqamah. Jadi, yang dimaksud dengan adzan ketiga pada masa Utsman adalah adzan kedua dalam arti yang sebenarnya.

Di dalam riwayat An Nasa`i ada tambahan lafazh:

كَانَ بِلَالٌ يُؤَذِّنُ إِذَا جَلَسَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْمِنْبَرِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فَإِذَا نَزَلَ أَقَامَ، ثُمَّ كَانَ كَذَلِكَ فِي زَمَنِ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا

“Dahulu Bilal mengumandangkan adzan apabila Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah duduk di atas mimbar pada hari Jum’at. Apabila beliau telah turun dari mimbar, maka dia melakukan iqamah. Demikianlah keadaannya pada masa Abu Bakr dan Umar radhiallahu ‘anhuma.” [HR An Nasa`i (1393)]

Apabila kita perhatikan dua riwayat di atas, kita bisa dengan jelas menyimpulkan bahwa yang pertama sekali mengadakan dua adzan pada hari Jum’at adalah Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu. Hal ini sama sekali tidak pernah dikenal, apalagi dilakukan, oleh Nabi صلى الله عليه وسلم , Abu Bakr ash-Shiddiq, dan Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhuma.

Perkara tidak disyariatkannya adzan sebelum khatib duduk di atas mimbar, juga didukung oleh banyak ulama, di antaranya adalah Abdullah bin Umar, al-Hasan al-Bashri, az-Zuhri, ‘Atha` bin Abi Rabah, Sufyan Ats Tsauri, Imam Asy Syafi’i, Ath Thahawi, Mahmud As Subuki, Ibnu Taimiyah, Ibnu Rajab, Ibnu Abdil Barr, Ibnu Rusyd, Ibnu Qudamah, Ibnu Hazm, al-Qurthubi, Imam Malik, ash-Shan’ani, al-Albani, Muqbil al-Wadi’i, dan lain-lain.

Syubhat Para Pendukung Dua Adzan pada Hari Jum’at.

Syubhat pertama:

Mereka mengatakan bahwa Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu adalah salah satu dari Khulafaur Rasyidin yang diperintahkan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم bagi kita untuk mengikuti sunnah mereka, sebagaimana di dalam hadits:

فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين

“Wajib atas kalian untuk mengikuti sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang telah mendapatkan petunjuk.” [HR at-Tirmidzi (2676). Hadits shahih.]

Adzan dua kali pada hari Jum’at adalah sunnahnya Utsman, maka wajib bagi kita untuk mengamalkannya berdasarkan hadits di atas.

Jawabannya:

Benar bahwasanya kita harus mengikuti Sunnah Khulafaur Rasyidin, dan ini pun merupakan akidah Ahlussunnah wal Jama’ah sebagaimana disebutkan di dalam Syarh Aqidah Ath Thahawiyyah. Namun yang perlu ditekankan terlebih dahulu adalah: manakah yang lebih wajib untuk didahulukan, sunnah Nabi صلى الله عليه وسلم ataukah sunnah (baca: ijtihad) Khulafaur Rasyidin? Jawabannya tentu saja adalah yang pertama.

Adapun perintah Nabi صلى الله عليه وسلم untuk mengikuti sunnah Khulafaur Rasyidin di dalam hadits di atas maksudnya adalah perintah untuk mengikuti mereka di dalam ketundukan mereka terhadap sunnah Nabi صلى الله عليه وسلم . Inilah sunnahnya para Khulafaur Rasyidin. Bahkan di antara sunnah mereka adalah untuk tidak bertaklid kepada siapapun juga selain dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم . Demikianlah makna dari apa yang disampaikan oleh Ibnu Hazm al-Andalusi rahimahullah di dalam kitabnya Ihkamul Ahkam (6/236).

Jadi, kita baru mengikuti sunnah Khulafaur Rasyidin ketika tidak ada sunnah dari Rasul yang menerangkan tentang hal tersebut. Apabila ada sunnah Rasul yang menerangkannya, maka wajib bagi kita untuk mengikutinya. Contohnya adalah di dalam masalah dua adzan pada hari Jum’at ini.

Syubhat kedua:

Rasulullah صلى الله عليه وسلم memerintahkan kita untuk mengikuti mereka sebagaimana tersebut di dalam hadits:

أصحابي كالنجوم بأيهم اقتديتم اهتديتم

“Para sahabatku laksana bintang-bintang. Siapapun yang kalian ikuti di antara mereka, niscaya kalian akan mendapatkan petunjuk.”

Hadits ini menunjukkan bahwa sunnah Khulafaur Rasyidin manapun yang kita ikuti, maka berarti kita telah mendapatkan petunjuk dan kebenaran. Termasuk ke dalam hal ini adalah mengikuti ijtihad Utsman tentang dua adzan Jum’at.

Jawabannya:

Hadits di atas adalah hadits palsu karena di dalam sanadnya terdapat seorang perawi pendusta dan gemar memalsukan hadits yang bernama Sallam bin Sulaim. Di sanadnya juga terdapat seorang perawi yang tak dikenal (majhul) yang bernama al-Harits Ghushain. Silakan melihat takhrij hadits ini secara lebih terperinci di kitab Silsilah Adh Dha’ifah karya al-Albani rahimahullah.

Selain mungkar sanadnya, matan hadits ini pun bertentangan dengan ayat-ayat dan hadits-hadits yang memerintahkan kita untuk bersatu dan melarang kita dari perselisihan. Selain itu, tidaklah mungkin Rasulullah صلى الله عليه وسلم memerintahkan kita untuk mengikuti seluruh perkataan semua sahabat beliau , karena mereka itu tidaklah terbebas dari dosa (ma’shum). Di antara mereka sendiri terkadang terjadi perbedaan fatwa dan ijtihad, ada yang benar dan ada pula yang keliru.

Syubhat ketiga:

Mereka berdalil dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam kitab Shahihnya (1017) bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

من سن في الإسلام سنة حسنة فله أجرها وأجر من عمل بها بعده

“Barangsiapa yang menghidupkan di dalam Islam sebuah sunnah yang baik, maka dia mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya setelahnya.”

Mereka mengatakan bahwa adzan Jum’at dua kali merupakan sunnah hasanah yang dihidupkan oleh Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu.

Jawabannya:

Bantahan terhadap syubhat ini bisa dari beberapa sisi:

Pertama: Yang dimaksud dengan sunnah itu adalah yang berasal dari Nabi صلى الله عليه وسلم , baik itu berupa perkataan, perbuatan, pengakuan, tulisan, isyarat, keinginan, dan sesuatu yang tidak beliau kerjakan. Jadi, apa yang datang dari selain Nabi صلى الله عليه وسلم bukanlah sunnah yang sebenarnya.

Kedua: Hadits ini maknanya adalah barangsiapa yang menghidupkan syariat dari al-Qur`an dan sunnah Nabi صلى الله عليه وسلم yang telah ditinggalkan oleh kebanyakan manusia, maka dia akan mendapatkan pahalanya dan pahala dari orang lain yang mengikuti sunnah Rasul yang telah hampir atau telah ditinggalkan oleh kaum muslimin. Kasus Utsman ini bukanlah menghidupkan suatu sunnah Rasul yang hampir punah karena syariat satu kali adzan pada hari Jum’at sama sekali tidak ditinggalkan oleh kaum muslimin pada saat itu karena belum pernah dilaksanakan pada masa sebelum Utsman menjadi Khalifah.

والحمد لله رب العالمين

Disadur dengan perubahan seperlunya dari kitab Ahkamul Jum’ah wa Bida’uha karya Syaikh Yahya bin Ali al-Hajuri hafizhahullah. (Sumber:dakwahquransunnah.blogspot.com/2013/02/azan-jumat-sekali-atau-dua-kali.html)


Al-Imam Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi'i -rahimahullahu- berkata di muqaddimah kitab "Al-Jum'ah wa Bida'uha" karya Syaikh Yahya al-Hajuri -hafizhahullahu-:
"Dan Syaikh Yahya -hafizhahullahu- berada pada puncak kehati-hatian dalam menentukan pilihan, taqwa, zuhud, wara', dan takut pada Allah. Dan beliau adalah orang yang sangat berani dalam mengemukakan kebenaran, tidak takut -karena Allah- akan celaan orang yang mencela."


Sumber

صوتيا: الإمام الوادعي يقول للشيخ يحيى في مسألة أذان عثمان أجبت وأصبت

Terbaru!!!



http://youtu.be/P1yGiHZe6pQ
Syaikh Muqbil al-Wadi'i - Jama'ah Tabligh Ahlu Bid'ah



http://youtu.be/ZzE2spg1UCA
Syaikh Yahya Khalifah Syaikh Muqbil - Kalam Syaikh Muhammad al-Imam



http://youtu.be/KihtRRxXitg
Sheikh Yahya al Hajoore Athan Dammaj للأذان دماج بصوت الشيخ يحي الحجوري

Posting-posting Terkait

>>> Bermajelis bersama Ahlul Bid'ah untuk Menasihati?
>>> Hakikat Muhammad bin Hadi azh-Zhalim al-Muqallid
>>> [Dammaj Crisis] Update Berita Blokade Dammaj 1434H
>>> Syaikh Yahya al-Hajuri: تنبيهات على ما ذكرته بعض الصحف من دخولي المملكة حرسها الله من تقوّلات وتحليلات
>>> [Dammaj Crisis] Hijrah dari Sha'dah ke Hudaidah
>>> Fitnah Keji Situs FItnah
>>> Penjelasan atas Pertemuan Syaikh Yahya dengan al-Halabi & al-Ma'ribi
>>> Bara`ah al-Imam Muqbil al-Wadi'i dari Fitnah Juhaiman
>>> Syaikh Yahya al-Hajuri - Allah Tidak Menanyaimu Si Fulan Hizbi?
>>> Syaikh Rabi' ‘’Ini (al-Jam'iyat) adalah perkara bid'ah…
>>> Syaikh Abu 'Amr 'Abdul Karim al-Hajuri - Tahdzir bagi Dai-dai Pencela Dammaj
>>> Al-Jam'iyat, Fatwa Terbaru Syaikh Rabi'
>>> [Fatwa] Syaikh Rabi' al-Madkhali: Bahaya al-Jam'iyat

http://islam-itu-mulia.blogspot.com/2014/03/syaikh-muqbil-dan-syaikh-yahya-tentang.html

> > > > > > > READ MORE

Bermajelis bersama Ahlul Bid'ah untuk Menasihati?

بسم الله الرحمن الرحيم
مسألة نصيحة أهل البدع والجلوس معهم للنصح



Bermajelis bersama Ahlul Bid'ah untuk Menasihati?

...
Aku (Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali) berkata: Dalam permasalahan menasihati Ahlul Bid'ah dan bermajelis dengan mereka untuk memberikan nasihat, maka aku tidak akan pergi ke rumah atau ke majelis mereka. Jika salah satu dari mereka datang ke rumahku, maka aku menasihati dia dan aku menjelaskan kepada dia tentang kebenaran, dan ini tidaklah (hal yang) tercela.
Bahkan dulu al-munafiqun (orang-orang munafiq), mereka menghadiri majelis Nabi -صلى الله عليه وسلم-, maka beliau menasihati mereka dan menjelaskan kepada mereka tentang Islam dan kebenaran.
Sebagai contoh: Syaikh bin Baaz -رحمه الله-, ketika Ahlul Bid'ah dan Ahlut Tahazub mendatangi majelis beliau, maka beliau menasihati mereka, dan menjelaskan kepada mereka tentang kebenaran. Dan (hal yang serupa dialami) Mufti ini dan (anggota) Komite Ulama Kibar/Utama, (ketika) Ahlul Bid'ah mendatangi mereka di (konferensi) Liga Dunia Muslim (رابطة العالم الإسلامي) dan di dalam majelis mereka juga, maka mereka menasihati mereka dalam hal yang mereka dapat diyakinkan.
Aku tidak mengetahui satu pun dari para ulama yang berkata kepadaku: Anda telah bermajelis dengan Ahlul Bid'ah, dan tak satu pun dari para ulama membantahku dalam permasalah ini, maka (tuduhan) ini keluar dari otakmu yang penuh dengan kedustaan.
...

Selengkapnya di: rabee.net.

...
أقول: مسألة نصيحة أهل البدع والجلوس معهم للنصح فأنا لا أذهب إلى بيوتهم ومجالسهم، فإذا جاءني أحد منهم إلى بيتي ناصحته وبينتُ له الحق، وهذا ليس بعيب.
فقد كان المنافقون يحضرون مجالس النبي -صلى الله عليه وسلم-، فيناصحهم، ويبين لهم الإسلام والحق.
وهذا الشيخ ابن باز – رحمه الله- يأتيه أهل البدع وأهل التحزب إلى مجلسه، فيناصحهم، ويبين لهم الحق، وهذا المفتي وهيئة كبار العلماء يأتيهم أهل البدع في رابطة العالم الإسلامي وفي مجالسهم أيضاً وينصحونهم فيما أعتقد،
ولا أعرف أحداً من العلماء قال لي: أنت تجالس أهل البدع، ولا أحد رد عليَّ من العلماء في هذا الأمر، فهذا من كيسك المشحون بالأكاذيب.
...

Posting-posting Terkait

>>> Bermajelis bersama Ahlul Bid'ah untuk Menasihati?
>>> Hakikat Muhammad bin Hadi azh-Zhalim al-Muqallid
>>> [Dammaj Crisis] Update Berita Blokade Dammaj 1434H
>>> Syaikh Yahya al-Hajuri: تنبيهات على ما ذكرته بعض الصحف من دخولي المملكة حرسها الله من تقوّلات وتحليلات
>>> [Dammaj Crisis] Hijrah dari Sha'dah ke Hudaidah
>>> Fitnah Keji Situs FItnah
>>> Penjelasan atas Pertemuan Syaikh Yahya dengan al-Halabi & al-Ma'ribi
>>> Bara`ah al-Imam Muqbil al-Wadi'i dari Fitnah Juhaiman
>>> [Dammaj Crisis] Fatwa Syaikh Luhaidan untuk Menolong Dammaj 1-1-1435H
>>> [Dammaj Crisis] Seruan Syaikh 'Abdul Muhsin al-'Abbad untuk Menolong Dammaj dan Berjihad Melawan Hutsiyun
>>> [Dammaj Crisis] Seruan Syaikh 'Abdul Muhsin al-'Abbad untuk Berjihad Melawan Hutsiyin Rafidhi di Dammaj
>>> VIDEO: [Dammaj Crisis] Seruan Berjihad Melawan Syi'ah (Rafidhah) di Dammaj - Syaikh Yahya al-Hajuri
>>> VIDEO: [Dammaj Crisis] Seruan kepada Seluruh Ahlus Sunnah untuk Menolong Saudara-saudara Kita di Dammaj - Syaikh Rabi al-Madkhali
>>> [Dammaj Crisis] Seruan kepada Seluruh Ahlus Sunnah untuk Menolong Saudara-saudara Kita di Dammaj - Syaikh Rabi al-Madkhali

http://islam-itu-mulia.blogspot.com/2014/03/bermajelis-bersama-ahlul-bidah-untuk.html

> > > > > > > READ MORE

Hakikat Muhammad bin Hadi azh-Zhalim al-Muqallid

بسم الله الرحمن الرحيم



حقيقة محمد بن هادي الظالم المقلد
للشيخ عدنان المصقري حفظه الله
Hakikat Muhammad bin Hadi azh-Zhalim al-Muqallid
Tulisan Syaikh 'Adnan al-Mashqari -hafizhahullahu-

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسوله وعلى آله وبعد
Sungguh aku telah mendengar kalam Muhammad bin Hadi, dia berucap:
"Lihatlah kemana al-Hajuri pergi, teman duduknya adalah 'Ali Hassan dan Abul Hassan, -mereka para pembela demokrasi-."

Maka aku berkata:
Mengapa ada dusta ini dan kapan ada majelis atau kesenangan bersama mereka?
Mereka datang bersama orang-orang untuk berta'ziyah dan berziyarah (kepada beliau), dan beliau menasihati mereka.
Bantahan Syaikh Yahya terhadap Abul Hassan dan 'Ali Hassan telah masyhur dan tersebar, lalu di mana kitabmu wahai Pendusta?
Kemarin kamu berbicara tentang Syaikh Muqbil bahwa beliau adalah Khawarij (Lihat di sini.), kamu mengeluarkan apa yang kamu sembunyikan, dan sekarang menampakkan dendammu yang tersembunyi terhadap an-Nashihul Amin (Syaikh Yahya)?
Mengapa ada hasad/dengki ini dan penentangan terhadap kebenaran, mengapa beban ini ditimpakan terhadap Syaikh ad-Da'wah as-Salafiyah di Yaman dengan batil, mengapa?
Wahai Muhammad bin Hadi, semenjak dari hishar/blokade (thd. Dammaj) pertama, kamu berbolak-balik (tidak konsisten), bahkan kamu tidak tahu bagaimana kamu membidik Syaikh Yahya dan bagaimana kamu menuduhnya.
Kamu hanyalah pengikut (Syaikh) Rabi', jika beliau ramah kepada Syaikh Yahya lalu kamu (ikut) masuk dengan damai, dan jika mereka berdua berselisih lalu kamu (ikut) menyelisihinya walau dengan kebatilan.
Di mana ada kenetralan dari (orang) yang ber-taqlid? Bertakwalah kepada Allah!
Di sisimu dan Syaikh Rabi' ada hujjah dan bayyinah, sampaikan hingga nasihatilah Syaikh Yahya, bila beliau menolak nasihat itu maka tinggalkan dia.
Bantahlah beliau dengan ilmu sebagaimana bantahan kami sebelumnya terhadap Abul Hassan, Sayyid Quthub, para pembela demokrasi, hizbiyyun, dan al-Mar'iyyun (pembela Abdurrahman dan Abdullah al-Mar'i).
Apa makna kalimat mereka: Telah selesai permasalahan di antara kami dan al-Hajuri? (Lihat di sini.)
Dan apa sebab saat sekarang ini mereka kembali menampakkan permusuhan terhadap beliau?
Apa perbuatan beliau (Syaikh Yahya) setelah shuluh/perdamaian yang pertama (pada perang Dammaj), apa yang beliau katakan, dan semenjak hari itu beliau sibuk dengan ilmu dan berjuang melawan Rafidhah, sampai hari-hari ini, beliau belum berbicara sesuatu mengenai fitnah yang terjadi?
Apakah mereka marah karena manusia mencintai beliau dan manusia berdatangan dari ahlul haq dan selain mereka, untuk menziyarahi beliau dan thullabul ilmi yang bersamannya, ataukah mereka yang menjauhkan orang yang goyah dari musuhnya, atau apa?
Jelaskan kepadaku tentang tidak konsistennya kamu dan tuduhanmu yang tanpa ilmu!
Aku menziyarahi Muhammad bin Hadi pada permulaan bulan Rajab setelah (keluarnya) kalimatnya terhadap Syaikh Yahya dan bermajelis bersamanya dengan permintaan darinya, saat ba'da Maghrib, hingga kami berdiskusi tentang permasalahan Syaikh Yahya.
Maka aku bertanya kepadanya: Apa yang ada di hatimu mengenai Syaikh Yahya, apa perbaikanmu terhadap dia dan apa nasihatmu dengannya?
Dia menjawab: Aku tidak berkomentar tentang Syaikh Yahya kecuali setelah terbitnya tulisan yang di dalamnya (tertulis) bahwa Syaikh Rabi' munafiq atau ada tuduhan kemunafiqan, dan ini belum pernah terjadi.
Aku mengerti bahwa itu merujuk kepada qashidah Akhuna Najib yang di dalamnya (tertulis) bahwasanya kami mendapati dari Syaikh Rabi suatu makar dingin, dan tidaklah di dalamnya (tertulis) bahwa dia munafiq, sehingga aku heran bagaimana mereka membolak-balikan khabar.
Maka aku berkata kepadanya: Syaikh Rabi' berkata bahwa permasalahan di antara aku dan Syaikh Yahya telah selesai dan qashidah telah dihapus. (Lihat di sini.)
Lalu dia menjawab: Baik dan (bagi) kami, tidak ada di sisi kami selain (permasalahan) itu.
Dan aku bertanya lagi: Apakah kamu ingin kami menyampaikan kepada Syaikh Yahya tentang sesuatu?
Dia menjawab: Tidak, kecuali (pemasalahan) tulisan itu walhamdu lillah.
Lalu Syaikh Abdul Wahab mengabariku bahwa dia berkata kepadanya: Syaikh Yahya di bawah perlindungan sayap sepanjang dia seperti itu dan dia berkata kepadaku: Kamu akan segera mendengar kalam dariku melawan orang-orang yang terlantar (penyebab perselisihan) itu.
Sampai saat kegiatanku di Uni Emirat Arab dalam rangka pergi berdakwah kepada Allah ke sebagian negara di bulan Ramadhan, dan kami (aku dan Muhammad bin Hadi) bertemu pada suatu malam, maka aku berkata kepadanya bahwasanya aku dikabari Syaikh Yahya tentang ucapan beliau dan bahwa beliau menurunkan malzamah/tulisan as-Suwari, dia menjawab: Jazahullahu khairan dan menyampaikan salam serta memuji dengan kebaikan.
Dan berkata kepadaku 'Alamuddin as-Sudani bahwa dia mengutus seseorang untuk menyampaikan salam kepadanya (Muhammad bin Hadi), tetapi dia menjawab: tidak ada salam atasnya. Maka aku berkata kepadanya: Kabari Syaikh Rabi', lalu dia mengabarinya, dia berkata: Bagaimana ya Syaikh Rabi', apakah karena aku berusaha mempersatukan kalimat dan mengembalikan (hubungan baik) di antara anda dan Syaikh Yahya? Maka berkata Syaikh Rabi: Dia (Muhammad bin Hadi) salah dan aku akan menasihatinya.
Hingga mereka mengobarkan kemarahan Syaikh Rabi' terhadap Syaikh Yahya tanpa alasan baru dan sebab yang kuat, kalian lihat Muhammad bin Hadi mengikuti (Syaikh Rabi) dan memusuhi (Syaikh Yahya) dalam kebatilan dan mencari-cari alasan yang lemah dan tanpa kepantasan.
Wahai para ulama... apakah Anda mengira bahwa Ahlus Sunnah adalah orang-orang bodoh yang mereka mengikuti ucapan Anda tanpa dalil yang terang dan mereka akan menzhalimi manusia seperti Anda menzhalimi mereka..!
Syaikh Yahya baru keluar dari kezhaliman besar yang menimpa beliau oleh orang-orang kafir (yaitu Syi'ah Rafidhah) yang memakai persenjataan yang bahkan Pemerintah tidak memilikinya, sebagaimana kalian tahu, bersama dengan kekejian berat yang ditimpakan terhadap diri beliau oleh makhluq yang paling buruk (yaitu Syi'ah Rafidhah) yang ingin menumpahkan darah beliau dan Ahlus Sunnah yang bersamanya, akan tetapi Allah memberi keselamatan.
Apakah ini haq seorang Muslim atas Muslim lainnya, dan apakah ini persaudaraan dalam agama?
Bahkan hizbiyyun dan orang-orang awam, mereka mencintai Ahlu Dammaj, memuliakan mereka, mengagungkan mereka, menolong mereka, dan datang untuk membantu mereka dan menyatakan simpati mereka, akan tetapi Anda menzhalimi mereka. Akan tetapi orang-orang yang menolak kejahatan Rafidhah maka akan menolak kejahatan mereka, dan orang-orang yang menolak makar mereka maka menghapus makar mereka.
Kami mengetahui bahwa telah muncul celotehan lidah dari kalian tentang ketidaksenangan terhadap Syaikh Muqbil, dan sungguh Muhammad bin Hadi telah berkata bahwa Syaikh Muqbil adalah khariji dan dan dan... selain kalian, untuk memarginalkan rijal al-haq dan ahlu ilmi di Yaman, dari dahulu sampai nanti.
Dan ketika aku menyebutkan kepada Syaikh Muhammad (bin Hadi) bahwasanya Syaikh Yahya sedang sibuk (mengajar) dan memiliki ribuan thullab/murid, dan disibukkan dengan jihad, lalu dia berkata: Aku punya (murid) lebih banyak. Seolah-olah mengukur kebenaran dari banyaknya yang hadir. Lalu berkata sebagian yang hadir dari thullabnya: Kami mengetahui berapa banyak (yang hadir) bersamanya, sebagian mahasiswa mubanthal (pantaloons - eng., bercelana pantalun/ketat) dan sebagian hizbiy.
Dia (Muhammad bin Hadi) berkata: Teman duduknya para pembela demokrasi.
Aku berkata: Siapakah orang yang memberi fatwa (bolehnya) pemilu, baik dinukil atau dengan fatwa langsung?
Siapakah orang yang mulai dikenal dari apa tertolak?
Siapakah orang yang mulai direkam dengan video!?
Rijal/orang-orang Dammaj tetap di atas jalan mereka sejak semula, mereka tidak berubah dan tidak berhenti dalam menolak pemilu dan mengingkari demokrasi yang memiliki anak wanita: pemilu, dan tidak berhenti dalam mengharamkan tashwir/gambar (makhluq hidup), dan tidak berhenti dalam membantah dan menyangkal Abu Hassan dan 'Ali Hassan.
Dan aku bertanya: Siapakah orang yang memulai hadir di masjid pengikut Abul Hassan? Dan siapakah orang berkata: Bantahan terhadap Abul Hassan hanyalah main-main? Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang kalian bela: al-Wushabi dan al-Adeni, jikalau kalian orang-orang yang adil.
Dan aku berkata sebagaimana Allah menasihati kita:
ولا يجرمنكم شنآن قوم على أن لا تعدلوا اعدلوا هو أقرب للتقوى
Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.
(QS. al-Maidah:8)
Kita (mungkin) beranggapan bahwa Abu Hassan dan ashabul hizbiy bermaksud merusak citra Syaikh (Yahya) atau mereka menyebarkan keributan atau berbelasungkawa atau berta'ziyah, (tapi) apakah kalian akan menuduhnya dengan kedustaan bahwasanya beliau akan menjadi seperti teman duduknya atau beliau tidak menasihati mereka?
Bukankah kalian tidak berkata tentang ziyarahnya pembesar hizbiyyin kepada Syaikh Bin Baaz, Syaikh al-Albani, dan Syaikh Muqbil bersama nasihat mereka untuk mereka, apakah mempengaruhi kesalafiyahan mereka?
Kalian datangkan satu permasalahan yang Syaikh (Yahya) bersepakat atas mereka dan kalian bantah beliau dengan ilmu jika kalian dalam kebenaran. Seperti bayan kami tentang al-Wushabi, sahabat kalian, dia bersepakat atas 'Ali Hassan dalam lebih dari sepuluh ushul dan kami membantahnya dengan ilmu dan sandaran yang kuat. (Kalian bantah beliau) hingga manusia percaya kepada tuduhan dan dugaan kalian, jika kalian dalam kebenaran.
Syaikh Yahya berkata sebelum keluarnya beliau dari Dammaj: Aku memaafkan setiap yang menzhalimiku kecuali Rafidhah.
Dan demi Allah, sungguh kalian telah menzhalimi beliau dan menuduh beliau dengan kebodohan seperti tuduhan kepada Nabi Hud -عليه السلام- dan bukanlah itu kebodohan. Kecuali bahwasanya beliau membela kebaikan dan tempat yang penuh kebaikan dalam ilmu (yaitu Darul Hadits Dammaj Yaman) dan manusia mengenal keutamaannya dan bahkan jika Pemerintah menolak untuk membantu.
Telah cukup kezhalimanmu, wahai qaumku, karena berbuat zhalim adalah haram.
Ya Allah, aku telah menyampaikan, ya Allah aku bersaksi.

Tulisan Syaikh Abul Yaman 'Adnan al-Mashqari -hafizhahullahu-.
Diterbitkan di situs aloloom.net pada Malam Senin, 2 Jumadil Awal 1435H (3 Maret 2014M 02:32 WIB).

Selengkapnya di: aloloom.net.

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسوله وعلى آله وبعد.
فقد سمعت كلاماً لمحمد بن هادي يقول: وانظروا أين ذهب الحجوري أصبح جلساؤه علي حسن وأبو الحسن الديمقراطيين.

فأقول: لماذا هذا الكذب، ومتى جالسهم أو رضي بهم؟!!

فقد جاؤوا مع الناس معزيين وزائرين، ونصحهم.

ردود الشيخ يحيى على أبي الحسن وعلي حسن مشهورة منثورة فأين كتاباتك أيها الكذاب؟
بالأمس تتكلم على الشيخ مقبل أنه خارجي وتخرج ما تخفيه والآن تظهر حقدك الدفين على الناصح الأمين؟
لماذا هذا الحسد والعناد للحق ولماذا هذا التحامل على شيخ الدعوة السلفية في اليمن بالباطل لماذا؟
يا محمد بن هادي من الحصار الأول وأنت تتقلب ما تدري كيف ترمي الشيخ يحيى وكيف تتهمه.
أنت تبعٌ لربيع إن تسامح مع الشيخ يحيى دخلت في السلم وإن تخاصما خاصمت ولو بباطل.
أين التجرد من التقليد؟ ، اتق الله.
عندك وعند الشيخ ربيع حجة وبينة هاتها حتى ننصح الشيخ يحيى فإن قبل النصح وإلا تركناه.
ردّوا بعلم كما رددنا ورددتم على أبي الحسن وسيد قطب والديمقراطيين والحزبيين والمرعيين.
ما سبب كلامكم: انتهت المشاكل بيننا وبين الحجوري؟
وما سبب رجوعكم الآن إلى التكالب عليه؟
ماذا عمل بعد الصلح الأول، وماذا تكلم، وهو من ذاك اليوم مشغول بالعلم ودفع الرافضة إلى اليوم لم يتكلم بشي في الفتنة الحاصلة؟
أأغاظكم حب الناس له وتوافد الناس من أهل الحق وغيرهم على زيارته وطلب العلم عنده وهجرهم للمذبذين من أعدائه، أم ماذا؟
فسروا لي تقلباتكم واتهامكم بلا علم.
زرت محمد بن هادي في رجب الأول بعد كلامه على الشيخ يحيى وجلست معه بطلب منه بعد المغرب ثم تناقشت معه على مسألة الشيخ يحيى.
فسألته قلت ما في قلبك على الشيخ يحيى وما تنقم عليه وما تنصحه به؟
فقال: أنا ما تكلمت في الشيخ يحيى إلا بعد أن خرجت ورقة فيها أن الشيخ ربيع منافق أو رميه بالنفاق
وهذا لم يوجد قط.
فعرفت أنه يشير الى قصيدة أخينا نجيب وفيها أننا نجد من الشيخ ربيع مكراً بارداً.
وليس فيها أنه منافق.
فتعجبت كيف يقلبون الأخبار،
فقلت له: قد قال الشيخ ربيع انتهت المشاكل بيني وبين الشيخ يحيى وقد حذفت القصيدة.
فقال طيب ونحن ما عندنا غير هذا.

وسألته مرة أخرى: تريد أن نقول للشيخ يحيى شيئا، فقال لا إلا تلك الورقة والحمد لله.
وأخبرني الشيخ عبد الوهاب أنه قال له: الشيخ يحيى تحت الجناح ما دام هكذا
وقال لي ستسمعون مني كلاما قريبا في المخذلين.

ثم وجدته في الإمارات لما ذهبت دعوة الى الله إلى بعض الدول في رمضان فجمعتنا ليلة فتكلمت معه أني أخبرت الشيخ يحيى بقوله وأنه وقّف ملازم السوري فقال: جزاه الله خيرا، وسلم وأثنى خيراً.

وحدثني علم السوداني أنه أرسل واحدا يسلم عليه فقال: لا عليه سلام.
فقلت له: أخبر الشيخ ربيعاً فأخبره، فقال: لماذا يا شيخ ربيع هل لأني أسعى في جمع الكلمة ولمِّ الشمل بينك وبين الشيخ يحيى، فقال: الشيخ ربيع مخطئ وسأنصحه.

ثم لما أوغروا صدر الشيخ ربيع على الشيخ يحيى بلا حدث جديد ولا سبب أكيد، ترى محمد بن هادي يتابع ويخاصم في باطل ويبحث عن أسباب واهية وعلة غير قادحة.

يا أيها المشايخ .. تظنون أن أهل السنة مغفلون سيتبعون قولكم بلا دليل بيِّن ويظلمون الناس كما تظلمون!..

الشيخ يحيى خرج من ظلم عظيم قامت به دول الكفر بأسلحة ليست مع دول وخبث عميق كما تعلمون وقام به شر الخلق وأرادوا سفك دمه ودماء أهل السنة معه ولكن الله سلم.
فهل هذا حق المسلم على المسلم وهل هذه أخوة الدين.

حتى الحزبيون وعوام الناس أحبوا أهل دماج ورحموهم وعظموهم وواسوهم وعزوهم وأنتم تظلمون.
ولكن الذي دفع شر الرافضة سيدفع شركم والذي دفع مكرهم سيبور مكركم.

نحن نعلم وقد ظهر من فلتات ألسنتكم أنكم لستم راضين عن الشيخ مقبل وقد تكلم محمد بن هادي أن الشيخ مقبلاً خارجي ووو.
وغيركم يهمش رجال الحق وأهل العلم باليمن من قبل ومن بعد.

ولما ذكرت للشيخ محمد أن الشيخ يحيى مشغول وله آلاف الطلاب وقائم بجهد انفعل وقال وأنا عندي أكثر.
وكأنا نقيس الحق بالحضور.
حتى قال بعض الحاضرين من طلابه نحن نعلم كم معه، بعض طلاب الجامعة مبنطل وبعضهم حزبي.

ويقول: أصبح جلساؤه الديمقراطيون.

أقول من الذي أفتى بالانتخابات ناقلا أو مفتياً!
ومن الذي أصبح يعرف ما كان ينكر!
من الذي صار يتصور بالفيديو!

رجال دماج على مبدئهم وسيرهم الأول، لم يتغيروا لا زالوا ينكرون الانتخابات ويكفرون الديمقراطية التي من بناتها الانتخابات ولا زالوا كما كانوا يحرمون التصوير. ولا زالوا يردون وينكرون على أبي الحسن وعلي حسن.
واسأل من الذي صار يحاضر في مساجد أتباع أبي الحسن، يقول: الردود على أبي الحسن كانت لعبة.
إنهم أنصارُكم الوصابي والعدني لو كُنْتُمْ تنصفون.

وأقول كما وصانا الله ولا يجرمنكم شنآن قوم على أن لا تعدلوا اعدلوا هو أقرب للتقوى.

فرضنا أن أبا الحسن وصاحبه الحزبيان أرادا تشويه صورة الشيخ أو بث القلقلة عليه أو مواساته أو تعزيته هل يتهم بما تقولون من الكذب أنه صار جليساً لهم متعامين عن نصحه لهم.
فما تقولون في زيارات كبار الحزبيين للشيخ بن باز والألباني والشيخ مقبل مع نصحهم لهم هل يؤثر في سلفيتهم.

هاتوا مسألة وافق الشيخ فيها هؤلاء وردوا بعلم إن كُنْتُمْ صادقين.
كما بينا أن الوصابي صاحبكم وافق علي حسن وصاحبه في أكثر من عشرة أصول ورددنا عليها بعلم ومصدر مؤكد حتى يصدق الناس رميكم وظنكم إن كُنْتُمْ صادقين.

الشيخ يحيى قال قبل خروجه من دماج: عفوت عن كل من ظلمني إلا الرافضة.
ووالله لقد ظلمتموه ورميتموه بالسفاهة كما رُمي هودٌ عليه السلام وما به سفاهة، إلا أنه دافع عن خير ودار كثر خيرها في العالم وعلم الناس بفضلها وإن رفضت دول.

فكفاكم ظلما يا قومي فالظلم حرام.
اللهم إني بلغت اللهم فاشهد

> > > > > > > READ MORE

Syaikh Yahya al-Hajuri: تنبيهات على ما ذكرته بعض الصحف من دخولي المملكة حرسها الله من تقوّلات وتحليلات

بسم الله الرحمن الرحيم

لشيخنا العلامة يحيى الحجوري
تنبيهات على ما ذكرته بعض الصحف عن دخولي المملكة حرسها الله من تقول وتحليلات


.

> > > > > > > READ MORE

Fitnah Keji Situs FItnah

بسم الله الرحمن الرحيم

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."
(QS al-Hujarat:12)

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَتَّاتٌ

“Tidak akan masuk jannah (surga) qattatun (tukang adu domba).”
(HR al-Bukhari dari Hudzaifah, lihat Fathul Bari, 10/472.)
Dalam an-Nihayah karya Ibnu Atsir, 4/11 disebutkan: ”Qattatun -قَتَّاتٌ- adalah orang yang menguping (mencuri dengar pembicaraan), tanpa sepengetahuan mereka, lalu ia membawa pembicaraan tersebut kepada yang lain dengan tujuan mengadu domba.)

“Sesungguhnya kejujuran itu menuntun kepada al-Birr (kebaikan), sedangkan kebaikan itu mengantarkan ke dalam surga. Sesungguhnya seseorang senantiasa bersikap jujur hingga ia dicatat di sisi Allah Ta’ala sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya al-Kadzib (kedustaan) itu mengarahkan pada kejahatan, sedangkan kejahatan itu menjerumuskan ke dalam neraka. Sungguh seseorang senantiasa berbohong hingga dicatat sebagai pendusta.”
(HR. Bukhari 10/423 dari Ibnu Mas’ud)

Fitnah Keji Situs Fitnah miratsul-anbiya.net
(ex. dammajhabibah.net)
terhadap Syaikh Yahya al-Hajuri -hafizhahullahu-


Sumber: ashhabulhadits.wordpress.com
Download: Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy: Fitnah Keji Situs miratsul-anbiya.net terhadap Syaikh Yahya al-Hajuri (1)
Download: Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy: Fitnah Keji Situs miratsul-anbiya.net terhadap Syaikh Yahya al-Hajuri (2)
Download: Abul Muqbil Ali Abbas al-Mangkutaniy: Fitnah Keji Ashabul Hizbiyyah Jadidah terhadap Syaikh Yahya al-Hajuri
Download: Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy: Fitnah Keji Ashabul Hizbiyyah Jadidah: Tuduhan Hajuriyun Sururiyun
Download: Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy: Kemana Donasi Dammaj versi Luqmaniyyun Disalurkan?

Posting-posting Terkait

>>> Penjelasan atas Pertemuan Syaikh Yahya dengan al-Halabi & al-Ma'ribi
>>> [Dammaj Crisis] Update Berita Blokade Dammaj 1434H
>>> The Houthi Shia Rafida Destroyed Masjid Ketaf in Yemen
>>> [Dammaj Crisis] Fatwa Syaikh Luhaidan untuk Menolong Dammaj 1-1-1435H
>>> [Dammaj Crisis] Seruan Syaikh 'Abdul Muhsin al-'Abbad untuk Menolong Dammaj dan Berjihad Melawan Hutsiyun
>>> [Dammaj Crisis] Seruan Syaikh 'Abdul Muhsin al-'Abbad untuk Berjihad Melawan Hutsiyin Rafidhi di Dammaj
>>> VIDEO: [Dammaj Crisis] Seruan Berjihad Melawan Syi'ah (Rafidhah) di Dammaj - Syaikh Yahya al-Hajuri
>>> VIDEO: [Dammaj Crisis] Seruan kepada Seluruh Ahlus Sunnah untuk Menolong Saudara-saudara Kita di Dammaj - Syaikh Rabi al-Madkhali
>>> [Dammaj Crisis] Seruan kepada Seluruh Ahlus Sunnah untuk Menolong Saudara-saudara Kita di Dammaj - Syaikh Rabi al-Madkhali

http://islam-itu-mulia.blogspot.com/2014/03/fitnah-keji-situs-fitnah.html

> > > > > > > READ MORE

Penjelasan atas Pertemuan Syaikh Yahya dengan al-Halabi & al-Ma'ribi

بسم الله الرحمن الرحيم

Banyak orang telah mendengar, khabar yang disebar di beberapa forum pendukung Ali bin Hasan al-Halabi -هداه الله- berupa pandangan tentang terjadinya pertemuan antara Syaikhuna (Yahya al-Hajuri, edt.) -حفظه الله- dengan al-Halabi, lalu dengan al-Ma'ribi (Abul Hasan al-Ma’ribi, edt.)!
Aku takjub dengan banyaknya kegembiraan ashabul hizbiyah jadidah terhadap khabar ini. Aku bahkan lebih takjub dengan hukum-hukum yang telah mereka bangun dengannya (berlandaskan pertemuan ini, edt.) dan dampak lanjutan di dalam diri mereka. Yang pada hakikatnya, mauqif/posisi mereka ini, sesungguhnya kembali meyakinkan bahwa mereka berjalan di atas manhaj (Ali bin Hasan) al-Halabi dan Abul Hasan (al-Ma’ribi) dalam hal pengambilan khabar dan membangun hukum-hukum dengannya. Di mana mereka dengan cepat mengambil khabar yang mendukung penyimpangan mereka, untuk menghantam lawan mereka, bahkan bila itu diambil dari hizbiyun dan orang-orang majhul, yang hal ini menyelisihi ushul/pokok Ahlus Sunnah dalam pengambilan khabar dan (menyelisihi) dalil-dalil dari al-Kitab dan as-Sunnah dan manhaj Shahabat -رضي الله عنهم- dan para Imam dalam agama yang mengikuti mereka dengan baik, ini manhaj murni yang wajib berhenti -dalam membantah- (mengambil) khabar dari orang-orang fasiq dan tahazub, Allah ta'ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”
(QS al-Hujarat: 6)
Allah -عز وجل- memerintahkan untuk ber-tatsabut (memeriksa dengan teliti) dalam pengambilan khabar orang-orang fasiq dan apa yang ditambahinya -khabar dari orang-orang majhul dan semisalnya- yang kebanyakan di dalamnya tidak ada ketelitian dan kejujuran. Dan Allah -تعالى- mendorong (ber-tatsabut) melalui dalil ucapan -maksudku penyelisihan yang dipahami- dalam pengambilan khabar orang-orang yang tsaqat/dipercaya dan hukum yang dibangun dengannya dan pengabaian keharusan ber-tatsabut di dalamnya. Dan al-Halabi, al-Ma'ribi dan orang-orang yang bersama mereka berdua menurut ashabul hizbiyah jadidah adalah pendusta, fasiqah, hizbiyun... Meskipun demikian tiada kerendahan dan keganjilan (bagi ashabul hizbiyah jadidah) dalam penyebaran khabar dari mereka dan membangun hukum dengannya. Dan bagaimana mereka membangun hukum-hukum berdasarkan penukilan orang-orang majhul dari Alu Barmaki dan selain mereka, yang tidak diketahui apakah mereka dari Yahudi, Rafidhah, Bathiniyah dan selain mereka, dari golongan setan jin dan manusia.
Lalu apa yang digambarkan sebagai 'pertemuan', sesungguhnya terjadi dengan tiba-tiba, tanpa perjanjian atau pengaturan sebelumnya, meskipun demikian dalam pertemuan ini Syaikhuna menyampaikan nasihat kepada al-Halabi. Bahkan al-Halabi sendiri mengakui hal ini di mana ia menulis catatan tentang khabar yang tersebar ini dan terkejut dengan berlebihannya para sahabatnya dalam penyambutan khabar ini -yang kemudian digunakan oleh ashabul hizbiyah jadidah dan bergembira dengannya dan membangun hukum-hukum dengannya! Dan apa yang dia (al-Halabi) -هداه الله- katakan:
Aku terkejut dengan penyambutan yang luar biasa ini perihal pertemuan bersama al-Akh asy-Syaikh al-Hajuri -وفقه الله-. Di sini aku memberi catatan: yang pertama, bahwa pertemuan itu sangat singkat, dan tidak diatur bersama beliau sebelumnya, meskipun demikian berlangsung dengan baik... . Akhir penukilan.
Dinukil sebagian dari mereka yang memposting di forum itu menegaskan bahwa al-Halabi mendatangi tiba-tiba Syaikhuna dengan memberi salam kepadanya dan ber-ta'ziyah, dan bahwa Syaikhuna memberikan kepada al-Halabi nasihat yang bermanfaat baginya. Dan aku bila menukil kalam al-Halabi di sini bukan bagiku untuk bersandar padanya, karena telah diketahui penyimpangannya dalam ucapan dan amalannya, akan tetapi sebagai keharusan bagi orang-orang yang bergembira dengan pertemuan itu bahkan sebelum mereka tahu apa yang terjadi di dalamnya. Dan telah diketahui dan tersebar luas tentang tahdzir (peringatan) Syaikhuna dari al-Ma'ribi dan al-Halabi. Adapun perkataan Syaikhuna al-Allamah Yahya bin Ali al-Hajuri -حفظه الله- perihal al-Halabi: ''Ali al-Halabi mumayyi' (lembek)! Mumayyi' ya ikhwan, da'wahnya da'wah tamyyi', lebih parah daripada da'wah orang-orang tamyi'-nya di sisi kami di Yaman! Mereka di sisi kami merasa malu ikut pemilu dan lain-lain (yang al-Halabi berda'wah kepadanya, edt.), mereka merasa malu menyeru kepada pemilu dan lain-lain, tetapi tidak bagi dia, karena da'wahnya da'wah tamyyi'..." (Bantahan selengkapnya ada di sini.) Juga Syaikhuna -حفظه الله- memberi pendahuluan di dalam kitabku "Misbah azh-Zhalam" yang menerangkan bantahan terhadap manhaj al-Halabi, al-Ma'ribi dan yang semisalnya sebagai tokoh fikrah orang-orang tamyyi', yang Muhammad ar-Raimi -al-Imam- mengikuti fikrah mereka.
Adapun yang diketahui baik dari jauh maupun dekat tentang Syaikh Yahya -حفظه الله- beliau orang yang kuat dalam (membela) kebenaran, anti al-mudahanah (mengambil muka), memberi nasihat kepada yang wajib dinasihati, baik dari orang-orang menyetujui maupun yang menyelisihinya. Aku ingat -demikian juga ikhwanana di Dammaj- ketika mengunjungi Syaikhuna di Darul Hadits Dammaj, sekelompok Doktor lulusan Saudi Arabia, di antaranya (Muhammad) al-Arifi, Syaikhuna menerima mereka di ruangan bagi tamu yang terbuat dari lempung/tanah. Lalu sebagian mereka mulai berbicara dan memperkenalkan diri kepada Syaikh, dan saat tiba kepada al-Arifi, Syaikh berkata: "Ini al-Arifi dai kepada persatuan! (هذا العريفي داعية اجتماعي!)" Lalu Syaikh membahas perkataannya (persatuan!) dan berkata kepada al-Arifi: "Kamu yang mereka berkata bahwa kamu adalah Quthbi!" Dan beliau -حفظه الله- menasihati mereka dengan yang bermanfaat untuk mereka kemudian mereka bersegera meninggalkan tempat. Dan saat al-Jizani dan al-Fauzan (bukan Syaikh Shalih al-Fauzan) datang ke Dammaj untuk menemui al-Adeni al-Hizbi, akhuna Ghazi berkata kepada mereka, "Insya Allah kalian shalat bersama kami lalu bermajelis bersama Syaikh Yahya, beliau adalah Syaikh ad-Dar." Timbul ketakutan pada mereka dan bersegera pergi setelah mereka shalat! Demikianlah ini tidak ada alasan kecuali bahwa mereka mengenal kekokohan Syaikh di atas Sunnah, beliau bukan shahib al-mudahanah (para penjilat/pencari muka), menurut yang kami tahu, dan Allah Maha Membuat Perhitungan.
Dan kalau ashabul hizbiyah jadidah adalah penasihat yang jujur, mereka akan menggunakan bagian timbangan ini -berupa tuduhan kontradiksi dan pembid'ahan- yang berkaitan dengan Syaikh Rabi' -هداه الله- :
1. Saat beliau (Syaikh Rabi') menerima Salim ath-Thawil -أصلحه الله- at-Turatsi di rumahnya dengan perjanjian dan pengaturan.
2. Saat beliau menerima (Falah Ismail) Mundakar di rumahnya, dia seorang pencela beliau, dan pembela (Ibrahim) ar-Ruhaili, al-Halabi dan selain mereka dari orang-orang mumayyi'.
3. Saat beliau menerima Muhammad Abdul Wahab al-Wushabi di rumahnya, sementara dia seorang yang berkata Syaikh Rabi', dan dua Syaikh: (Yahya) an-Najmi dan Zaid al-Madkhali, mereka semua adalah mata-mata.
4. Saat beliau menerima Muhammad al-Imam di rumahnya, sementara beliau secara tegas berkata tentang dia, "Dia bersesuaian dengan ushul al-Halabi."
Maka kami menunggu untuk mendengar udzur/alasan mereka, kemungkinan-kemungkinan mereka dan banyaknya peraturan mereka!
Allah -عز وجل- berfirman:
اعدلوا هو أقرب للتقوى
Berlaku adilah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada taqwa.
(QS al-Maidah: 8)

Ditulis oleh Abu Hatim Yusuf bin al-'Ied al-Jazairi pada malam Ahad tanggal 223 Rabi'ul Akhir 1435H.
Sumber dari aloloom.net.

Posting-posting Terkait

>>> Bermajelis bersama Ahlul Bid'ah untuk Menasihati?
>>> Hakikat Muhammad bin Hadi azh-Zhalim al-Muqallid
>>> [Dammaj Crisis] Update Berita Blokade Dammaj 1434H
>>> Syaikh Yahya al-Hajuri: تنبيهات على ما ذكرته بعض الصحف من دخولي المملكة حرسها الله من تقوّلات وتحليلات
>>> [Dammaj Crisis] Hijrah dari Sha'dah ke Hudaidah
>>> Fitnah Keji Situs FItnah
>>> Penjelasan atas Pertemuan Syaikh Yahya dengan al-Halabi & al-Ma'ribi
>>> Bara`ah al-Imam Muqbil al-Wadi'i dari Fitnah Juhaiman
>>> [Dammaj Crisis] Fatwa Syaikh Luhaidan untuk Menolong Dammaj 1-1-1435H
>>> [Dammaj Crisis] Seruan Syaikh 'Abdul Muhsin al-'Abbad untuk Menolong Dammaj dan Berjihad Melawan Hutsiyun
>>> [Dammaj Crisis] Seruan Syaikh 'Abdul Muhsin al-'Abbad untuk Berjihad Melawan Hutsiyin Rafidhi di Dammaj
>>> VIDEO: [Dammaj Crisis] Seruan Berjihad Melawan Syi'ah (Rafidhah) di Dammaj - Syaikh Yahya al-Hajuri
>>> VIDEO: [Dammaj Crisis] Seruan kepada Seluruh Ahlus Sunnah untuk Menolong Saudara-saudara Kita di Dammaj - Syaikh Rabi al-Madkhali
>>> [Dammaj Crisis] Seruan kepada Seluruh Ahlus Sunnah untuk Menolong Saudara-saudara Kita di Dammaj - Syaikh Rabi al-Madkhali

http://islam-itu-mulia.blogspot.com/2014/02/penjelasan-atas-pertemuan-syaikh-yahya.html

> > > > > > > READ MORE

[Dammaj Crisis] Update Berita Blokade Dammaj

بسم الله الرحمن الرحيم
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ يَا اللهُ الوَاحِدُ الأَحَدُ الصَّمَدُ
الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
أَنْ تَحْفَظَ المُسْلِمِيْن فِي دَمَّاجَ وَأَنْ تَنْصُرَهُمْ عَلٰى الرَّافِضَةِ اللَّذِينَ بَغَوْا عَلَيْهِمْ وَظَلَمُوهمْ
يَا خَيْرَ النَّاصِرِيْنَ

Ya Allah, aku memohon kepada Engkau, ya Allah al-Wahid al-Ahad ash-Shamad
(Allah Yang Mahaesa yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu)
yang tiada beranak dan tiada pula diperanakan dan tiada sesuatu pun yang setara dengan-Nya,
agar Engkau menjaga kaum Muslimin di Dammaj dan agar Engkau menolong mereka dari Rafidhah yang telah menjahati dan menzhalimi mereka,
wahai Sebaik-baik Penolong.

O Allah I ask You O Allah The One, The Samad
Who neither begets nor was begotten and there is none co-equal or comparable unto Him;
that You preserve the Muslims in Dammaj and that You help them upon the Rafidah who have wronged them (the Muslims) and oppressed them
and You are the best Who helps.

اَللَّهُمَّ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن ثَبِّتِ المُسْلِمِيْن فِي دَمَّاجَ وَأَنْزِلْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةَ وَاخْتِمْ لَهُمْ مَا هُمْ فِيْهِ بِالْحُسْنَى

Ya Allah ya Yang Maha Mengasihi para penyayang
Kokohkanlah kaum Muslimin di Dammaj dan turunkanlah sakinah atas mereka
dan jadikan akhir urusan mereka dalam kebaikan.

O Allah, the Most Merciful of those who show Mercy,
make firm the Muslims in Dammaj and send down upon them as-Sakeenah (tranquility)
and end this affair which they are in with goodness.

[Dammaj Crisis] SUDAHKAH ANDA PEDULI? دار الحديث بدماج


"Sekitar 97 hari DARUL HADITS DAMMAJ YAMAN di bawah blokade, teror & serangan Hutsiyin Syi'ah Rafidhah sejak 5 Dzulhijjah 1434H.
Kemudian Ahlus Sunnah khuruj (keluar) dari Dammaj. Syaikh Yahya al-Hajuri dan Ahlu Dammaj berada di Shan'a sejak 12 Rabi'ul Awwal 1435H."


Selasa, 1 Jumadil Akhir 1435H (01-04-2014 06.14 WIB)
Syaikh al-'Allamah Yahya bin 'Ali al-Hajuri telah tiba di Shan'a pada hari Selasa pagi tanggal 1 Jumadil Akhir 1435H.
Setelah rihlah ke negeri Haramain dalam rangka melaksanakan ibadah umrah, pemeriksaan medis dan bertemu dengan sejumlah ulama senior yang mulia. Lebih lengkap baca di aloloom.net

Malam Senin, 30 Jumadil Awal 1435H (31-03-2014 01.00 WIB)
Syaikhuna al-'Allamah Yahya al-Hajuri meninggalkan Riyadh menuju Makkah. Beliau حفــظ الله berangkat pada hari Ahad 29 Jumadil Awal 1435H bersama masyaikh dan thullabul ilmi yang menemaninya dalam perjalanan. حفــظ الله شيخنــا فــي حلــه وترحالــه.

Ahad, 1 Jumadil Awal 1435H (02-03-2014)
Diringkas dari tulisan Abu Hamzah 'Ali bin Ibrahim Alu Juhah pada hari Ahad tanggal 1 Jumadil Awal 1435H: Allah -عز وجل- memudahkan kepada Fadhilatusy-Syaikh 'Abdullah bin Shalih al-Qashir -حفظ الله- pada Hari Sabtu ba'da Zhuhur tanggal 29 Rabi'ul Akhir 1435H, ditemani Syaikh Ahmad ar-Rubai'an, Ikhwah 'Abdurrahman asy-Syamiri dan 'Abdul Qadir Hidan -حفظهم الله- beserta Penulis risalah ini, untuk berziyarah kepada Fadhilatusy-Syaikhuna Yahya bin 'Ali al-Hajuri -حفظ الله-, ziyarah yang indah mubarakah. Suatu liqa'/pertemuan yang menyenangkan, beliau -حفظ الله- memuliakan kami dengan bermajelis, pembicaraan yang menyenangkan dan makan siang menu Yaman bersamanya. -فجزاهم الله خير-.
Syaikh 'Abdullah al-Qashir dan Syaikh Yahya berdialog tentang permasalahan dakwah. Syaikh 'Abdullah -حفظ الله- dikenal akan kecintaannya kepada dakwah salafiyah, khususnya ma'had Dammaj dan beliau adalah murid senior Syaikh Bin Baaz -رحمه الله-, beliau sangat bersemangat untuk berkomunikasi dengan Masyaikh Darul Hadits Dammaj karena itu menyambut dengan baik pertemuan ini. Kita berdoa kepada Allah agar dengannya memberi manfaat kepada semua.

Malam Ahad, 30 Rabi'ul Akhir1 Jumadil Awal (2-03-2014 01.27 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: Dari Hussain al-Hajuri: Pada malam ini tanggal 30 Rabi'ul Akhir1 Jumadil Awal 1435H (Malam Ahad) antara Maghrib dan Isya, kami bersama Syaikhuna Yahya menziyarahi Syaikh 'Abdurrahman al-Barrak -حفظ الله الجميع- dan terjadi liqa'/pertemuan yang menyenangkan, beliau -حفظ الله- memuliakan kami dengan bermajelis dan pembicaraan yang menyenangkan. Beliau membatalkan durusnya untuk bermajelis bersama kami. Lalu Ustadzna Syaikh -حفظه الله- (berbicara tentang) penerbitan ta'liqat/komentar beliau pada kitab Fathul Baari yang dipakai thullab Dammaj dalam karya mereka pada kitab al-Fath, maka beliau mengijinkannya -جزاه الله خيرا-. Kemudian Ustadzna mau berpamitan, tetapi beliau berkata, 'Waktu antara Maghrib dan Isya tidak bisa dipisahkan.' Maka kami bermajelis bersama beliau sampai beberapa menit qabla Isya. فجزى الله الشيخ خير الجزاء atas keramahan dan kebaikan akhlaqnya. Lebih lengkap baca di aloloom.net.

Malam Ahad, 30 Rabi'ul Akhir1 Jumadil Awal 1435H (01-03-2014 20.54 WIB)
Disingkat dari aloloom.net: Pada hari Sabtu 22 Rabi'ul Akhir 1435H, berziyarah al-Allamah Syaikh 'Abdul 'Aziz ar-Rajhi kepada al-Allamah Yahya bin Ali al-Hajuri -حفظهما الله-.

Sabtu, 29 Rabi'ul Akhir 1435 (01-03-2014 17.24 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: Dari Abu Mush'ab Hussain al-Hajuri: Hari Sabtu ini tanggal 29 Rabi'ul Akhir 1435H pada jam 10 - 11.30 sebelum Zhuhur, kami bersama Syaikhuna Yahya menziyarahi Syaikh Shalih al-Luhaidan -حفظ الله الجميع- dan terjadi liqa'/pertemuan yang menyenangkan, beliau -حفظ الله- memuliakan kami dengan bermajelis dan pembicaraan yang menyenangkan. Beliau menanyakan keadaan anak-anaknya thullabul ilmi di Yaman dan memberikan nasihat dan arahan. Lebih lengkap baca di aloloom.net

Malam Jum'at, 28 Rabi'ul Akhir 1435H (27-02-2014 15.44 WIB)
العلامة الحجوري: انتهيت إلى طاعة الله وعلى المنهج السلفي أحيا وعليه أموت -بإذن الله
Kutipan tulisan Syaikh Abu Hatim Yusuf bin al-'Ied al-Jazairi pada malam Rabu tanggal 26 Rabi'ul Akhir 1435H.
"Ahlus Sunnah benar-benar (secara hakikat) bergembira dengan rihlah yang dilakukan oleh Syaikhuna (Yahya al-Hajuri) -حفظه الله- dan orang-orang yang bersamanya, untuk menunaikan ibadah umrah, dan kemudian melakukan pertemuan-pertemuan dengan sejumlah ulama terkemuka di Kerajaan Saudi Arabia, seperti al-Mufti Syaikh 'Abdul 'Aziz Alusy-Syaikh, Syaikh al-Fauzan, Syaikh al-'Abbad, Syaikh Luhaidan, Syaikh 'Abdul 'Aziz ar-Rajhi dan selain mereka. (Sebaliknya ini) Hal yang membuat marah mereka para ahlul hasad dan hawa, dan mereka kesal/muak karenanya."
Lebih lengkap baca di aloloom.net.

Ahad, 23 Rabi'ul Akhir 1435 (23-02-2014 06.37 WIB)
Banyak orang telah mendengar, khabar yang disebar di beberapa forum pendukung Ali bin Hasan al-Halabi -هداه الله- berupa pandangan tentang terjadinya pertemuan antara Syaikhuna (Yahya al-Hajuri, edt.) -حفظه الله- dengan al-Halabi, lalu dengan al-Ma'ribi (Abul Hasan al-Ma’ribi, edt.)!
>>> Selengkapnya baca di sini: Penjelasan atas Pertemuan Syaikh Yahya dengan al-Halabi & al-Ma'ribi

Sabtu, 22 Rabi'ul Akhir 1435 (22-02-2014 14:31 WIB)
Ditulis oleh Syaikh Abdul Hamid al-Hajuri az-Zu'kari di kota Riyadh -سلمها الله-:
والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن أهتدى بهداه
أما بعد
Pada malam ini, malam Sabtu tanggal 22 Rabi'ul Akhir 1435H, berdatangan ke Hotel InterContinental di kota Riyadh Ibukota Negara Saudi Arabia, sejumlah besar thullabul ilmi dan Ahlus Sunnah wal Jama'ah baik dari kota Riyadh, dari Universitas al-Imam Muhammad bin Su'ud, dari Dammam, dan dari tempat lainnya untuk mengambil faedah dan berziyarah kepada Syaikhuna Yahya -حفظه الله عز وجل-. Lebih lengkap baca di aloloom.net.

Malam Sabtu, 22 Rabi'ul Akhir 1435 (21-02-2014 20:34 WIB)
Diringkas dari tulisan أبو عمار نادر البعداني pada tanggal 21 Rabi'ul Akhir 1435H di Riyadh:
الحمدلله رب العالمين والصلاة والسلام على من بعثه الله رحمة للعالمين
وبعد
Sungguh Allah -عز وجل- telah memuliakan Ahlus Sunnah Salafiyin di kota Riyadh, dengan kehadiran para Ulama Rabbaniyin yang dipimpin oleh ar-Rihana al-Yaman dan Muhadits-nya asy-Syaikh al-Allamah Yahya bin Ali al-Hajuri -حفظه الله-. Saat kedatangan di bandara umat berbondong-bondong menyambut Syaikh di bandara Malik Khalid, kerumunan besar yang belum pernah terjadi sebelumnya, dari kalangan Ahlus Sunnah dan awamnya. Kemudian Syaikhuna Yahya bersama para pendampingnya yaitu Masyaikh dan selain mereka, pergi dilayani oleh Pemerintah menuju Hotel InterContinental Riyadh yang terletak di Jalan Ma'adzir, atau di sisi barat Jalan Malik Fahd dan Kementerian Dalam Negeri.
Kemudian banyak orang datang dari berbagai negara di dunia, seolah pena untuk menulis buku tidak mampu menggambarkannya, bahkan hadir para pembesar dari lawan dan penyelisih Syaikh dalam perkara manhaj. Sebelumnya karena banyaknya para pecinta beliau, penziyarah dan hadirin, sebagian ikhwan kita mengatur cara untuk menemui Syaikh Yahya, yaitu antrian rombongan, rombongan pertama diterima Syaikh, lalu yang kedua, dan selanjutnya untuk menghindari keruwetan.
Allah telah menjadikan Syaikh sebagai orang yang dicintai dan diterima di sisi makhluq, telah berbondong-bondong menziyarahi beliau yang datang dari berbagai tempat. Kemarin (Kamis, edt.) datang sejumlah besar ikhwah dari Qathar dan UEA untuk menemui Syaikh Yahya. Kemarin juga Syaikh Yahya bersama sebagian Masyaikh dan para pendampinya melakukan ziyarah kepada Syaikh 'Abdul 'Azis Alusy-Syaikh, mufti Kerajaan Saudi Arabia, di kantornya, dan terjadi pembicaraan antara kedua Syaikh yang mulia, jalsah yang indah, dipenuhi nasihat yang bermanfaat.
Dan pada hari ini (Jum'at) datang sejumlah ikhwah dari Dammam dan sebagian dari tempat yang lain, untuk menziyarahi Syaikh Yahya. Kami telah bertemu sebagian yang datang kemarin dan pada hari ini pada saat kami keluar dari Masjid الامير متعب بن عبد العزيز, masjid yang berkhotbah di dalamnya Syaikhuna Shalih al-Fauzan -حفظه الله-. Dan ada pertemuan yang indah dengan ikhwah yang datang dari luar Riyadh.
Pada hari-hari ini di kota Riyadh kami menikmati adanya durus, pertemuan, dan ziyarah. Kemarin (Kamis, edt.) ba'da Shalat Isya ada liqa bersama Syaikh Abdul Hamid al-Hajuri -حفظه الله-, memberikan durus tentang Ushul Sunnah dan syarh Haiyah Ibnu Abi Dawud, suatu penjelasan yang baik untuk kami dan memiliki banyak manfaat, dan hadir sejumlah thullabul ilmi salafiyin, dan merupakan durus yang mengesankan.
Pada hari ini kami ada pertemuan yang baik dengan Syaikh Abu Amru Abdul Karim al-Hajuri, akan terbuka untuk kita insya Allah suatu durus yang akan kami sebutkan rinciaannya nanti insya Allah.
Diringkas dari aloloom.net.

Malam Jum'at, 21 Rabi'ul Akhir 1435 (21-02-2014 00:10 WIB)
Ditulis oleh Syaikh Abdul Hamid al-Hajuri az-Zu'kari di kota Riyadh -سلمها الله- tanggal 20 Rabi'ul Akhir 1435 Hijriyah:
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن أهتدى بهداه
أما بعد
Pada hari Kamis tanggal 20 Rabi'ul Akhir 1435H ba'da Zhuhur telah terjadi pertemuan dengan Syaikh al-'Allamah 'Abdul 'Aziz Alusy-Syaikh -حفظه الله- di kantornya di kota Riyadh bersama Syaikh al-'Allamah Yahya bin 'Ali al-Hajuri -حفظه الله- dan para pendampingnnya. Suatu pertemuan yang indah mubarakah yang berisi taujihat/arahan dan nasihat diambil dari al-Kitab dan as-Sunnah. Di dalamnya ada (nasihat) kesabaran dari Syaikh 'Abdul 'Aziz Alusy-Syaikh terhadap apa yang terjadi kepada Ahlus Sunnah Dammaj, dan beliau menyebutkan dalil-dalil dari Kitabullah dan dari Sunnah Rasulullah -صلى الله عليه وسلم- kepada kesabaran, ihtisab/mengharapkan pahala dan tidak berputus asa, dan beliau berwasiat untuk tetap melanjutkan dakwah, dan beliau -حفظه الله- memberi khabar bahwa jika datang al-haq/kebenaran maka kebatilan akan lenyap sebagaimana firman Allah ta'ala:
وَقُلْ جَاءَ الحَقُّ وَزَهَقَ البَاطِلُ إِنَّ البَاطِلَ كَانَ زَهُوقاً
Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.
(QS al-Isra': 81)
Walhamdulillah, demikianlah ziyarah Ahlus Sunnah dan nasihat-nasihat Ahlus Sunnah dari al-Kitab dan as-Sunnah kepada al-Kitab dan as-Sunnah. Dan saling berziyarah merupakan perintah Allah -عز وجل- dan mengikuti petunjuk Rasulullah -صلى الله عليه وسلم-. Dan Syaikhuna yang mulia -حفظه الله- berdalil bahwa maksud ziyarah adalah mahabah fillah (cinta karena Allah) juga keikhlasan untuk Allah sebagaimana ada dalam hadits:
وَجَبَتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَحَابِّينَ فِيَّ وَالْمُتَجَالِسِينَ فِيَّ وَالْمُتَزَاوِرِينَ فِيَّ وَالْمُتَبَاذِلِينَ فِيَّ .. الحديث
Allah -تَبَارَكَ وَتَعَالَى- berfirman, “Kecintaan-Ku akan didapat oleh orang-orang yang saling mencintai dan saling (menemani) duduk karena Aku, saling berkunjung karena Aku, serta saling memberi karena Aku.” (HR Imam Malik: Kitab al-Muwatha’)
وسبحانك اللهم وبحمدك لا إله إلا أنت نستغفرك ونتوب إليك.
Sumber dari aloloom.net.

Malam Jum'at, 21 Rabi'ul Akhir 1435 (20-02-2014 20:44 WIB)
Dari Abu Hamzah as-Siwari: Sekarang terjadi pertemuan dan ziyarah yang berharga al-'Allamah al-Muhadits Yahya bin 'Ali al-Hajuri di kota Riyadh, berziyarah kepada Fadhilatuh Samahatuh al-Walid Mufti al-Mamlakah 'Abdul 'Aziz Alusy-Syaikh di kantornya di Riyadh. Pada hari Kamis ini tanggal 20 Rabi'ul Akhir 1435H.
Syaikhuna dan para pendampingnya tiba pada waktu zhuhur di Masjid al-Amir Turki maka mereka shalat Zhuhur lalu pergi menuju kantor Samahatuh dan disambut oleh Syaikh, dan beliau menanyakan keadaan mereka dan mendorong mereka untuk terus berdakwah ilallah, dan tetap saling berwasiat dalam kebenaran dan saling berwasiat dalam kesabaran.
Diringkas dari aloloom.net.

Rabu, 19 Rabi'ul Akhir 1435 (19-02-2014 15:32 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: Dinukil dari al-Akh Ziyad al-Maliki: Insya Allah ada pertemuaan antara kami bersama Syaikhuna Yahya bin Ali al-Hajuri -حفظه الله- pada ba'da Maghrib hari Rabu ini (Malam Kamis, edt) di Hotel InterContinental Riyadh di Jalan Ma'adzir, atau di sisi barat Jalan Malik Fahd dan Kementerian Dalam Negeri. والله الموفق. Sumber dari aloloom.net.

Malam Rabu, 19 Rabi'ul Akhir 1435 (19-02-2014 00:08 WIB)
Dari Abu Ibrahim Ali Mutsana: Alhamdulillah, telah tiba Syaikhuna Yahya bin Ali al-Hajuri pada hari ini di bandara internasional King Khalid di kota Riyadh. Syaikh disambut oleh kerumunan sebagian besarnya adalah Ahlus Sunnah dan mereka terus berdatangan ke bandara, dan Syaikh berada di ruang VIP. Dan sungguh Allah memudahkan kami untuk masuk dan menyalami Syaikh. Kami berdoa kepada Allah untuk melindungi Syaikh Yahya saat berhenti maupun dalam perjalanan. Dinukil/dikutip dari Akhuna Ziyad al-Maliki/ar-Riyadh. Diringkas dari aloloom.net.

Malam Rabu, 19 Rabi'ul Akhir 1435 (18-02-2014 18:57 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: Ba'da shalat Zhuhur, Syaikhuna al-Mujahid Yahya bin 'Ali al-Hajuri, sejumlah Masyaikh dan thullab telah meninggalkan bandara al-Haram al-Madani menuju bandara kota Riyadh. Kami mendoakan keselamatan atasnya dan kesedihan dalam hati kami karena kami senang bilamana beliau tinggal lebih lama lagi di Madinah Rasulullah. Ziyarah Syaikh ke Madinah Nabawiyah adalah ziyarah yang indah, shalat di Masjid Nabawi, dan kegiatan lainnya, dan pertemuan dengan dua Syaikh yang mulia, Syaikh 'Abdul Muhsin al-'Abbad dan Syaikh Shalih al-Fauzan, juga dengan thullabul ilmi dan para pecinta sunnah dan ahlunya. Dan kami bersamanya menghadiri durus Syaikh al-'Abbad antara Maghrib dan Isya dalam dua kali kesempatan. Kami berdoa kepada Allah dengan Karunia-Nya dan Kebaikan-Nya agar menjauhkan Syaikhuna dan kaum Muslimin seluruhnya dari semua kajahatan dan makar. والحمدالله رب العالمين. Ditulis oleh Hammud ats-Tsuwabi pada waktu Zhuhur hari Selasa tanggal 18 Rabi'ul Akhir 1435H. Selengkapnya baca di aloloom.net.

Malam Selasa, 18 Rabi'ul Akhir 1435 (18-02-2014 01:33 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: Berkata al-Akh Hammud الثوابي semoga Allah melindunginya: Atas Karunia Allah Yang Mahatinggi, kami bersama Syaikh Yahya menghadiri durus/pelajaran al-'Allamah al-'Abbad di al-Haram al-Madani pada malam Selasa tanggal 18 Rabi'ul Akhir 1435H. Dan ba'da shalat, thullab berdesak-desakan menuju Syaikh dan kami saling membantu mengeluarkan Syaikh ke hotel. Selengkapnya baca di aloloom.net.

Malam Selasa, 18 Rabi'ul Akhir 1435 (17-02-2014 21:52 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: dari Syaikh Abdul Hamid al-Hajuri:
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه، أما بعد
Pada hari Senin ini tanggal 17 Rabi'ul Akhir 1435H telah terjadi ziyarah antara dua Syaikh yang mulia, Syaikh Shalih al-Fauzan dan Syaikh Yahya al-Hajuri -حفظهما الله جميعا-. Sebuah pertemuan yang indah yang saling membicarakan sebagian permasalahan dakwah salafiyah, seperti ini adalah jalan Ahlul Ilmi untuk saling menasihati dan untuk menaati firman Allah ta'ala: وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر.
Dan pada waktu 'Ashar hari ini, terjadi ziyarah kepada Syaikh 'Abdul Muhsin al-'Abbad al-Badr, suatu ziyarah yang baik, kami menemukan di dalamnya kebaikan penyambutan, penghormatan kepada tamu, dan kebaikan perangai, seperti yang kami temukan dari al-'Allamah al-Fauzan.
Aku berdoa kepada Allah agar menjadikan ziyarah ini washilah kepada keridhaan-Nya dan upaya pembelaan kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah -صلى الله عليه وسلم- dan segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Selengkapnya baca di aloloom.net.

Malam Selasa, 18 Rabi'ul Akhir 1435 (17-02-2014 20:48 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: al-Akh Hammud الثوابي: Saat ini ada liqa'/pertemuan antara al-Allamah 'Abdul Muhsin al-'Abbad dan al-Allamah Yahya bin Ali al-Hajuri -حفظهما الله تعالى-, di tempat tinggal al-'Abbad -الفيصلية- al-Madinah an-Nabawiyah pada tanggal 17 Rabi'ul Akhir 1435H. Diringkas dari aloloom.net.

Senin, 17 Rabi'ul Akhir 1435 (17-02-2014 14:38 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: Pada hari Senin 17 Rabi'ul Akhir 1435H jam 9 pagi terjadi pertemuan yang indah antara dua Syaikh yang mulia, al-Allamah Shalih al-Fauzan dan al-Allamah Yahya bin Ali al-Hajuri -حفظهما الله تعالى-, di Madinah Rasulullah -صلى الله عليه وسلم-, di hotel yang sama di mana mereka berdua menginap. Diringkas dari aloloom.net.

Malam Senin, 17 Rabi'ul Akhir 1435 (17-02-2014 02:39 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: Akh Hammud menyuratiku: Dengan Karunia Allah kami shalat Isya' bersama Syaikh Yahya al-Hajuri di Masjid Nabawi dan kami hadir bersama Syaikh durus al-Allamah al-Abbad tentang syarah Shahih Muslim. Dan ba'da shalat, thullab berdesak-desakan untuk menyalaminya dan beramai-ramai mengiringinya menuju hotel. Dan saat kami bermajelis di gerbang hotel, saya bertemu dengan Syaikh al-Allamah Shalih al-Fauzan dan menyalaminya, dan berkata kepadanya bahwa Syaikh Yahya al-Hajuri berada di dalam hotel, dia bertanya: "Siapa?", saya menjawab: "Syaikh Yahya al-Hajuri", dia berkata: "Salam atasnya", dan saat ini mereka berdua di dalam hotel yang sama. -حفظهما الله جميعا والحمد الله رب العالمين-. Lebih lengkap baca di aloloom.net.

Malam Senin, 17 Rabi'ul Akhir 1435 (17-02-2014 02:20 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: Pada waktu Zhuhur hari ini Syaikhuna Yahya meluncur ke kota Jeddah dan dari sana langsung menuju Madinah Rasulullah -صلى الله عليه وسلم- lalu disambut dengan sambutan resmi, kemudian diantarkan ke tempat yang disediakan. Pada ba'da Maghrib Syaikhuna Yahya menuju Masjid Rasulullah -صلى الله عليه وسلم- untuk shalat Maghrib, lalu menghadiri halaqah Syaikh al-Allamah Abdul Muhsin al-Abbad. Ba'da shalat Isya' manusia berkerumun untuk menyalami Syaikhuna dan sebagiannya mengikutinya pulang ke hotel. Lebih lengkap baca di aloloom.net.

Malam Senin, 17 Rabi'ul Akhir 1435 (16-02-2014 23:25 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: Syaikh Abdul Hamid al-Hajuri di Madinah Nabawiyah: Kami bersama Syaikhuna menghadiri durus Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad di Masjid Nabawi, mensyarah hadits Abu Hurairah di Shahih Muslim (يا رسول الله أرأيت لو جاء رجل يريد أخذ مالي), hadits Abdullah bin Amr (من قتل دون ماله فهو شهيد) dan hadits Ma'qil bin Yasir (ما من راع يسترعه الله رعية يموت يوم يموت وهو غاش ... الحديث). Lebih lengkap baca di aloloom.net.

Malam Senin, 17 Rabi'ul Akhir 1435 (16-02-2014 21:21 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: Alhamdulillah, Fadhilatusy Syaikh al-Allamah Yahya bin Ali al-Hajuri bersama rombongan telah tiba di bandara Madinah Nabawiyah hari Ahad sore ini lalu menginap di hotel Dar al-Iman yang terletak berdekatan dengan Masjid Nabawi. Diringkas dari aloloom.net.


Sabtu, 15 Rabi'ul Akhir 1435 (15-02-2014 16:31 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: Berkata seseorang yang menyertai Syaikh dalam surat yang dikirimkan kepadaku kemarin: saat Syaikh pergi ke Masjidil Haram, manusia berkerumun untuk menyampaikan salam kepadanya dan kami semampunya mencari tempat duduk, semampunya menjauhkannya dari kerumunan lalu askar membantu menjauhkan/mengamankan dan askar merasa takjub terhadap kerumunan ini. Dan ada yang bertanya kepada mereka: kalian dari mana, ternyata ada yang datang dari Riyadh, Jeddah, Madinah dan selainnya. Diringkas dari aloloom.net.

Senin, 10 Rabi'ul Akhir 1435 (10-02-2014 04:07 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: Pada hari ini Syaikhuna bertemu dengan Syaikh al-Faqih al-Allamah Muhammad Ethiopia saat ba'da shalat Isya di Masjidil Haram di Mekkah. Diringkas dari aloloom.net.

Ahad, 9 Rabi'ul Akhir 1435 (09-02-2014 03:39 WIB)
Dari Khalid bin Muhammad al-Gharbani: Terjadi pertemuan antara dua Syaikh yang mulia, Syaikh Yahya al-Hajuri dan Syaikh Washiullah Abbas -حفظهما الله- pada hari Sabtu 8 Rabi'ul Tsani 1435H ba'da shalat Isya' di Masjidil Haram, bersama mereka sejumlah thullabul ilmi. Mereka saling bersalaman, mencium pipi dan berpelukan dalam keadaan yang indah serta melakukan perbincangan, -حفظ الله الشيخين وطلابهما-. Diringkas dari aloloom.net.

Jum'at, 7 Rabi'ul Akhir 1435 (7-02-2014 17:58 WIB)
Dari Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: Syaikh Yahya pergi melaksanakan ibadah umrah bersama rombongan pada hari Kamis siang dari Bandara Internasional Shan'a. Kemudian terbang menuju Bandara Internasional Jeddah, tiba dan disambut resmi. Lalu menuju Yalamlam miqat bagi Ahlu Yaman, tiba sebelum Maghrib, kemudian menuju Mekkah untuk melaksanakan umrah. Syaikh lalu menginap di Hotel أبراج الساعة dan beliau akan menerima tamu setelah makan malam. Diringkas dari aloloom.net.

Sabtu, 1 Rabi'ul Akhir 1435 (01-02-2014 03:02 WIB)
Muhadharah Syaikh Yahya al-Hajuri -hafizhahullahu-.
محاضرة في مسجد بشائر الخير بصنعاء
لشيخنا العلامة أبي عبد الرحمن يحيى بن علي الحجوري حفظه الله
شدة الابتلاء لا يزيد المؤمن إلا ثباتا و اهتداء
سجلت هذه المحاضرة ليلة السبت
1 / ربيع الثاني1435هـ


Download di sini.


Kamis, 29 Rabi'ul Awal 1435 (30-01-2014)
بسم الله الرحمن الرحيم
" إعــــــلان " محاضرة لشيخنا العلامة يحيى_بن_علي_الحجوري
- حفظه الله -
هذه الجمعة 30 ربيع أول 1435هـ
في مسجد بشائر الخير طريق عمران - ذهبان -
القائم عليه الشيخ علي_الحجاجي


[Dammaj Crisis] Sabtu, 24 Rabi'ul Awal 1435 (25-01-2014 17.10 WIB)
Muhadharah Syaikh Yahya al-Hajuri -hafizhahullahu- di Masjid Fath Shan'a pada Malam Sabtu 24-03-1435H
Judul: Nasihat bagi kaum Muslimin Seputar Penjagaan Agama Ini
محاضرة شيخنا في مسجد الفتح بصنعاء
بعنوان: نصيحة للمسلمين حول العناية بهذا الدين
سجلت هذه المحاضرة
ليلة السبت
24 / ربيع أول 1435هـ


Download di sini.


[Dammaj Crisis] Kamis, 22 Rabi'ul Awal 1435 (23-01-2014 03.15 WIB)
محاضرة الشيخ العلامة
يحيى بن علي الحجوري
- حفظه الله -
هذه الجمعة
23 ربيع أول 1435هـ
في مسجد الفتح
شارع بيحان المتفرع من شارع 22 مايو
القائم عليه الشيخ محمد القيسي


[Dammaj Crisis] Sabtu, 17 Rabi'ul Awal 1435 (18-01-2014 00.50 WIB)
The reasons for the Sunnis out of Dammaj.
Sebab-sebab Ahlus Sunnah keluar dari Dammaj.
محاضرة شيخنا في مسجد السنة بسعوان
تطرّق فيها لأسباب خروج أهل السنة من دماج
Muhadharah Syaikh Yahya al-Hajuri -hafizhahullahu- di Masjid as-Sunnah Sa'wan Shan'a Yaman pada malam Sabtu 17-03-1435H.


Download di sini.

Dengan kasih karunia Allah -سبحانه و تعالى-, Ahlus Sunnah di Shan'a Yaman diberkahi dengan adanya pertemuan dengan Masyaikh Sunnah di Yaman yang datang bersama-sama. Pertemuan berlangsung di Masjid Syaikh yang mulia, Abu Ibrahim Muhammad Maani' -حفظه الله-. Pemandangan di Masjid dan sekitarnya adalah menakjubkan dengan jumlah yang datang begitu luar biasa. Hal ini menyebabkan penutupan jalan dan orang-orang berdoa dan duduk di tengah jalan. Ini telah terjadi sejak Syaikh dan Ayah kami yang mulia Yahya al-Hajuri -حفظه الله- tiba di Shan'a.
Muhadharah dimulai ba'da Shalat Ashar oleh Syaikh yang mulia Abu Amr al-Hajuri -حفظه الله- berbicara tentang penindasan yang telah terjadi di Dammaj dan bagaimana akhir dari peristiwa ini adalah bagi hamba yang saleh.
Tak lama setelah itu, Syaikh yang mulia Mujahid, Syaikh Muhammad Bajammal -حفظه الله- memberikan ceramah yang di dalamnya beliau berbicara bagaimana dakwah al-Imam al-Wadi'i -رحمه الله- menyebar dan bagaimana Allah menolong orang-orang yang di atas kebenaran ketika tertindas sebagaimana Syaikh Muqbil dipaksa untuk meninggalkan Kerajaan Saudi Arabia untuk kejahatan yang tidak dilakukannya yang akhirnya menjadi penyebab dakwah di Yaman menyebar ke seluruh dunia. Syaikh juga mengingatkan saudaranya bahwa apa yang terjadi di Dammaj adalah di bawah Qadar Allah dan bahwa kita harus menerimanya dan bahwa hal itu tidak menunjukkan akhir dakwah Dammaj. Sebaliknya Syaikh menyatakan bahwa mungkin Allah meinginkan kebaikan untuk Ahlu Dammaj yang hanya Dia -سبحانه و تعالى- yang mengetahuinya.
Muhadharah selanjutnya ba'da Maghrib, yaitu muhadharah singkat oleh Syaikh yang mulia, Syaikh Abu Ibrahim Muhammad Maani' -حفظه الله- yang menjadi tuan rumah yang sangat baik bagi saudara-saudaranya dari Dammaj, kami berdoa kepada Allah untuk membalasnya atas usahanya. Syaikh berbicara sangat singkat yaitu mengenai pentingnya memegang sunnah dan berdakwah untuk itu. Mereka yang mengenal Syaikh -حفظه الله- akan tahu bahwa beliau -حفظه الله- mengutip banyak narasi dari salaf dan dari yang diriwayatkan untuk saudaranya adalah atsar berikut ini:
Diriwayatkan oleh al-Hasan bin Ayub al-Baghdadi yang berkata: saya mendengar Abu Abdillah (Imam Ahmad) dan dikatakan kepadanya: Semoga Allah memberikan Anda hidup di atas Islam, dan dia berkata: dan Sunnah. [Tabaqah Hanabilah vol 1:131].
Muhadharah ditutup dengan pembicaraan oleh Syaikh dan Ayah kami, Pembawa Bendera Tauhid dan Sunnah di Yaman, Mujahid dan Muhaddits Yahya al-Hajuri -حفظه الله-. Syaikh memberi nasihat di mana beliau mendorong orang-orang yang mendengarkan untuk memberikan dakwah menurut kemampuan mereka. Syaikh juga menjelaskan alasan kenapa meninggalkan Dammaj.
Diringkas dari tulisan Abu Abdillah Mustafa bin Yusuf Somali di aloloomenglish.net

[Dammaj Crisis] Jum'at, 16 Rabi'ul Awal 1435 (17-01-2014 05.44 WIB)
Berkata Syaikhuna Rabi' al-Madkhali kemarin, telah disampaikan kepadaku bahwa Syaikh Shalih al-Fauzan menangis ketika mengetahui khurujnya Ahlu Dammaj -manqul-. أبو محمد بن محمد عادل الزهراوي

Syaikh Yahya al-Hajuri حفظه الله- malam Jum'at (16-03-1435H)bertemu dengan Presiden Yaman Abdu Rabbih Manshur Hadi -وفقه الله- di suatu tempat di Shan'a. Kemarin bertemu dengan Penasihat Pertahanan dan Keamanan Mushin al-Ahmar.
Hari Kamis beliau juga bertemu dengan KBRI Yaman untuk membicarakan kondisi dan situasi santri Dammaj dari Indonesia.

[Dammaj Crisis] Kamis, 15 Rabi'ul Awal 1435 (16-01-2014 10.27 WIB)
Durus terakhir Syaikh Yahya al-Hajuri di Darul Hadits Dammaj. Direkam pada malam Selasa 13 Rabi'ul Awal 1435H.
آخر كلمة لشيخنا يحيى حفظه الله تعالى بدار الحديث بدماج


Download di sini.


[Dammaj Crisis] Kamis, 15 Rabi'ul Awal 1435 (16-01-2014)
إعلان محاضرة لشيخنا العلامة يحيى بن علي الحجوري -حفظه الله- الجمعة 16 ربيع أول 1435هـ

Dikhabarkan insya Allah besok Jum'at 16-03-1435H Syaikh Yahya al-Hajuri -hafizhahullahu- akan mengadakan muhadharah di Masjid as-Sunnah Sa'wan Shan'a.

[Dammaj Crisis] Rabu, 14 Rabi'ul Awal 1435 (15-01-2014 17.12 WIB)
Abu Hamzah Muhammad as-Siwari: Telah tiba di Shan'a puluhan mobil yang datang dari Dammaj, dan masih banyak yang akan datang ke Shan'a dan lainnya. Alhamdulillah. Kami meminta saudara-saudara kita di mana pun untuk bahu membahu dengan ribuan yang datang dari Dammaj dan banyak dari mereka tidak mempunyai tempat tinggal.
Sebagian foto dan video rombongan rihlah dari Dammaj bisa dilihat di sini.

[Dammaj Crisis] Rabu, 14 Rabi'ul Awal 1435 (15-01-2014 00.17 WIB)
Khalid al-Gharbani: Banyak orang menuju kota Shan'a untuk menyambut kehadiran Muhadits Yaman dan semuanya ingin menyampaikan salam kepada asy-Syaikh dan memberikan jaminan keamanan atasnya.
Syaikh Yahya datang bersama sejumlah Masyaikh Dammaj -semoga Allah menjaga mereka-.(*)
Saya berdoa semoga Allah memberikan kemanfaatan kepada wilayah Yaman atas keberadaan Syaikhuna dan orang-orang yang bersamanya.
(*) Dari sumber lainnya: Syaikh Abdul Hamid al-Hajuri, Syaikh Abu Amr al-Hajuri, Syaikh Turki M., Syaikh Surur al-Wadi'i, Syaikh Abu Dahdah, dll.

[Dammaj Crisis] Malam Rabu, 14 Rabi'ul Awal 1435 (14-01-2014 22.57 WIB)
Khalid al-Gharbani: الحمد لله على نعمه وآلائه. Bahwa Syaikhuna al-Muhaddits al-'Allamah Yahya bin 'Ali al-Hajuri -بحفظ الله ورعايته- telah tiba di Shan'a pada hari Selasa 12 Rabi'ul Awwal 1435H saat Maghrib.

[Dammaj Crisis] Senin, 12 Rabi'ul Awal 1435 (13-01-2014 16.30 WIB)
Sebagian foto-foto persiapan rihlah dari Dammaj menuju Hudaidah.
اللهم احفظ أهل السنة من كيد الرافضة الحوثة









[Dammaj Crisis] Ahad, 11 Rabi'ul Awal 1435 (11-01-2014 21.10 WIB)
استعداد الشيخ العلامة يحيى الحجوري وطلابه - حفظهم الله - للخروج من دماج
بسم الله الرحمن الرحيم

خلال الأيام القادمة يستعد فضيلة الشيخ يحيى بن علي الحجوري وطلابه الأبرار للخروج من منطقة دماج
ولا نقول إلا كما أمر ربنا
حسبنا الله ونعم الوكيل
واللهم أجرنا في مصيبتنا واخلف لنا خيرا منها
وأرض الله واسعة ، والدعوة السلفية قائمة ، وليس أول من يخرجه قومه .
وكان شيخنا - حفظه الله - قد فوض ولي أمر البلاد للنظر في أبنائه طلاب دار الحديث بدماج،
ثم بعد ذلك اختار الشيخ - حفظه الله - الخروج كما هو موضح في الورقتين المرفقتين .
والحمد لله على حال
وعسى أن تكرهوا شيئا وهو خير لكم
أبو عبد الله خالد الغرباني

البيان الأول

البيان الثاني
Sumber: aloloom.net/vb/showthread.php?t=22709

Update dari isnad.net
Syarat untuk meninggalkan Dammaj disebutkan oleh Syaikh Yahya -semoga Alloh menjaganya-
1 Menghentikan perang di Dammaj dan pencabutan pengepungan dan pertukaran jenazah
2 Memberikan waktu empat hari istirahat bagi para thullab untuk meninggalkan Dammaj dengan semua barang-barang dan senjata mereka dan jaminan perjalanan yang aman. Pengiriman helikopter untuk mengangkut Syaikh Yahya dan dukungan keuangan mengangkut semua thullab keluarga dan barang-barang mereka.
3 Jaminan oleh hutsiyyun difasilitasi oleh mediator dan Presiden bahwa Syaikh Yahya dan murid-muridnya dan orang-orang dari Dammaj tidak akan dirugikan di mana pun mereka menetap dan akan melanjutkan darul hadits.
4 Bahwa kita (ahlussunnah) akan diganti untuk membangun masjid, rumah, sumur dan klinik medis.
5 Penggantian semua kerusakan hanya yang disebabkan oleh perang, dari rumah dan milik pribadi bersama dengan Pemerintah dan juga perawatan para thullab Dammaj akibat perang dan pengobatan semua orang yang terluka dari sejak pertama dari tahun ini
Wallohu a’lam,
Diringkas oleh Abu Yahya (Bengkulu)

[Dammaj Crisis] Sabtu, 10 Rabi'ul Awal 1435 (11-01-2014)
Pernyataan Penting dari Juru Bicara Dammaj Surur al-Wadi'i (سرور الوادعي) tentang Rumor Deportasi Santri (Penuntut Ilmu/Thullabul Ilm) dari Darul Hadits Dammaj.
بيان مهم من الناطق الرسمي سرور الوادعي حول ما أشيع من إخراج طلاب العلم من دار الحديث بدماج
أضيفت بتاريخ 10 ربيع أول 1435
مِــــنْ قَلْـــــبِ دَمَّـــــاج
بسم الله الرحمن الرحيم

بيان مهم من الناطق الرسمي سرور الوادعي حول ما أشيع من إخراج طلاب العلم من دار الحديث بدماج

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على محمد بن عبد الله الصادق الأمين وعلى آله وصحبه أجمعين أما بعد:

فإنه قد أشيع ونشر في بعض وسائل الإعلام على لسان رئيس اللجنة الرئاسية يحيى منصور أبو أصبع أنه (تم الاتفاق على عودة المعلمين والطلاب من غير أبناء دماج إلى مناطقهم خارج منطقة دماج وبالنسبة للمقيمين من الاجانب وعلى وجه الخصوص من لم يكن عنده إقامة سيتم ترحيلهم إلى بلدانهم، مضيفا أن من كان مقيم بطريقة شرعية سيترك لهم الخيار وبحسب ما علمنا هناك عدد كبير منهم يجهز نفسه للخروج من دماج).

وهذا الكلام لا أساس له من الصحة فقد نفاه أبو أصبع وهناك تسجيل صوتي سينشر مع البيان لنفي أبي أصبع ونحن إذ نبين هذا نقول بأن المعهد باق على دروسه وطلابه من يمنين وغرباء حتى يقضي الله أمرا كان مفعلا .

وإنما القضية أنه بعد أن فوض الشيخ يحيى بن علي الحجوري حفظه الله رئيس الجمهورية وفقه الله في النظر في قضية دماج والمعهد طلب رئيس الجمهورية مقابلة الشيخ في صنعاء لتدارس أمر المركز والطلاب والنظر في القضية والخروج بحل عادل إما تأمين المركز والطلاب من أي اعتداء أو أي حل آخر يخرجون به.

وعلى هذا فإننا نهيب بوسائل الإعلام تحري المصداقية في النقل والتأكد من الأخبار من مصادرها وعدم نشر الإشاعات فإن ضررها عظيم على الناس نسأل الله التوفيق والسداد والحمد لله رب العالمين.

الناطق الرسمي بدماج / سرور الوادعي

بتاريخ السبت 10 ربيع أول 1435هـ الموافق 11/1/2014م
Sumber: aloloom.net/show_art.php?id=302



حمل كلمة أبي أصبع من هنا (Download di sini.)


[Dammaj Crisis] Kamis, 8-3-1435H (9-1-2014M)
:: ((هذه وصيتي إِنْ مِتُّ)) ::
كلمة جديدة لعلامة اليمن ومحدثها الشيخ يحيى بن علي الحجوري
[فليبلِّغ الشاهدُ الغائب يا أهل السنة والغيرة والإسلام]
هذه وصيتي إِنْ مِتُّ)) :: كلمة جديدة لعلامة اليمن ومحدثها الشيخ يحيى بن علي الحجوري أيّده الله

Hari ke-93. Ada perjanjian bersama antara wakil-wakil semua pihak (Pemerintah, Militer, Dammaj dan Hutsiy) untuk mengadakan gencatan senjata yang dimulai hari ini pukul 6 pagi. Menurut perjanjian, Militer Yaman akan datang hari ini dan semua posisi diserahkan kepada mereka, termasuk pos pemeriksaan Hutsiyin. Dan jalan dibuka kembali (sehingga blokade Hutsiy terhadap Dammaj terbuka).
Sebaliknya Hutsiy menolak tentara Yaman untuk memasuki Dammaj, boleh bila hanya dalam kondisi mereka tidak akan membawa artileri berat dan tentara hanya akan masuk dengan senapan dan rompi.
Sekitar 09:15 Hutsiyin memulai serangan lain terhadap Masjid Darul Hadits Dammaj dan daerah sekitarnya . Seperti yang telah mereka lakukan sebelumnya, mereka membombardir Masjid dan sekitarnya dengan tank, meriam, mortir dan artileri anti pesawat terbang. Penembakan biasanya menargetkan daerah dekat tempat penampungan darurat bagi perempuan dan anak-anak, dan mereka sengaja bertujuan untuk memutus suplai air utama bagi mereka yang tinggal di daerah Masjid utama. Alhamdulillah hanya beberapa mengalami luka ringan.
Kemarin Lajnah Qabilah dipimpin oleh al-Maqdasyi (المقدشي) datang membawa surat tentang perjanjian gencatan senjata untuk Syaikh Yahya. Bersama mereka membawa beberapa persediaan dari Pemerintah bagi Dammaj, semoga Allah membalas kebaikan mereka. Hutsih melanjutkan aksi sniper mereka sepanjang malam, bahkan menembakkan meriam B-10 terhadap daerah Wathan. Tidak ada yang terluka, Alhamdulillah.
نسأل الله فتحا ونصرا مبينا بعد هذا الصلح لإخواننا بدماج، كما حصل بعد صلح الحديبية. والله المستعان.




[Dammaj Crisis] Selasa, 6-3-1435H (7-1-2014M)
Kemarin 3 santri menjadi gugur tersniper Hutsiyin, mereka semua terkena tembakan di kepala, Abdurrahman al-Haimi, Hudzaifah al-Hudzaifah, dan Faiz al-Ba'dani -semoga Allah mereka dan menjadikan mereka sebagai syuhada-.
Juga kemarin, Lajnah pemerintah dan suku-suku itu akhirnya bisa menembus Hutsiyin menuju pondok pesantren bersama Palang Merah Internasional (ICRC). Mereka membawa 35 santri terluka ke Sana'a dengan pesawat dari Sa'dah. Beberapa santri yang tidak bisa dibawa karena kurangnya ruang.
Saat ini Hutsi terus menembak secara acak ke tempat lain selain ICRC berada. Dalam perjalanan keluar dari Dammaaj, Hutsi menghalangi kendaraan ICRC di pos pemeriksaan di Khaaniq (tepat di luar Dammaaj) lebih dari satu jam. Mereka mencari mereka dengan penuh semangat, melecehkan mereka dan memfoto para santri.
38 santri atau lebih masih ditunggu dikembalikan dari daerah yang Hutsiyin serang (Masaadeer). Ini terjadi sebelum blokade yang pertama. Ada 21 santri membutuhkan pemulihan. Setelah sekian lama negosiasi dengan Hutsi mereka setuju untuk membiarkan pemimpin suku untuk mengangkat jenazah. ICRC mengatakan tidak mampu mendapatkan jaminan bahwa Hutsi tidak akan berusaha untuk menembak mereka. Itulah mengapa para pemimpin suku harus mengambil jasad santri. Ketika jasad dikembalikan terlihat jelas bahwa wajah mereka telah dibuat cacat. Para dokter yang bekerja di Dammaj (beberapa di antaranya santri di sini) mengatakan bahwa wajah mereka telah dibuat cacat dengan semacam asam atau bahan kimia lainnya.
Jam 1 dini hari ini Hutsiyin mulai membombardir Masjid, sekitarnya dan rumah Syaikh Yahya dengan peluru mortir berat, tank dan artileri meriam. Ada yang menghitung sebanyak 21 peluru mortir sepanjang malam. Tidak ada yang gugur tetapi beberapa terluka di antaranya Syaikh Abdul Wahhab asy-Syamiri (salah seorang pengajar di sini juga dianggap sebagai seorang hakim) dan beberapa anaknya menderita luka ringan akibat pecahan peluru -semoga Allah menyembuhkan mereka-.
Gambar hasil ledakan di masjid yang menyebabkan Syaikh Abdul Wahhab asy-Syamiri dan beberapa anaknya terluka.

Hari ini pada saat shalat Zhuhur, Hutsih mulai menembak dengan tank dan meriam artileri ke masjid. Secara bersamaan menembakkan senjata anti pesawat terbang mereka. Semua ini terjadi sementara kaum Muslimin sedang melakukan ibadah shalat. Alhamdulillah tidak ada yang terluka.
Saat ini pukul 23:00 waktu Dammaj, Hutsiyin melakukan seperti yang mereka lakukan pada setiap malam, memutar musik kebisingan via loudspeaker dan menembak secara acak. Bagi mereka yang tidak mengenal, Dammaj adalah sebuah desa yang sangat damai di tengah lembah dikelilingi gunung (pegunungan yang sedang berusaha dikontrol Hutsiyin untuk mengendalikan Dammaj). Sebelum blokade dan perang ini, biasanya yang ada adalah keheningan malam bahkan pada waktu siang hari. Sebagai contoh, kita dapat mendengar seseorang membuka dan menutup pintu dari jauh.
Kita berdoa kepada Allah untuk membasmi Hutsiyin dan menjauhkan mereka dari menyerang kita, dan mengembalikan Dammaj dalam kedamaian dan ketenangan.

[Dammaj Crisis] Ahad,4-3-1435H (5-1-2014M)
Hari ke-89 blokade dan serangan bengis Hutsiyin Syi'ah Rafidhah terhadap Ahlus Sunnah di Dammaj (دماج).
Hampir 200 orang telah gugur -semoga Allah merahmati dan menjadikan mereka syuhada- dan 600 orang terluka -semoga Allah meyembuhkan mereka dan memulihkan mereka-, dari semua kalangan: perempuan, anak-anak, orang tua, santri, ulama, dan da'i-da'i .
Diringkas dari: aloloom.net/show_art.php?id=292
Gambar kerusakan pada mushaf al-Qur'an dan kitab ilmu lainnya hasil kebengisan serangan Hutsiyin pada hari Sabtu dan Ahad


[Dammaj Crisis] Selasa,28-2-1435H (31-12-2013M)
Update isnad.net. 21:17 WIB. Berkata Abu Fairuz (dammaj) ” Selasa zhuhur di Dammaj: serangan ramai thd Alu Manna’. 3 pelajar luka. Sore hari serangan rofidhoh thd Dammaj (Barroqoh dan Alu Manna’) makin ramai, hujan tembakan diselingi goncangan2 mortir membahana. La ilaha illalloh. Sekarang tembakan besar menghantam Maktabah ‘ammah. Skrg hantam besar menimpa sekitar dapur, disusul hujan peluru. Hantaman mortir datang susul menyusul seiring dg menyurutnya sinar mentari. Rentetan dahsyat menyengat pendengaran. Ya Alloh tolonglah para wali-Mu, ya Alloh hancurkanlah anjing2 setan rofidhoh itu.” -selesai-
Berkata Abu Fairuz (dammaj) ” Dammaj Selasa pagi ini masih terus baku tembak. 1 pelajar dari Abyan tertembak wajahnya di Alu Manna’, meninggal dg wajah memutih. 1 pelajar luka tembak di kedua pahanya dekat rumah syaikh Ahmad. Hasbunallohuwani’mal wakil. Nama pelajar yg meninggal tadi adlh Sholih Al Abyaniy, pemberani dan kokoh. Rohimahulloh ” -selesai-

[Dammaj Crisis] Ahad 26-2-1435H (29-12-2013M)
>>> The Houthi Shia Rafida Destroyed Masjid Ketaf in Yemen

[Dammaj Crisis] Jum'at 24-2-1435H (27-12-2013M)
80 hari blokade & serangan keji terhadap Ahlus Sunnah Dammaj -semoga Allah melindunginya- yang dilakukan para pengecut Syi'ah Rafidhah Hutsiyin -semoga Allah membasminya-. Serangan terus menerus, siang dan malam, terhadap Benteng Sunnah, Darul Hadits Dammaj. Telah gugur 192 orang -semoga Allah merahmati mereka dan menjadikannya sebagai syuhada- dan 565 yang terluka -semoga Allah menyembuhkan mereka-.
Hari ini Hutsiyin pengecut menembakkan meriam/roket/mortir terhadap masjid utama ba'da Shalat Jum'at karena mengetahui bahwa akan banyak yang keluar masjid. Penembak jitu (sniper) Hutsi menembak sekeliling masjid selama khotbah, setidaknya satu santri terluka. Kemarin Bilal al-Abyani dimakamkan dan hari ini Farhan as-Sumali dimakamkan yang sebelumnya menunggu perawatan medis selama 2 pekan akibat terluka, mereka berdua terluka terkena serangkain serangan Hutsiyin. Banyak Ahlus Sunnah yang meninggal saat menjalani pengobatan karena kurangnya perawatan kesehatan dan kekurangan obat-obatan. Sampai hari ini ICRC tetap dihalangin masuk Dammaj oleh Syi'ah, sehingga terganggu perawatan terhadap yang terluka. -لا حول ولا قوة إلا بالله-.
Diringkas dari aloloom.net/show_art.php?id=282

[Dammaj Crisis] Kamis 23-2-1435H (26-12-2013M)
Pembantaian dan pemblokadean terhadap Ahlus Sunnah Dammaj oleh Hutsiyin Rafidhah telah berlangsung hampir selama 3 bulan, sementara sepertinya dunia terdiam menonton kekejian ini. -لا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم-.
Seperti hari-hari sebelumnya Hutsiyin menyerang dan mensniper wilayah Dammaj tiada henti, siang dan malam. Masjid, rumah, jalanan, kebun menjadi sasaran brutal serangan mereka. Tembakan mortir berlangsung dari malam sampai siang ini. Hari ini dimakamkan seorang belia berumur 15 tahun, saudara Ali bin Muhammad bin Mu'min, yang terkena ledakan mortir -semoga Allah merahmatinya dan menjadikannya sebagai syuhada-, dan melukai dua orang lainnya -semoga Allah menyembuhkannya-.
Diringkas dari: aloloom.net/show_art.php?id=280
Juga kemarin di Hasyid, Syaikh Hussein al-Ahmar memimpin pertemuan Ahlus Sunnah dan Qabilah-qabilah (suku-suku) Yaman untuk membuka blokade Dammaj. Hutsiyin membunuh lima anggota komite perdamaian yang berkumpul untuk menegosiasikan gencatan senjata di desa Khaywaan (sebuah desa dalam arah perjalanan ke Dammaj dari Shan'a).
Gambar kepala peluru besar 37mm anti pesawat yang ditemukan seorang bocah, bayangkan bagaimana Hutsiyin Syi'ah Rafidhah menembaki dengan keji penduduk Dammaj tanpa belas kasihan sejak hari pertama pemblokadean.



KEMANA MENGIRIM BANTUAN
UNTUK AHLUSSUNAH DI DAMMAJ
JIKA TIDAK INGIN MELALUI HIZBIYYUN ?

Berkata Abu Fairuz (Dammaj) ” Bagi ikhwah yg bertekad utk berinfaq fisabilillah maka silakan dikirim ke atas nama : Muhammad Jefri wasir no p :u 189651. Silakan kirim lewat Western Union ke alamat di atas. InsyaAlloh sampai pada yg berhak menerima tanpa dizholimi. Semoga Alloh memberikan taufiq-Nya pd kita semua, dn membalas kebaikan kita semua, serta menyelamatkan kita dr fitnah dunia. Bagi yg mengirim ke akh Muhammad Jefri tadi, hendaknya krm SMS ke no beliau (+967711552848) agar beliau tahu dn kiriman td tdk tertunda. Barokallohufikum. ” -selesai- Sabtu, 13 Muharram 1435H
Berkata Abu Turob (Bengkulu) “Ikhwah kita sudah mulai mengumpulkan, silahkan menghubungi Abu Jalal (ikhwah bengkulu, Nomor Ponsel: 081377981608) akan dikirim ke ikhwah di dammaj, melalui western union” -selesai- Kamis, 11 Muharram 1435H. -Update dari isnad.net-


[Dammaj Crisis] Senin 20-2-1435H (23-12-2013M)
Hari ini sebagaimana 76 hari sebelumnya, hari-hari pemblokadean dan serangan terus menerus, siang dan malam. Hutsiyin Rafidhah mensniper seorang bocah Dammaj Muadz bin Abdurrahman an-Nakhai, tertembak bagian kepalanya, semoga Allah merahmati dan menerimanya sebagai syuhada. Hutsiyin tidak memandang korbannya, bocah atau orang dewasa, laki-laki atau perempuan, yang disasar adalah pembasmian Ahlu Dammaj. -لا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم-.
Terus menerus serangan Hutsiyin Pendosa terhadapa wilayah Dammaj, siang dan malam. Terluka 4 orang -semoga Allah menyembuhkannya-. Kita meminta kepada Allah membalas Rafidhah Hutsiyin dengan balasan yang setimpal. Dan Allah Mahaberkuasa atas yang demikian.
Diringkas dari: aloloom.net/show_art.php?id=276

[Dammaj Crisis] Ahad 12-2-1435H (15-12-2013M)
00.53 WIB. Dari خالد بن محمد الغرباني, "Pengumuman tentang Ijtima' (Pertemuan) Ahlus Sunnah". Dengan pengarahan dari Fadhilatusy Syaikh al-'Allamah Mufti Yaman, Yahya bin 'Ali al-Hajuri -حفظه الله-, akan diadakan ijtima' Ahlus Sunnah wal Jama'ah -مشاركة- bertempat di Masjid Ahlus Sunnah ar-Rabi'atin (الربيعتين) Distrik Juban (جبن) Provinsi adh-Dhali' (الضالع), pada hari Selasa 14 Shafar 1435H (17-12-2013M). Muhadharah akan diadakan mulai ba'da Shalat Zhuhur sd ba'da Shalat 'Isya' -بإذن الله تعالى-. Akan hadir banyak -بإذن الله تعالى- Masyaikh dan Du'at Ahlus Sunnah dari seluruh provinsi Yaman untuk berpartisipasi dalam menolong Dammaj yang terblokade.
Dalam kesempatan ini saya menghimbau saudara-saudaraku para Masyaikh dan Du'at untuk menghadirinya, dan menghimbau Ahlus Sunnah yang mulia untuk menyebarkan pengumuman ini. (aloloom.net/vb/showthread.php?t=22261)


[Dammaj Crisis] Sabtu 11-2-1435H (14-12-2013M)
Sebuah spanduk yang terpasang di pinggir jalanan Sha'dah, yang membuktikan aqidah Hutsiyin Rafidhah yang sesat, yang menyelisihi al-Qur'an dan as-Sunnah dan ijma' salaful ummah. Maksud tulisan mereka adalah barang siapa tidak menerima mandat Ali -رضي الله عنه- sebagai Khalifah ba'da Rasulullah -صلى الله عليه وسلم-,(tetapi Abu Bakar ash-Shiddiq -رضي الله عنه-), maka dia tidak menerima mandat Allah -تعالى-, maka dia kafir. Demikianlah aqidah sesat Rafidhah Itsna 'Asyariyah (Syi'ah 12 Imam).

Bukti-bukti kejahatan Hutsiyin Syi'ah Rafidhah terhadap Darus Sunnah wat Tauhid di Dammaj. Serangan hari Jum'at 10 Shafar 1435H.



[Dammaj Crisis] Jum'at 10-2-1435H (13-12-2013M)
21.22 WIB Kabar kemenangan dan konsolidasi dari front Hasyid (أرض حاشد). Dari Saudara kita Abu Turab -hafizhahullahu ta'ala-, telah terjadi pertempuran antara ikhwan kita melawan Hutsiyin setelah tengah malam kemarin, dan kedua belah pihak bertempur dengan jarak 10 meter. Sejumlah Hutsiyin tewas dan terluka, mereka melarikan diri meninggalkan yang mati dan jasad Hutsiyin di hadapan ikhwan kita. بحمد الله تعالى. Dan Hutsiyin berupaya pada pagi harinya untuk menyerang ikhwan kita dan ingin mengambil yang tewas, akan tetapi dihalau oleh Ksatria Gagah Berani Pembela Sunnah dan Tauhid. بحمد الله تعالى. Dan datang 100 orang pemuda Hajur bergabung dengan ikhwan mereka, فحياهم الله جميعًا. Dari: aloloom.net/vb/showthread.php?t=22236

[Dammaj Crisis] Kamis 9-2-1435H (12-12-2013M)
Telah gugur 176 ikhwah kita di Dammaj sampai hari Rabu kemarin. Semoga Allah mengampuni mereka, merahmati mereka dan menjadikan mereka sebagai syuhada. Diringkas dari aloloom.net/show_art.php?id=252.
Makam baru saudara-saudara kita yang berjihad di Dammaj. Semoga Allah merahmati mereka dan menjadikan mereka sebagai syuhada.


Update isnad.net 00.59 WIB. Berkata Ahmad Ma’sud (dammaj) ” Yaa ikhwah, kemarin syaikhuna Yahya memberi tanbih kepada kita untuk i’tina dengan sujud syukur atas penjagaan Alloh dan kelembutannya sehingga serangan hutsi dengan segala jenis senjata berat dipalingkan dari kita shingga korban dari kita sedikit dan korban mereka sangat banyak. Syaikh cerita bahwa malam kemarin di kitaf hutsi terbunuh sebanyak 70 orang, jadi i’tina yaa ikhwah dengan sujud syukur ” -selesai-
كلمة شيخنا حول اعتداء الرافضة الحوثيين
ليلة الخميس 9 / صفر 1435هـ


[Dammaj Crisis] Rabu 8-2-1435H (11-12-2013M)
Update isnad.net 10.41 WIB. Dari Abu Fairuz (dammaj) dari Majmu’ah “Akhbar Dammaj Qol’atis Sunnah “13 (tiga belas) hutsiy dari Khoulan, Sihar dan Wuhaidan menyerah diri dan senjata mereka ke pasukan muslimin Hasyid setelah dikepung beberapa hari. Alhamdulillah. Juga menukilkan dari ‘Akhbarus Sa’ah” bahwa dalam perang 3 hari di Kitaf, sebanyak 147 hutsi mati di Kitaf. 34 dari mereka dikuburkan di Dhohyan, sisanya masih bergelimpangan di lembah Abu Jubaroh dan Kitaf. Juga menyebutkan bahwa sejumlah pasukan Hilfun Nushroh pergi meninggalkan pos mereka di gunung “Nar”, lalu direbut oleh pasukan hutsiy. Ternyata mendadak pasukan Hilfun Nushroh balik mengepung dan menyergap hutsiyyun tadi dan menyerang mereka sampai hutsiyyun tadi habis terbunuh. Alhamdulillah. -selesai-


[Dammaj Crisis] Ahad 5-2-1435H (8-12-2013M)
Hari ini memasuki bulan ketiga pemblokadean dan penyerangan Hutsiyin terhadap Ahlus Sunnah di Dammaj -semoga Allah melindunginya dari segala kejelekan dan makar-. لا حول ولا قوة إلا بالله.
Hari ini Hutsiyin -semoga Allah membinasakan mereka- telah menggempur wilayah Dammaj dengan pelbagai persenjataan berat dan ringan, berusaha menumpahkan darah orang-orang yang tidak bersalah. Dari malam dini hari sampai menjelang fajar, Hutsiyin menyerang memakai tank, panser dan meriam, dari sisi utara wilayah Alu Manna' (آل مناع), tetapi dengan bantuan Allah mereka dipukul mundur. الحمد رب العالمين.
Dan sebelumnya kemarin terjadi penembakan dan penyerangan sepanjang hari dan ketika malam datang mereka mulai menggempur memakai meriam, tank dan roket dengan sasaran masjid Darul Hadits Dammaj. Alhamdulillah Allah menyelamatkan dari keburukannya, tetapi menyebabkan kepanikan perempuan dan anak-anak. Kita meminta Allah untuk menghancurkan senjata mereka karena Dia Mahamampu melakukan itu. Gempuran terus artileri sepanjang malam. Kita meminta Allah untuk kesehatan dan keselamatan. Dan dalam serangan itu terluka empat orang. Semoga Allah segera membalas Hutsiyin Rafidhah dengan hukuman yang setimpal. Allah Mahaberkuasa atasnya.
Diringkas dari: aloloom.net/show_art.php?id=247

Update isnad.net 14.20 WIB. Berkata Abu Fairuz (dammaj) ” Sampai sekarang yang jelas meninggal dari ikhwah 5 (lima) orang, di antaranya adalah al akh Isma’il (anak Abu Isma’il Al Hajuriy pengawal syaikh Yahya). Rofidhoh sholat jenazah di masjid Hadi di Sho’dah, menyolati komandan mereka yang mati di Dammaj tadi malam. Surat kabar “Al Yamaniyyah” menyebutkan terbunuhnya seratus orang hutsiyyin di Wadi Bu Jabiroh. ” -selesai-
Gambar tangan saudara kita Ismail al-Hajuri yang sedang berdzikir sesaat sebelum gugur berjihad di Dammaj. Semoga Allah merahmati dan menjadikannya sebagai syuhada.


[Dammaj Crisis] 30 Muharram 1435H, Selasa (3-12-2013M)
Hari ke-56 blokade dan serangan Hutsiyin terhadap Ahlus Sunnah Dammaj tetap berlangsung. Telah terjadi genosida yang dilakukan oleh Hutsiyin Syi'ah Rafidhah terhadap Ahlus Sunnah di Dammaj, berusaha membantai semua Ahlus Sunnah, dari anak-anak, perempuan, dan orang tua, baik santri-santri maupun para ulama, sementara dunia berdiam diri, termasuk dunia Islam. Tiada daya dan upaya kecuali Allah -azza wa jalla-.
Telah gugur 155 orang di antaranya 18 anak-anak, 3 perempuan dan 4 lansia -semoga Allah merahmati dan menjadikan mereka syuhada-. Dan 405 orang luka-luka, sebagiannya kritis, termasuk 46 anak-anak dan 4 perempuan -semoga Allah menyembuhkan dan memulihkan mereka-.
Lebih dari tujuh masjid dibom oleh Hutsiyin sehingga terjadi kerusakan, dan lebih dari 300 rumah hancur. Hutsiyin juga menyerang fasilitas air bersih, satu rumah sakit yang satu-satunya di Dammaj, dan dua sekolah (1 untuk laki-laki dan 1 untuk perempuan).
Dan seperti hari-hari sebelumnya serangan dan pengeboman dengan persenjataan berat terjadi terus menerus sepanjang hari dan malam.
Semoga Allah melindungi saudara-saudara kita Ahlus Sunnah Dammaj dari kejahatan Hutsiyin. Semoga Allah menghancurkan makar Hutsiyin Syi'ah Rafidhah. Aaamiiin.
Diringkas dari: aloloom.net/show_art.php?id=239

[Dammaj Crisis] 24 Muharram 1435H, Rabu (27-11-2013M)
-update isnad.net- 09:25 WIB. dan telah mengabarkan kepada kami dari Abu Fairuz (dammaj) berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Kembali Salafiyyun Indonesia khususnya dan dari seluruh negara yang punya perhatian dengan masalah ini pada umumnya dikejutkan dengan berita duka atas meninggalnya akhunal Fadhil Al Mujahid Abu Qudamah Wahyuddin bin Hamzah dari kota sinjai di sulawesi selatan. Meninggal di bumi jihad Kitaf Yaman. Semoga Alloh memuliakan beliau dan ayah bunda beliau serta segenap adik, kakak dan kerabat beliau di dunia dan akhirat. Semoga Alloh menggembirakan mereka dengan kemuliaan laba dari jual beli yang agung ini:
إِنَّ اللّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْداً عَلَيْهِ حَقّاً فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللّهِ فَاسْتَبْشِرُواْ بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah. lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah kalian dengan jual beli kalian. Dan yang demikian itulah keberuntungan yang agung.” (QS. At Taubah: 111)

[Dammaj Crisis] 23 Muharram 1435H, Selasa (26-11-2013M)
-update isnad.net- 15:55 WIB. Berkata Abu Fairuz (dammaj) ” Pukul 10:50 waktu yaman, baku tembak agak sengit. Ditengah-tengah baku tembak itu anak kandung syaikh Yahya al-Hajuri –Abdurrohman bin Yahya-, tewas tertembak -rohimahulloh-. Innalillahi wa inna ilahi roji’un. Di saat itu disamping akh Kholid as-Sinafi ash-Shon’ani -hafidzhahulloh-. Alhamdulillah 3 dari rafidhoh yang mendekat terbunuh. Kabar dari akh Fadhil Ahmad As-Samidi -hafidzhahulloh-.
Abu Fairuz (dammaj) ” Diriwayatkan al Imam Muslim no. (4879) dan hampir senada dangan hadits dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu diriwayatkan al Imam Al Bukhori no. (2790) قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من 9″ن بالله ,برسوله, وأقام الصلاة وصام رمضان, كان حقا على الله أن يدخله الجنة, جاهد في سبيل الله أو جلس في أرضه التي ولد فيها. فقالوا: يا رسول الله, أفلا أبشر الناس؟ قال: إن في الجنة مائة درجة أعدها الله للمجاهدين في سبيل الله ما بين كل درجة كما بين السماء والأرض. فإذ سألتم الله فاسألوه الفردوس, فإنه أوسط الجنة وأعلى الجنة. وفوقه عرش الرحمن, ومنه تفجر أنهار الجنة
Rosululloh shollallohu’alaihiwasallam bersabda: Barangsiapa beriman pada Alloh dan Rosul-Nya, menegakkan sholat, berpuasa Romadhon, wajib bagi Alloh untuk memasukkannya ke dalam Jannah, dia berjihad di jalan Alloh ataukah duduk di buminya tempat dia dilahirkan.” Orang-orang berkata: “Wahai Rosululloh, apakah tidak sebaiknya kami mengabarkan pada orang-orang tentang berita gembira ini?” Beliau menjawab: “Sesungguhnya di Jannah ada seratus derajat yang Alloh siapkan untuk orang-orang yang berjihad di jalan Alloh. Jarak antara setiap derajat adalah bagaikan antara langit dan bumi. Maka apabila kalian minta pada Alloh, maka mintalah pada-Nya Firdaus, karena dia itu adalah Jannah yang terbagus dan tertinggi. Atapnya adalah Arsy Ar Rohman, dan darinyalah memancar sungai-sungai Jannah.” -selesai-

[Dammaj Crisis] 21 Muharram 1435H, Ahad (24-11-2013M)
Genjatan senjata? Meskipun tank dan canon Hutsiyin berhenti menembaki saat ini, tetapi hari ini adalah sebagaimana hari-hari sebelumnya. Sniper (penembak jitu) Hutsiyin tetap tiada henti mengincar jiwa-jiwa tidak berdosa, bahkan di tengah kehadiran Komite Gabungan (Kepresidenan, Parlemen, dan Komite Non Pemerintah) yang menegaskan adanya genjatan senjata.
Tiga santri terluka selama penyerangan yang terjadi malam tadi dengan granat. bazoka, dan senjata mesin yang dilakukan Hutsiyin. Seorang santri perempuan meninggal akibat efek pengeboman yang terus menerus dengan persenjataan berat oleh Hutsiyin, dia membutuhkan perawatan darurat dari rumah sakit, tetapi Hutsiyin mencegahnya untuk dibawa ke sana, sehingga akhirnya dia meninggal. -semoga Allah merahmatinya-.
Lagi-lagi Hutsiyin juga menghalangi Komite Gabungan memasuki Dammaj hari ini.

[Dammaj Crisis] 19 Muharram 1435H, Jum'at (22-11-2013M)
Tetap berlangsung blokade dan serangan keji Syi'ah Rafidhah Hutsiyin terhadap Ahlus Sunnah Dammaj sampai hari ini. Telah banyak saudara kita yang gugur -semoga Allah merahmati mereka dan mejadikannya sebagai syuhada- dan yang luka-luka -semoga Allah menyembuhkan dan memulihkan mereka-.
Kemarin (Kamis) seorang perempuan yang terluka akhirnya wafat -semoga Allah merahmatinya dan meneriamnya sebagai syahidah-. Ledakan yang membunuhnya berasal dari tank atau sejenis canon (pelontar roket). Namanya adalah Ummu Masakin (Ibunda orang-orang miskin) as-Somali, dia baru saja menikah, dan hamil 2 bulan. Dia tinggal di salah satu tempat perlindungan bagi perempuan dan anak-anak. Dia sangat disayangi di antara para santri perempuan, bahkan anak-anak kecil perempuan merasa sangat sedih.
Tepat setelah ledakan yang membunuh Ummu Masakin, ada ledakan lain di dekat tempat perlindungan bom yang lebih padat (sekitar 500 atau lebih, perempuan dan anak-anak). Ini terjadi 3 kali sepanjang 3 atau 4 hari serangan Hutsiyin yang menargetkan tempat perlindungan bagi perempuan dan anak-anak dengan menggunakan persenjataaan berat.
Datang komite/lajnah kepresidenan didampingi tentara. 2 tentara berjalan ke daerah Hutsiyin. Para santri mencoba memperingatkan bahwa Hutsiyin telah menanam ranjau di daerah di mana tentara itu berjalan, seorang dari mereka berkata kepada yang satunya: "Jangan percaya kepada mereka, mereka adalah pembohong." Mereka mengabaikan peringatan para santri, sebagai hasilnya salah satu tentara menginjak ranjau, dia tewas seketika dan satunya kehilangan kakinya.
Juga pada hari Kamis, seorang bocah berumur 2 tahun bernama Abdurrahman bin Shadiq bin Ali al-Haimy terbunuh terkena sniper kaliber 14.5 yang ditembakkan Hutsiyin. -semoga Allah membalas dengan segera pembunuh Abdurrahman-.


[Dammaj Crisis] 14 Muharram 1435H, Ahad (17-11-2013M)
إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ
Telah meninggal dunia kawan kami, saudara kita Rofi’i Al-Jawiy asal Bojonegoro beliau adalah Nama susuai paspor MUHAMMAD ROFI’I ( BIN SOEDJIKAN ) , tempat tanggal lahir Bojonegoro 27 Februari 1980 Al-Indonesiy -rohimahulloh- Rohmatulloh ‘Alaih pada hari ini, Sabtu 13 Muharram 1435 Hijriyyah menjelang azan zhuhur semoga Alloh menjadikannya mati syahid.
[Dammaj Crisis] Santri Indonesia Gugur di Dammaj

[Dammaj Crisis] 11 Muharram 1435H, Kamis (14-11-2013M)
Tetap berlangsung blokade dan serangan Syi'ah Rafidhah Hutsiyin terhadap Ahlus Sunnah Dammaj.
Sementara 15 ribu Ahlus Sunnah Dammaj tetap bertahan dengan mengharapkan datangnya pertolongan dengan mematuhi Pemerintah Muslim, sebaliknya milisi Hutsiyin membangkang kepada Pemerintah Yaman. Penyerangan dengan pelbagai senjata tetap ditujukan ke wilayah Dammaj, ke masjid, rumah, jalanan, dan ke segala arah. Wafat seorang tetua qabilah al-Wadi'i, Syaikh Shalih Manna al-Wadi'i (الشيخ صالح مناع الوادعي) yang telah berusia 80 tahun saat menuju masjid untuk shalat Zhuhur -semoga Allah merahmatinya dan menjadikannya sebagai syuhada-. Palang merah yang mencoba memberikan bantuan dengan memasuki Dammaj dihalang-halangi Hutsiyin. Dan sepanjang malam Hutsiyin tetap menyerang dengan mortir dan senapan mesin, sehingga sebagian saudara Muslim kembali ada yang terluka -semoga Allah segera menyembuhkan dan memulihkan mereka-.
Diringkas dari sini: متجدد: استمرار الحصار والحرب على أهل السنة في دماج يوم الخميس 11 محرم 1435هـ
CRY FOR HELP! Seruan bocah Dammaj agar menolong mereka yang terzhalimi di sana oleh blokade dan serangan Hutsiyin.
Unduh di sini.

[Dammaj Crisis] 10 Muharram 1435H Rabu (13-11-2013M)
Tanggal 10 Muharram adalah hari yang sama ketika Allah -جل وعلا-menyelamatkan Nabi Musa -عليه السلام- dan kaumnya dari Fir'aun dan tentaranya, lalu Allah -جل وعلا- binasakan Fir'aun dan tentaranya dengan menenggelamkan mereka di dalam lautan. Kita memohon kepada Allah -العظيم القوي القدير- untuk menyelamatkan hamba-hamba-Nya kaum mu'minin Ahlus Sunnah Dammaj dari kezhaliman dan penindasan Rafidhah Hutsiyin zindiqah, dan membalas makar Hutsiyin dan orang-orang yang bersekongkol dengan mereka. Dan di hari yang agung ini, disyariatkan bagi kita untuk berpuasa -صيام-, sebagai rasa syukur kepada Allah atas keselamatan Nabi Musa dan umatnya dari penindasan musuh Allah dan musuh mereka.
Dan sampai hari ini tidaklah berhenti pemblokadean dan penyerangan keji tanpa belas kasihan terhadap Ahlus Sunnah Dammaj. Bahkan masuknya komite perdamaian belum bisa menghentikan Hutsiyin. -لا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم-.
Hutsiyin, kemarin tetap menggelontorkan peluru-peluru ke wilayah Dammaj, tidak peduli akan mengenai siapa, kanak-kanak atau dewasa, laki-laki atau perempuan, bayi-bayi atau orang tua. Targetnya hanya untuk membunuh dan melukai Ahlus Sunnah Dammaj. Gugur 3 orang Ahlus Sunnah dan seorang bocah 10 tahun. -semoga Allah merahmati mereka dan menjadikan mereka syuhada.
Penembakan dan penyerangan tetap terjadi di sepanjang siang dan malam hari.
9 Muharram 1435H, ada berita duka dari front Wailah telah gugur Syaikh Abu Ishaq Ayub asy-Syibami (أبو إسحاق أيوب الشبامي) -رحمه الله وتقبله الله في الشهداء-
Diringkas dari sini: متجدد: استمرار الحصار والحرب على أهل السنة في دماج يوم الأربعاء 10 محرم 1435هـ

[Dammaj Crisis] 8-1-1435H Senin (11-11-2013M)
Hari ke 34 blokade zhalim dan serangan brutal terhadap Ahlus Sunnah di wilayah Dammaj -semoga Allah melindunginya dari segala kejelekan dan makar Hutsiyin Syi'ah Rafidhah- .
Sebagaimana hari-hari sebelumnya, tetap berlangsung serangan Hutsiyin dengan pelbagai persenjataan: roket, bom, mortir, sniper, senjata mesin dll. terhadap jalanan, rumah-rumah, kebun-kebun dan masjid-masjid di wilayah Dammaj, dengan sasaran jiwa-jiwa mulia Ahlus Sunnah wal Jama'ah, siang dan malam. Serangan dengan cara 'militer' terhadap warga sipil.
Semoga Allah al-Lathif menjadikan syuhada mereka yang telah gugur, menyembuhkan dan memulihkan mereka yang terluka.
Diringkas dari: متجدد: استمرار الحصار والحرب على أهل السنة في دماج يوم الاثنين 8 محرم 1435هـ


[Dammaj Crisis] 7-1-1435H-Malam Ahad Rumah Santri Dammaj Terbakar Diserang Syi'ah Rafidhah Hutsiyun



http://youtu.be/91hfPMSKyGY
[Dammaj Crisis] 7-1-1435H-Malam Ahad Rumah Santri Dammaj Terbakar Diserang Syi'ah Rafidhah Hutsiyun


[Dammaj Crisis] 5-1-1435H-Jum'at Masjid Darul Hadits Dammaj Diserang Syi'ah Rafidhah Hutsiyun



http://youtu.be/_JK9pJ-1sks
[Dammaj Crisis] 5-1-1435H-Jum'at Masjid Darul Hadits Dammaj Diserang Syi'ah Rafidhah Hutsiyun













Update dari isnad.net
Berita kemarin jum’at (5-1-1435H), dari Abu Fairuz (dammaj) berkata ” Akibat serangan tadi siang, atap masjid bolong besar, sebagian kitab/lainnya di maktabah nisaa terbakar, lalu bisa dipadamkan. Kamar dokter Faizal az-zinami yang diatas kamar hurros rusak parah. Ali al-Mahwithi ar-Roimi pak tua kecil kurus yang baik hati itu terluka lalu meninggal, Syaikh Abdul Hamid al-Hajuri berkhutbah bagus sekali dan menyebutkan dalil-dalil bahwa kejahatan rafidhoh itu semua akan menyebabkan hancurnya rafidhoh. Palang merah datang mengambil orang-orang luka, pasukan ahlussunnah di kitaf terus maju menghantam rafidhah untuk menembus sho’dah. Di jum’at siang tangan-tangan yang lemah dan luluh benar-benar terangkat kelangit memanjatkan do’a ” Ya Alloh, kami terdzholimi maka bela kami, wahai Robb kami , kami ……..(kurang jelas;ed) maka tolonglah kami” -selesai-

Update dari assaabiquunalawwaluun.blogspot.com

5 Muharram 1435 H
Pada hari ini, kaum muslimin Dammaj di tengah-tengah menunggu khutbah dan sholat Jum'at tiba-tiba laskar Syi'ah menembakan tanknya dari bukit Ahros hingga mengenai depan masuk masjid, temboknya bolong besar, kerusakan banyak di dalam masjid, juga ruang hurros ahli Dammaj lantai duanya roboh temboknya, dengan tembakan itu meninggal seorang tua dan 10 (sepuluh) orang luka-luka. Begitulah kemarahan mereka sebagai pelampiasan dendam karena para laskarnya banyak terbunuh di kebun anggur samping Alu Manna', sekarang mereka (laskar Syi'ah) ditemani palang merah lagi memungut bangkai-bangkai kawan mereka di kebun-kebun. Allohumma 'alaika Bisysyii'ah Alhutsiyyiin, Allohummaqtulhum walaa tabqi minhum ahadaa, Allohumma farriq jam'ahum, Allohummaqtho'hum wamazziqhum kulla mumazzaq.

Posting-posting Terkait

>>> [Dammaj Crisis] Update Berita Blokade Dammaj 1434H
>>> The Houthi Shia Rafida Destroyed Masjid Ketaf in Yemen
>>> [Dammaj Crisis] Fatwa Syaikh Luhaidan untuk Menolong Dammaj 1-1-1435H
>>> [Dammaj Crisis] Seruan Syaikh 'Abdul Muhsin al-'Abbad untuk Menolong Dammaj dan Berjihad Melawan Hutsiyun
>>> DAMMAJ, Tragedi Jum'at dan Sabtu
>>> DAMMAJ, BERTEMPUR LAGI!
>>> [Dammaj Crisis] Seruan Syaikh 'Abdul Muhsin al-'Abbad untuk Berjihad Melawan Hutsiyin Rafidhi di Dammaj
>>> VIDEO: [Dammaj Crisis] Seruan Berjihad Melawan Syi'ah (Rafidhah) di Dammaj - Syaikh Yahya al-Hajuri
>>> VIDEO: [Dammaj Crisis] Seruan kepada Seluruh Ahlus Sunnah untuk Menolong Saudara-saudara Kita di Dammaj - Syaikh Rabi al-Madkhali
>>> [Dammaj Crisis] Seruan kepada Seluruh Ahlus Sunnah untuk Menolong Saudara-saudara Kita di Dammaj - Syaikh Rabi al-Madkhali

http://islam-itu-mulia.blogspot.com/2013/11/dammaj-crisis-update-berita-blokade_9.html

> > > > > > > READ MORE